Seputar Kaltim

    Kutim Targetkan 100 Persen Pelajar Punya Rekening Lewat Program Kejar

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    20 Oktober 2025 pukul 19:08 WITA

    Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekobang) Setkab Kutim, Noviari Noor. (Foto:Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mengupayakan agar pelajar terbiasa menabung sejak dini lewat program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar). Program ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

    Program Kejar dijalankan sebagai tindak lanjut dari Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2020. Di tingkat daerah, pelaksanaannya dilakukan oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

    Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekobang) Setkab Kutim, Noviari Noor,  Noviari menyampaikan program kerja TPAKD tahun 2025 telah disusun, salah satunya adalah program Kejar yang menyasar seluruh pelajar tingkat dasar di Kutim.

    Dari total 94.452 siswa tingkat dasar pada tahun ajaran 2024–2025, sudah ada sekitar 67.000 siswa atau 70,94 persen yang telah memiliki rekening tabungan. Pemerintah berharap ke depan angka ini bisa terus meningkat hingga 100 persen.

    “Mudah-mudahan ke depan semua siswa punya rekening sendiri,”ujarnya.

    Ia juga menambahkan, TPAKD merupakan forum kerja sama antarinstansi untuk mempercepat akses keuangan masyarakat, termasuk bagi para pelajar.

    “TPAKD bertugas mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membantu masyarakat agar lebih mudah mengakses layanan keuangan, salah satunya melalui program Kejar,” tambahnya.

    Program Kejar dilaksanakan oleh lembaga jasa keuangan yang bekerja sama langsung dengan sekolah-sekolah. Karena itu, dukungan dari Dinas Pendidikan serta seluruh kepala sekolah dasar negeri dan swasta sangat dibutuhkan.

    “Agar program ini berjalan maksimal, perlu komitmen dari semua pihak. Tujuannya agar semua pelajar punya rekening dan terbiasa menabung,” lanjut Noviari.

    Dengan program ini, pemerintah berharap pelajar bisa lebih mengenal cara mengatur keuangan dan terbiasa menabung sejak dini. Ini juga menjadi langkah awal untuk membentuk generasi yang mandiri secara ekonomi di masa depan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kutim Targetkan 100 Persen Pelajar Punya Rekening Lewat Program Kejar

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    20 Oktober 2025 pukul 19:08 WITA

    Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekobang) Setkab Kutim, Noviari Noor. (Foto:Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mengupayakan agar pelajar terbiasa menabung sejak dini lewat program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar). Program ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

    Program Kejar dijalankan sebagai tindak lanjut dari Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2020. Di tingkat daerah, pelaksanaannya dilakukan oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

    Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekobang) Setkab Kutim, Noviari Noor,  Noviari menyampaikan program kerja TPAKD tahun 2025 telah disusun, salah satunya adalah program Kejar yang menyasar seluruh pelajar tingkat dasar di Kutim.

    Dari total 94.452 siswa tingkat dasar pada tahun ajaran 2024–2025, sudah ada sekitar 67.000 siswa atau 70,94 persen yang telah memiliki rekening tabungan. Pemerintah berharap ke depan angka ini bisa terus meningkat hingga 100 persen.

    “Mudah-mudahan ke depan semua siswa punya rekening sendiri,”ujarnya.

    Ia juga menambahkan, TPAKD merupakan forum kerja sama antarinstansi untuk mempercepat akses keuangan masyarakat, termasuk bagi para pelajar.

    “TPAKD bertugas mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membantu masyarakat agar lebih mudah mengakses layanan keuangan, salah satunya melalui program Kejar,” tambahnya.

    Program Kejar dilaksanakan oleh lembaga jasa keuangan yang bekerja sama langsung dengan sekolah-sekolah. Karena itu, dukungan dari Dinas Pendidikan serta seluruh kepala sekolah dasar negeri dan swasta sangat dibutuhkan.

    “Agar program ini berjalan maksimal, perlu komitmen dari semua pihak. Tujuannya agar semua pelajar punya rekening dan terbiasa menabung,” lanjut Noviari.

    Dengan program ini, pemerintah berharap pelajar bisa lebih mengenal cara mengatur keuangan dan terbiasa menabung sejak dini. Ini juga menjadi langkah awal untuk membentuk generasi yang mandiri secara ekonomi di masa depan.

    (Sf/Rs)