Seputar Kaltim

    Kutim Target 3 Besar Porprov Kaltim 2026, Kejar Selisih 48 Medali

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    30 April 2026 pukul 19:44 WITA

    Rapat pemantapan kontingen Kutim jelang Porprov VIII Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mulai memantapkan persiapan kontingen untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Kabupaten Paser.

    Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi menyampaikan rapat tersebut menjadi langkah awal konsolidasi seluruh unsur dalam tim kontingen.

    Ia menegaskan, kontingen Kutim ditargetkan masuk tiga besar, sesuai arahan bupati. Target tersebut dinilai cukup berat, mengingat pada porprov sebelumnya Kutim berada di peringkat keempat dengan selisih sekitar 48 medali dari pesaing di atasnya.

    “Kalau kita melihat hasil sebelumnya, perjuangannya memang berat, tapi bukan tidak mungkin. Kita pernah punya pengalaman meningkatkan prestasi, seperti di MTQ jadi juara umum. Mudah-mudahan di porprov ini kita bisa tembus tiga besar,” ujar Mahyunadi usai menghadiri rapat pemantapan kontingen Porprov VIII Kaltim 2026 di Kabupaten Paser.

    Ia mengatakan, dari data yang ada Kutim meraih 125 medali emas di porprov sebelumnya. Sementara hasil Babak Kualifikasi (BK) mencapai 138 medali, namun masih di bawah Balikpapan yang mencatat 198 medali.

    Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Mahyunadi menekankan pentingnya soliditas seluruh tim. “Jangan lagi berpikir ini kepentingan si A atau si B. Kalau ini berhasil, ini jadi tolok ukur kemajuan olahraga di Kutim,” katanya.

    Evaluasi kesiapan atlet akan dilakukan melalui rapat maraton bersama masing-masing cabang olahraga. Di sisi lain, kesiapan anggaran dan logistik juga menjadi perhatian utama. Untuk Porprov VIII, Kutim mengalokasikan anggaran sekitar Rp26,5 miliar yang akan digunakan untuk mendukung kebutuhan kontingen.

    Menurut Mahyunadi, pengelolaan anggaran harus dilakukan secara efektif dan efisien, terutama untuk kebutuhan krusial seperti konsumsi, transportasi, akomodasi, hingga perlengkapan atlet.

    “Hal-hal seperti konsumsi, transportasi, akomodasi, sampai perlengkapan harus benar-benar diperhatikan. Ini sangat mempengaruhi performa atlet,” jelasnya.

    Tak kalah penting, pihaknya juga akan menyiapkan bonus bagi atlet berprestasi. “Bonus ini penting, bahkan bisa mempengaruhi lawan. Tentunya seperti biasanya, kita akan menyediakan bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Kutim Target 3 Besar Porprov Kaltim 2026, Kejar Selisih 48 Medali

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    30 April 2026 pukul 19:44 WITA

    Rapat pemantapan kontingen Kutim jelang Porprov VIII Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mulai memantapkan persiapan kontingen untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Kabupaten Paser.

    Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi menyampaikan rapat tersebut menjadi langkah awal konsolidasi seluruh unsur dalam tim kontingen.

    Ia menegaskan, kontingen Kutim ditargetkan masuk tiga besar, sesuai arahan bupati. Target tersebut dinilai cukup berat, mengingat pada porprov sebelumnya Kutim berada di peringkat keempat dengan selisih sekitar 48 medali dari pesaing di atasnya.

    “Kalau kita melihat hasil sebelumnya, perjuangannya memang berat, tapi bukan tidak mungkin. Kita pernah punya pengalaman meningkatkan prestasi, seperti di MTQ jadi juara umum. Mudah-mudahan di porprov ini kita bisa tembus tiga besar,” ujar Mahyunadi usai menghadiri rapat pemantapan kontingen Porprov VIII Kaltim 2026 di Kabupaten Paser.

    Ia mengatakan, dari data yang ada Kutim meraih 125 medali emas di porprov sebelumnya. Sementara hasil Babak Kualifikasi (BK) mencapai 138 medali, namun masih di bawah Balikpapan yang mencatat 198 medali.

    Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Mahyunadi menekankan pentingnya soliditas seluruh tim. “Jangan lagi berpikir ini kepentingan si A atau si B. Kalau ini berhasil, ini jadi tolok ukur kemajuan olahraga di Kutim,” katanya.

    Evaluasi kesiapan atlet akan dilakukan melalui rapat maraton bersama masing-masing cabang olahraga. Di sisi lain, kesiapan anggaran dan logistik juga menjadi perhatian utama. Untuk Porprov VIII, Kutim mengalokasikan anggaran sekitar Rp26,5 miliar yang akan digunakan untuk mendukung kebutuhan kontingen.

    Menurut Mahyunadi, pengelolaan anggaran harus dilakukan secara efektif dan efisien, terutama untuk kebutuhan krusial seperti konsumsi, transportasi, akomodasi, hingga perlengkapan atlet.

    “Hal-hal seperti konsumsi, transportasi, akomodasi, sampai perlengkapan harus benar-benar diperhatikan. Ini sangat mempengaruhi performa atlet,” jelasnya.

    Tak kalah penting, pihaknya juga akan menyiapkan bonus bagi atlet berprestasi. “Bonus ini penting, bahkan bisa mempengaruhi lawan. Tentunya seperti biasanya, kita akan menyediakan bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)