Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (Seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) memilih memaksimalkan potensi atlet lokal jelang Porprov VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Paser, tanpa mendatangkan atlet dari luar daerah.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi meminta para ketua cabang olahraga (cabor) untuk lebih jeli melihat potensi atlet yang dimiliki saat ini.
“Kalau kita datangkan atlet itu berat, apalagi dari luar daerah. Banyak hal yang harus dipikirkan, termasuk administrasi. Saya juga tidak ingin kita mendatangkan atlet dari luar,” ujar Mahyunadi.
Menurutnya, peluang peningkatan prestasi masih terbuka dengan mengoptimalkan atlet yang sudah ada. Ia mencontohkan, atlet peraih medali perunggu masih berpeluang ditingkatkan menjadi perak, bahkan emas.
“Ada potensi yang perunggu bisa naik jadi perak, yang perak bisa naik jadi emas. Ini yang harus kita genjot dalam waktu ke depan,” katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Kutim berencana menggelar program peningkatan kemampuan seperti Training Center (TC) dan try out. Namun, program tersebut akan difokuskan pada atlet yang dinilai memiliki peluang besar meraih prestasi lebih tinggi.
“TC itu tidak untuk semua atlet, tapi terbatas pada atlet yang punya potensi untuk bisa dapat prestasi yang lebih tinggi lagi,” tutupnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (Seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) memilih memaksimalkan potensi atlet lokal jelang Porprov VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Paser, tanpa mendatangkan atlet dari luar daerah.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi meminta para ketua cabang olahraga (cabor) untuk lebih jeli melihat potensi atlet yang dimiliki saat ini.
“Kalau kita datangkan atlet itu berat, apalagi dari luar daerah. Banyak hal yang harus dipikirkan, termasuk administrasi. Saya juga tidak ingin kita mendatangkan atlet dari luar,” ujar Mahyunadi.
Menurutnya, peluang peningkatan prestasi masih terbuka dengan mengoptimalkan atlet yang sudah ada. Ia mencontohkan, atlet peraih medali perunggu masih berpeluang ditingkatkan menjadi perak, bahkan emas.
“Ada potensi yang perunggu bisa naik jadi perak, yang perak bisa naik jadi emas. Ini yang harus kita genjot dalam waktu ke depan,” katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Kutim berencana menggelar program peningkatan kemampuan seperti Training Center (TC) dan try out. Namun, program tersebut akan difokuskan pada atlet yang dinilai memiliki peluang besar meraih prestasi lebih tinggi.
“TC itu tidak untuk semua atlet, tapi terbatas pada atlet yang punya potensi untuk bisa dapat prestasi yang lebih tinggi lagi,” tutupnya.
(Sf/Lo)