Seputar Kaltim

    Kutim Raih Sejumlah Penghargaan Nasional 2025, Bupati Sebut Ini Bukti Peningkatan Layanan Publik

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, saat menyampaikan pidato pada upacara peringatan HUT Kutim ke-26. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali meraih sejumlah penghargaan penting tingkat nasional di tahun 2025. Penghargaan-penghargaan ini menjadi bukti kerja keras pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan dasar untuk masyarakat, terutama di bidang air bersih, sosial, ketenagakerjaan, dan kesehatan.

    Salah satu penghargaan bergengsi diberikan oleh Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) dalam ajang Indonesia Water and Wash Water Expo & Forum 2025. Penghargaan ini diberikan kepada Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, karena dinilai berhasil memperluas akses air bersih melalui PDAM Tirta Tuah Benua.

    "Kami terus berusaha memperluas layanan air bersih sampai ke daerah-daerah yang sulit dijangkau. Ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujar Ardiansyah, Minggu (12/10/2025).

    Selain itu, Kutim juga menerima Baznas Award 2025 sebagai daerah yang mendukung digitalisasi zakat. Penghargaan ini diberikan karena dukungan pemerintah dalam mendorong pengelolaan zakat yang lebih modern, transparan, dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

    Prestasi lainnya, Kutim meraih tiga penghargaan sekaligus di ajang Paritrana World 2025 tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Penghargaan ini diberikan karena Kutim berhasil menjamin perlindungan sosial bagi pekerja informal hingga 100 persen. Selain itu, Kutim juga menjadi daerah dengan anggaran perlindungan untuk pekerja rentan terbesar di Kaltim.

    "Kami bersama Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Sosial terus mendata warga yang termasuk pekerja rentan agar bisa ikut dalam BPJS Ketenagakerjaan," tambahnya.

    Kutim juga berhasil meraih Panji Keberhasilan Pembangunan di bidang kehutanan serta kepemudaan dan olahraga. Ini menunjukkan komitmen daerah dalam menjaga lingkungan dan memberdayakan generasi muda, meskipun tantangan ke depan masih harus dihadapi.

    Di bidang kesehatan, Laboratorium Kesehatan Daerah (LPKSD) Kutim juga mendapat akreditasi utama dari Kementerian Kesehatan RI dan Lembaga Akreditasi Pasien Indonesia. Ini menandakan bahwa mutu layanan kesehatan di Kutai Timur terus meningkat.

    Bupati Ardiansyah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi.

    "Semua capaian ini bisa terwujud berkat kerja sama masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas lokal. Penghargaan ini bukan tujuan akhir, tapi bukti bahwa Kutai Timur berada di jalur yang benar, membangun dengan semangat gotong-royong dan berpihak pada rakyat," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kutim Raih Sejumlah Penghargaan Nasional 2025, Bupati Sebut Ini Bukti Peningkatan Layanan Publik

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, saat menyampaikan pidato pada upacara peringatan HUT Kutim ke-26. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali meraih sejumlah penghargaan penting tingkat nasional di tahun 2025. Penghargaan-penghargaan ini menjadi bukti kerja keras pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan dasar untuk masyarakat, terutama di bidang air bersih, sosial, ketenagakerjaan, dan kesehatan.

    Salah satu penghargaan bergengsi diberikan oleh Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) dalam ajang Indonesia Water and Wash Water Expo & Forum 2025. Penghargaan ini diberikan kepada Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, karena dinilai berhasil memperluas akses air bersih melalui PDAM Tirta Tuah Benua.

    "Kami terus berusaha memperluas layanan air bersih sampai ke daerah-daerah yang sulit dijangkau. Ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujar Ardiansyah, Minggu (12/10/2025).

    Selain itu, Kutim juga menerima Baznas Award 2025 sebagai daerah yang mendukung digitalisasi zakat. Penghargaan ini diberikan karena dukungan pemerintah dalam mendorong pengelolaan zakat yang lebih modern, transparan, dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

    Prestasi lainnya, Kutim meraih tiga penghargaan sekaligus di ajang Paritrana World 2025 tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Penghargaan ini diberikan karena Kutim berhasil menjamin perlindungan sosial bagi pekerja informal hingga 100 persen. Selain itu, Kutim juga menjadi daerah dengan anggaran perlindungan untuk pekerja rentan terbesar di Kaltim.

    "Kami bersama Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Sosial terus mendata warga yang termasuk pekerja rentan agar bisa ikut dalam BPJS Ketenagakerjaan," tambahnya.

    Kutim juga berhasil meraih Panji Keberhasilan Pembangunan di bidang kehutanan serta kepemudaan dan olahraga. Ini menunjukkan komitmen daerah dalam menjaga lingkungan dan memberdayakan generasi muda, meskipun tantangan ke depan masih harus dihadapi.

    Di bidang kesehatan, Laboratorium Kesehatan Daerah (LPKSD) Kutim juga mendapat akreditasi utama dari Kementerian Kesehatan RI dan Lembaga Akreditasi Pasien Indonesia. Ini menandakan bahwa mutu layanan kesehatan di Kutai Timur terus meningkat.

    Bupati Ardiansyah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi.

    "Semua capaian ini bisa terwujud berkat kerja sama masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas lokal. Penghargaan ini bukan tujuan akhir, tapi bukti bahwa Kutai Timur berada di jalur yang benar, membangun dengan semangat gotong-royong dan berpihak pada rakyat," pungkasnya.

    (Sf/Rs)