Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim
Bupati Kutim bersama Ketua KONI dan jajaran PTMSI usai pembukaan Turnamen Tenis Meja Antarklub 2026 di Gedung BPU Sangatta Utara. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kutai Timur (Kutim) menggelar Turnamen Tenis Meja Antarklub Tahun 2026 di Gedung BPU, Sangatta Utara, Sabtu (14/12/2026). Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan sekaligus silaturahmi antarklub tenis meja.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim, Rudi Hartono, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan turnamen tersebut. Ia mengaku bangga dengan capaian atlet tenis meja Kutim pada ajang Pra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
“Dari tujuh medali emas yang diperebutkan di Pra Porprov, Kutim menjadi juara umum dengan perolehan empat medali emas. Mudah-mudahan prestasi ini bisa dipertahankan pada Porprov nanti,” ujar Rudi.
Ia menambahkan, selain meraih empat emas, Kutim juga menyapu bersih medali perak dan perunggu dari tujuh nomor yang dipertandingkan pada ajang Pra Porprov.
Meskipun turnamen antarklub ini bukan pada level prestasi, kegiatan tersebut menjadi cikal bakal lahirnya atlet-atlet potensial dari masing-masing klub.
“Dengan semakin banyak klub, tentu akan lahir atlet-atlet berbakat yang bisa membanggakan Kabupaten Kutim. Selain menjadi ajang bertanding, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi kita semua,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, turut mengapresiasi prestasi tenis meja Kutim. Ia berharap capaian tersebut dapat dipertahankan pada Porprov yang akan digelar November 2026 di Kabupaten Paser.
Ia juga menargetkan Kutim dapat meningkatkan peringkat dan naik kelas pada Porprov mendatang.
“Terima kasih kepada PTMSI yang sudah menunjukkan prestasi sebagai juara umum di Pra Porprov. Kita berharap bisa mempertahankannya di Porprov nanti,” kata Ardiansyah.
Ia mengungkapkan, pembinaan olahraga di Kutim terus ditingkatkan sejak 2022 melalui berbagai kejuaraan, termasuk Piala Bupati dan event lainnya. Saat ini, hampir 15 cabang olahraga rutin digelar untuk mendorong semangat dan prestasi para atlet.
Ia juga menegaskan meski turnamen ini bersifat non-prestasi, para peserta tetap membawa nama klub masing-masing sehingga harus menjunjung tinggi sportivitas.
“Prestasi memang menjadi tujuan. Namun meski turnamen ini non-prestasi, semangat bertanding tetap harus tumbuh,” tutupnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim

Bupati Kutim bersama Ketua KONI dan jajaran PTMSI usai pembukaan Turnamen Tenis Meja Antarklub 2026 di Gedung BPU Sangatta Utara. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kutai Timur (Kutim) menggelar Turnamen Tenis Meja Antarklub Tahun 2026 di Gedung BPU, Sangatta Utara, Sabtu (14/12/2026). Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan sekaligus silaturahmi antarklub tenis meja.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim, Rudi Hartono, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan turnamen tersebut. Ia mengaku bangga dengan capaian atlet tenis meja Kutim pada ajang Pra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
“Dari tujuh medali emas yang diperebutkan di Pra Porprov, Kutim menjadi juara umum dengan perolehan empat medali emas. Mudah-mudahan prestasi ini bisa dipertahankan pada Porprov nanti,” ujar Rudi.
Ia menambahkan, selain meraih empat emas, Kutim juga menyapu bersih medali perak dan perunggu dari tujuh nomor yang dipertandingkan pada ajang Pra Porprov.
Meskipun turnamen antarklub ini bukan pada level prestasi, kegiatan tersebut menjadi cikal bakal lahirnya atlet-atlet potensial dari masing-masing klub.
“Dengan semakin banyak klub, tentu akan lahir atlet-atlet berbakat yang bisa membanggakan Kabupaten Kutim. Selain menjadi ajang bertanding, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi kita semua,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, turut mengapresiasi prestasi tenis meja Kutim. Ia berharap capaian tersebut dapat dipertahankan pada Porprov yang akan digelar November 2026 di Kabupaten Paser.
Ia juga menargetkan Kutim dapat meningkatkan peringkat dan naik kelas pada Porprov mendatang.
“Terima kasih kepada PTMSI yang sudah menunjukkan prestasi sebagai juara umum di Pra Porprov. Kita berharap bisa mempertahankannya di Porprov nanti,” kata Ardiansyah.
Ia mengungkapkan, pembinaan olahraga di Kutim terus ditingkatkan sejak 2022 melalui berbagai kejuaraan, termasuk Piala Bupati dan event lainnya. Saat ini, hampir 15 cabang olahraga rutin digelar untuk mendorong semangat dan prestasi para atlet.
Ia juga menegaskan meski turnamen ini bersifat non-prestasi, para peserta tetap membawa nama klub masing-masing sehingga harus menjunjung tinggi sportivitas.
“Prestasi memang menjadi tujuan. Namun meski turnamen ini non-prestasi, semangat bertanding tetap harus tumbuh,” tutupnya.
(Sf/Rs)