Cari disini...
Seputar Kaltim
Bupati Kutim Ardiansyah sulaiman. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Luas lahan sawah yang telah tertanam di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini mendekati 3.000 Hektare (Ha).
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menyampaikan dari total 363 Ha lahan yang diserahkan kepada Kodim 0909/Kutim, sekitar 93 Ha di antaranya telah ditanami.
"Lahan tersebut tersebar di beberapa wilayah, seperti Bengalon, Long Masangat dan beberapa daerah lainnya," ujar Ardiansyah.
Ia menjelaskan total lahan yang masuk dalam program percetakan sawah saat ini sekitar 800 Ha. Lahan yang sudah eksisting atau telah tertanam hampir mencapai 3.000 Ha.
Sementara potensi lahan yang dapat dikembangkan diperkirakan mencapai 6.000 hingga 7.000 Ha dari target 20.000 Ha.
“Yang sudah eksisting tertanam itu hampir 3.000 Ha. Kemudian yang punya peluang itu sekitar 6 sampai 7 ribu Ha dari target 20.000 Hw,” jelasnya.
Terkait status kawasan lahan yang akan dikembangkan, Ardiansyah mengatakan kini masih dalam tahap pendataan dan inventarisasi oleh pemerintah daerah.
“Untuk status kawasan, sementara ini kita inventaris dulu,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bupati Kutim Ardiansyah sulaiman. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Luas lahan sawah yang telah tertanam di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini mendekati 3.000 Hektare (Ha).
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menyampaikan dari total 363 Ha lahan yang diserahkan kepada Kodim 0909/Kutim, sekitar 93 Ha di antaranya telah ditanami.
"Lahan tersebut tersebar di beberapa wilayah, seperti Bengalon, Long Masangat dan beberapa daerah lainnya," ujar Ardiansyah.
Ia menjelaskan total lahan yang masuk dalam program percetakan sawah saat ini sekitar 800 Ha. Lahan yang sudah eksisting atau telah tertanam hampir mencapai 3.000 Ha.
Sementara potensi lahan yang dapat dikembangkan diperkirakan mencapai 6.000 hingga 7.000 Ha dari target 20.000 Ha.
“Yang sudah eksisting tertanam itu hampir 3.000 Ha. Kemudian yang punya peluang itu sekitar 6 sampai 7 ribu Ha dari target 20.000 Hw,” jelasnya.
Terkait status kawasan lahan yang akan dikembangkan, Ardiansyah mengatakan kini masih dalam tahap pendataan dan inventarisasi oleh pemerintah daerah.
“Untuk status kawasan, sementara ini kita inventaris dulu,” pungkasnya.
(Sf/Lo)