Seputar Kaltim

    Kutim jadi Tuan Rumah Sirkuit Nasional Bulu Tangkis 2026, Diikuti 504 Atlet dari 15 Provinsi

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    11 Mei 2026 pukul 14:27 WITA

    Pertandingan Sirnas C Bupati Kutim Open 2026 di GOR Kudungga Sangatta yang diikuti 504 atlet dari 15 provinsi di Indonesia. (Foto:Lisda/seputar seputarfakta.com)

    Sangatta - Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah ajang bulu tangkis nasional melalui pelaksanaan Sirkuit Nasional (Sirnas) C Bupati Kutim 2026 yang digelar di GOR Kudungga Sangatta pada 11–16 Mei 2026.

    Sebanyak 504 atlet dari 46 klub bulu tangkis dipastikan ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Para peserta berasal dari 15 provinsi di Indonesia, yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Banten, Bali, Maluku dan Sumatera Utara.

    Kejuaraan ini mempertandingkan kategori usia dini, remaja hingga taruna.

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menyebut pelaksanaan Sirnas C menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga di Kutim, khususnya cabang bulu tangkis.

    Ia berharap pelaksanaan Sirnas C dapat menjadi langkah awal bagi Kutim untuk kembali dipercaya menggelar kejuaraan nasional dengan level yang lebih tinggi.

    “Mudah-mudahan setelah Sirnas C ini kita siap kembali mengadakan Sirnas yang lebih tinggi lagi yaitu nasional B dan seterusnya,” ujar Ardiansyah, Senin (11/5/2026)

    Menurutnya, perkembangan olahraga di Kutim dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan. Sejumlah cabang olahraga seperti bulu tangkis, voli dan panjat tebing dinilai berhasil menunjukkan prestasi di tingkat nasional.

    Ia menilai penyelenggaraan event olahraga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas atlet daerah.

    “Betapapun banyaknya mereka mengikuti latihan, kalau event itu kurang, sepertinya tidak ada tantangan dalam mengasah keterampilan dan prestasi,” tambahnya.

    Selain atlet, Ardiansyah juga mendorong peningkatan kualitas pelatih melalui sertifikasi nasional agar pembinaan olahraga di Kutim semakin profesional.

    Ia turut mengingatkan seluruh atlet, wasit dan perangkat pertandingan untuk menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung.

    Sementara itu, Wakil Ketua II PBSI Kalimantan Timur, Daniel Politius Sebayang mengatakan pelaksanaan event kompetitif menjadi kebutuhan penting dalam pembinaan atlet muda.

    “Sesuai arahan Pak Bupati, kita terus meningkatkan kualitas dan prestasi atlet. Klub-klub juga berharap event seperti ini lebih sering diadakan,” kata Daniel.

    Menurut Daniel, hadirnya kejuaraan di Sangatta membuat para atlet usia dini semakin termotivasi untuk berlatih dan berkembang.

    Karena itu, PBSI Kutim berkomitmen terus menghadirkan turnamen kompetitif untuk mendukung lahirnya atlet-atlet potensial dari daerah.

    Ketua DPRD Kutim, Jimmi berharap Sirnas C Bupati Kutim Open 2026 mampu melahirkan atlet potensial yang dapat membawa nama daerah hingga tingkat nasional maupun internasional.

    “Semoga ajang ini dapat melahirkan atlet-atlet berbakat yang nantinya mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional maupun internasional,” ucap Jimmi.

    Ia juga berpesan kepada seluruh peserta untuk bertanding dengan semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.

    “Kepada seluruh atlet, bertandinglah dengan penuh semangat, junjung tinggi sportivitas, hormati lawan bertanding dan tunjukkan kemampuan terbaik,” tutupnya.

    (Sf/RS)

    Seputar Kaltim

    Kutim jadi Tuan Rumah Sirkuit Nasional Bulu Tangkis 2026, Diikuti 504 Atlet dari 15 Provinsi

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    11 Mei 2026 pukul 14:27 WITA

    Pertandingan Sirnas C Bupati Kutim Open 2026 di GOR Kudungga Sangatta yang diikuti 504 atlet dari 15 provinsi di Indonesia. (Foto:Lisda/seputar seputarfakta.com)

    Sangatta - Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah ajang bulu tangkis nasional melalui pelaksanaan Sirkuit Nasional (Sirnas) C Bupati Kutim 2026 yang digelar di GOR Kudungga Sangatta pada 11–16 Mei 2026.

    Sebanyak 504 atlet dari 46 klub bulu tangkis dipastikan ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Para peserta berasal dari 15 provinsi di Indonesia, yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Banten, Bali, Maluku dan Sumatera Utara.

    Kejuaraan ini mempertandingkan kategori usia dini, remaja hingga taruna.

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menyebut pelaksanaan Sirnas C menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga di Kutim, khususnya cabang bulu tangkis.

    Ia berharap pelaksanaan Sirnas C dapat menjadi langkah awal bagi Kutim untuk kembali dipercaya menggelar kejuaraan nasional dengan level yang lebih tinggi.

    “Mudah-mudahan setelah Sirnas C ini kita siap kembali mengadakan Sirnas yang lebih tinggi lagi yaitu nasional B dan seterusnya,” ujar Ardiansyah, Senin (11/5/2026)

    Menurutnya, perkembangan olahraga di Kutim dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan. Sejumlah cabang olahraga seperti bulu tangkis, voli dan panjat tebing dinilai berhasil menunjukkan prestasi di tingkat nasional.

    Ia menilai penyelenggaraan event olahraga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas atlet daerah.

    “Betapapun banyaknya mereka mengikuti latihan, kalau event itu kurang, sepertinya tidak ada tantangan dalam mengasah keterampilan dan prestasi,” tambahnya.

    Selain atlet, Ardiansyah juga mendorong peningkatan kualitas pelatih melalui sertifikasi nasional agar pembinaan olahraga di Kutim semakin profesional.

    Ia turut mengingatkan seluruh atlet, wasit dan perangkat pertandingan untuk menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung.

    Sementara itu, Wakil Ketua II PBSI Kalimantan Timur, Daniel Politius Sebayang mengatakan pelaksanaan event kompetitif menjadi kebutuhan penting dalam pembinaan atlet muda.

    “Sesuai arahan Pak Bupati, kita terus meningkatkan kualitas dan prestasi atlet. Klub-klub juga berharap event seperti ini lebih sering diadakan,” kata Daniel.

    Menurut Daniel, hadirnya kejuaraan di Sangatta membuat para atlet usia dini semakin termotivasi untuk berlatih dan berkembang.

    Karena itu, PBSI Kutim berkomitmen terus menghadirkan turnamen kompetitif untuk mendukung lahirnya atlet-atlet potensial dari daerah.

    Ketua DPRD Kutim, Jimmi berharap Sirnas C Bupati Kutim Open 2026 mampu melahirkan atlet potensial yang dapat membawa nama daerah hingga tingkat nasional maupun internasional.

    “Semoga ajang ini dapat melahirkan atlet-atlet berbakat yang nantinya mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional maupun internasional,” ucap Jimmi.

    Ia juga berpesan kepada seluruh peserta untuk bertanding dengan semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.

    “Kepada seluruh atlet, bertandinglah dengan penuh semangat, junjung tinggi sportivitas, hormati lawan bertanding dan tunjukkan kemampuan terbaik,” tutupnya.

    (Sf/RS)