Cari disini...
Seputar Kaltim
teks: Curah hujan deras mengakibatkan banjir di wilayah Sangatta beberapa waktu lalu. (dok.humas&komunikasisetkabkutim)
Sangatta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bencana banjir dan tanah longsor yang diperkirakan terjadi pada tahun 2025.
Peringatan ini menindaklanjuti surat dari BPBD Provinsi Kaltim dengan Nomor 300.2.3/094/BPBD-1/2025 yang diterbitkan pada 13 Februari 2025. BPBD Kutim mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana," kata Kepala BPBD Kutim, Muhammad Idris Syam melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Muhammad Naim.
BPBD menyiapkan beberapa langkah-langkah kongkrit guna mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor. Pertama, memantau lokasi titik rawan banjir dan tanah longsor yang kemudian memberikan informasi terkini kepada warga sekitar tersebut.
Kedua, sosialisasi terhadap warga yang bertempat tinggal di pinggiran sungai. Ketiga, berkoordinasi dengan pihak terkait dalam upaya pencegahan dan peringatan dengan membentuk tim siaga. Keempat, mengatur dan menetapkan tempat pengungsian yang sesuai dengan protokol kesehatan.
Kelima, merancang dan membuat rambu petunjuk arah beserta jalur evakuasi. Keenam melakukan hal lain yang dianggap perlu terkait penanganan bencana. Ketujuh, melakukan informasi kejadian bencana kecamatan secara berkala baik melalui surat maupun media center.
Beberapa kecamatan di Kutim berpotensi mengalami tanah longsor dalam kategori sedang, diantaranya Kecamatan Sangatta Selatan, Muara Ancalong, Muara Bengkal, dan Bengalon.
Muhammad Naim meminta pihak kecamatan untuk berkoordinasi ke pihak terkait dalam membentuk tim siaga bencana, menetapkan lokasi pengungsian yang sesuai dengan protokol kesehatan, serta memasang rambu petunjuk arah dan jalur evakuasi.
"Surat edaran dari BPBD provinsi sudah kami teruskan ke 18 kecamatan di Kutim. Kami harap semua pihak dapat lebih waspada dan siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana," tambah Muhammad Naim.
Masyarakat yang bermukim di pinggiran sungai juga diminta untuk lebih waspada dan segera mencari tempat aman apabila melihat tanda-tanda longsor, seperti pengikisan tepi sungai.
(Sf/Mr)
Cari disini...
Seputar Kaltim

teks: Curah hujan deras mengakibatkan banjir di wilayah Sangatta beberapa waktu lalu. (dok.humas&komunikasisetkabkutim)
Sangatta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bencana banjir dan tanah longsor yang diperkirakan terjadi pada tahun 2025.
Peringatan ini menindaklanjuti surat dari BPBD Provinsi Kaltim dengan Nomor 300.2.3/094/BPBD-1/2025 yang diterbitkan pada 13 Februari 2025. BPBD Kutim mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana," kata Kepala BPBD Kutim, Muhammad Idris Syam melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Muhammad Naim.
BPBD menyiapkan beberapa langkah-langkah kongkrit guna mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor. Pertama, memantau lokasi titik rawan banjir dan tanah longsor yang kemudian memberikan informasi terkini kepada warga sekitar tersebut.
Kedua, sosialisasi terhadap warga yang bertempat tinggal di pinggiran sungai. Ketiga, berkoordinasi dengan pihak terkait dalam upaya pencegahan dan peringatan dengan membentuk tim siaga. Keempat, mengatur dan menetapkan tempat pengungsian yang sesuai dengan protokol kesehatan.
Kelima, merancang dan membuat rambu petunjuk arah beserta jalur evakuasi. Keenam melakukan hal lain yang dianggap perlu terkait penanganan bencana. Ketujuh, melakukan informasi kejadian bencana kecamatan secara berkala baik melalui surat maupun media center.
Beberapa kecamatan di Kutim berpotensi mengalami tanah longsor dalam kategori sedang, diantaranya Kecamatan Sangatta Selatan, Muara Ancalong, Muara Bengkal, dan Bengalon.
Muhammad Naim meminta pihak kecamatan untuk berkoordinasi ke pihak terkait dalam membentuk tim siaga bencana, menetapkan lokasi pengungsian yang sesuai dengan protokol kesehatan, serta memasang rambu petunjuk arah dan jalur evakuasi.
"Surat edaran dari BPBD provinsi sudah kami teruskan ke 18 kecamatan di Kutim. Kami harap semua pihak dapat lebih waspada dan siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana," tambah Muhammad Naim.
Masyarakat yang bermukim di pinggiran sungai juga diminta untuk lebih waspada dan segera mencari tempat aman apabila melihat tanda-tanda longsor, seperti pengikisan tepi sungai.
(Sf/Mr)