Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Untuk mewujudkan pemerataan pendidikan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus membangun fasilitas sekolah di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil yang sulit diakses.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, mengungkapkan bahwa selama 2 tahun 9 bulan terakhir, pembangunan infrastruktur pendidikan sudah menjangkau hampir seluruh kecamatan, termasuk wilayah pelosok seperti Sandaran, Busang, dan Karangan.
“Pembangunan ini adalah milik semua. Semua harus merasakan manfaatnya. Kita tidak hanya membangun di kota, tapi sampai ke pelosok juga. Di Sandaran, Busang, Karangan, semua kita sentuh,” ujar Mulyono.
Selama dua tahun terakhir, Pemkab Kutim telah membangun beberapa sekolah dasar (SD) baru, seperti SD 14 di Sangatta Selatan, SD 14, 15, 16, dan 17 di Sangatta Utara, SD 9 di Rantau Pulung, dan SD 20 di Bengalon. Beberapa sekolah swasta dan Sekolah menengah pertama (SMP) juga ikut dibangun.
Selain itu, Dinas Pendidikan juga mendirikan sekolah filial, yaitu sekolah sementara untuk daerah yang belum memiliki sekolah tetap. Ini dilakukan agar anak-anak tetap bisa bersekolah tanpa harus menempuh jarak jauh.
“Karena alasan jarak dan berbagai kendala, banyak orang jadi kesulitan menyekolahkan anaknya. Karena itu, kita maksimalkan sekolah filial. Sepanjang ada lahan dan minimal 60 anak, langsung kita bangun sekolah umum, tidak perlu filial lagi,” jelasnya.
Menurut Mulyono, hal ini menjadi langkah strategis dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kutim.
Mulyono juga yakin pendidikan di Kutim terus mengalami kemajuan. Ia menyebut wajah pendidikan di banyak daerah sudah berubah, dan dua tahun ke depan akan semakin baik lagi.
“Sekarang sudah banyak perubahan. Saya yakin dua tahun lagi akan jauh lebih maju,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Untuk mewujudkan pemerataan pendidikan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus membangun fasilitas sekolah di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil yang sulit diakses.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, mengungkapkan bahwa selama 2 tahun 9 bulan terakhir, pembangunan infrastruktur pendidikan sudah menjangkau hampir seluruh kecamatan, termasuk wilayah pelosok seperti Sandaran, Busang, dan Karangan.
“Pembangunan ini adalah milik semua. Semua harus merasakan manfaatnya. Kita tidak hanya membangun di kota, tapi sampai ke pelosok juga. Di Sandaran, Busang, Karangan, semua kita sentuh,” ujar Mulyono.
Selama dua tahun terakhir, Pemkab Kutim telah membangun beberapa sekolah dasar (SD) baru, seperti SD 14 di Sangatta Selatan, SD 14, 15, 16, dan 17 di Sangatta Utara, SD 9 di Rantau Pulung, dan SD 20 di Bengalon. Beberapa sekolah swasta dan Sekolah menengah pertama (SMP) juga ikut dibangun.
Selain itu, Dinas Pendidikan juga mendirikan sekolah filial, yaitu sekolah sementara untuk daerah yang belum memiliki sekolah tetap. Ini dilakukan agar anak-anak tetap bisa bersekolah tanpa harus menempuh jarak jauh.
“Karena alasan jarak dan berbagai kendala, banyak orang jadi kesulitan menyekolahkan anaknya. Karena itu, kita maksimalkan sekolah filial. Sepanjang ada lahan dan minimal 60 anak, langsung kita bangun sekolah umum, tidak perlu filial lagi,” jelasnya.
Menurut Mulyono, hal ini menjadi langkah strategis dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kutim.
Mulyono juga yakin pendidikan di Kutim terus mengalami kemajuan. Ia menyebut wajah pendidikan di banyak daerah sudah berubah, dan dua tahun ke depan akan semakin baik lagi.
“Sekarang sudah banyak perubahan. Saya yakin dua tahun lagi akan jauh lebih maju,” pungkasnya.
(Sf/Rs)