Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim
Ilustrasi Karhutla (Dok: istimewa)
Tenggarong - Wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) kini tengah memasuki cuaca ekstrem yang ditandai dengan naiknya suhu panas dan minimnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini tentu akan memicu terjadinya kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan, terutama di kawasan lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan saat musim kemarau.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Opyarsha Wardana mengatakan wilayah Hulu Makaman dinilai rawan dilanda karhutla saat cuaca ekstrem berlangsung karena kawasan tersebut sebagian merupakan lahan gambut.
“Biasanya yang rawan terjadi karhutla itu di wilayah Hulu Mahakam karena banyak lahan gambut, seperti Muara Badak, Kembang Janggut hingga Muara Kaman,” ujar Opyarsha, Rabu (1/4/2026).
Berdasarkan rilis dari BMKG, puncak cuaca ekstrem di Kukar diprediksi akan terjadi pada Agustus 2026 mendatang. Kabar itu mendorong pemerintah daerah untuk melakukan kesiapsiagaan sejak dini dengan memantau titik panas atau hot spot secara berkala melalui sistem online.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga turut mengingatkan masyarakat untuk segera menghemat dan menampung pasokan air serta tidak sembarangan membuang puntung rokok saat musim kemarau guna menghindari terjadinya kekeringan dan karhutla saat musim kemarau.
“Kita akan segera mengeluarkan surat edaran terkait kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem untuk mengurangi dampaknya,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Agus Saputra -
Seputar Kaltim

Ilustrasi Karhutla (Dok: istimewa)
Tenggarong - Wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) kini tengah memasuki cuaca ekstrem yang ditandai dengan naiknya suhu panas dan minimnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi ini tentu akan memicu terjadinya kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan, terutama di kawasan lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan saat musim kemarau.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Opyarsha Wardana mengatakan wilayah Hulu Makaman dinilai rawan dilanda karhutla saat cuaca ekstrem berlangsung karena kawasan tersebut sebagian merupakan lahan gambut.
“Biasanya yang rawan terjadi karhutla itu di wilayah Hulu Mahakam karena banyak lahan gambut, seperti Muara Badak, Kembang Janggut hingga Muara Kaman,” ujar Opyarsha, Rabu (1/4/2026).
Berdasarkan rilis dari BMKG, puncak cuaca ekstrem di Kukar diprediksi akan terjadi pada Agustus 2026 mendatang. Kabar itu mendorong pemerintah daerah untuk melakukan kesiapsiagaan sejak dini dengan memantau titik panas atau hot spot secara berkala melalui sistem online.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga turut mengingatkan masyarakat untuk segera menghemat dan menampung pasokan air serta tidak sembarangan membuang puntung rokok saat musim kemarau guna menghindari terjadinya kekeringan dan karhutla saat musim kemarau.
“Kita akan segera mengeluarkan surat edaran terkait kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem untuk mengurangi dampaknya,” tandasnya.
(Sf/Lo)