Seputar Kaltim

    Kukar Jadi Tuan Rumah Rakor Centre of Excellence Budaya Kaltim

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    20 Juli 2023 pukul 20:35 WITA

    Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Center of Excellent, dan penyerahan hasil alih media naskah kuno koleksi Museum Mulawarman. (Foto: Istimewa)

    Tenggarong - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DPK) Kalimantan Timur (Kaltim) menyelenggarakan kegiatan rapat koordinasi (Rakor) pengembangan pusat keunggulan Centre of Excellence Budaya Kaltim dan Sosialisasi Pelestarian Naskah Kuno 2023 di Kutai Kartanegara (Kukar).

    Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta dari kabupaten/kota, perwakilan organisasi perpustakaan dan mitra perpustakaan se-Kaltim. 

    Kepala DPK Kaltim, M Syafranuddin mengatakan penunjukkan Kaltim sebagai Center of Excellent sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Tapi sampai sekarang belum ada perkembangan kegiatan untuk program yang harus dijalankan. 

    Center of Excellent bertugas untuk memenuhi kebutuhan pemustaka terhadap informasi tentang budaya-budaya yang ada di Indonesia, khususnya budaya dan etnis di Kaltim.

    Untuk itu, kata dia, rakor yang diselenggarakan  untuk memberikan informasi dan pemahaman tentang sejarah di Pulau Kalimantan, paling utama sejarah, kesenian dan budaya di wilayah pedalaman yang tidak banyak diketahui khalayak luas.

    "Saya bilang kita harus melakukan revitalisasi untuk kegiatan ini, apa yang harus kita laksanakan selanjutnya," Kata Syafranuddin. 

    Berkaca pada sejarah, ini adalah hal terpenting bagi pembagunan bangsa. Jika tidak dilakukan evaluasi terhadap penunjukan ketinggalan, maka akan ketinggalan. 

    Syafranuddin menyebutkan ada sejarah kaltim yang malah tercatat di perpustakaan belanda, salah satunya cerita Putri Petung yang merupakan mitologi penduduk Paser yang diyakini sebagai Ratu Pertama Kerajaan Sadurengas. 

    "Data Putri Petung malah ada di belanda dan alhamdulillah sudah diserahkan kembali kepada Pemerintah RI, dengan data-data itu kita bisa melengkapi cerita sejarah di Kalimantan Timur," ungkapnya. 

    Menurutnya, masih banyak sejarah yang masih belum dipublikasikan dengan baik yang juga dibahas di dalam Naskah Kuno, seperti Batu Yupa, sejarah-sejarah yang ditulis di Kulit Kayu dan goa-goa di Kaltim.

    "Saya tidak mau generasi kita tidak tahu tentang sejarah yang ada di daerahnya, seperti Goa di Sangkulirang ada karya yang belum dipublis," tegasnya. 

    Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan Penandatanganan perjanjian kerja sama Center of Excellent dan penyerahan hasil alih media naskah kuno koleksi Museum Mulawarman dari DKP Kaltim kepada Diarpus Kukar dan Kesultanan Kutai Kertanegara Ing Martadipura. 

    Sekda Kukar, Sunggono berharap hasil dari kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi dan rencana kerja yang sesuai dengan tujuan rapat koordinasi tersebut. 

    Sebagai kerajaan tertua yang ditetapkan sebagai tuan rumah rapat koordinasi ini mengharapkan naskah kuno maupun budaya kuno baru yang selama ini belum diketahui bisa digali dan dipublikasi ke masyarakat. 

    Harapannya, lanjut Sunggono, melalui kegiatan hari ini akan muncul hal-hal baru yang berkaitan dengan skrip budaya kuno.  "Dari forum ini nantinya akan muncul kekayaan budaya yang salama ini belum tergali dan belum diketahui orang lain,” tutupnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Kukar Jadi Tuan Rumah Rakor Centre of Excellence Budaya Kaltim

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    20 Juli 2023 pukul 20:35 WITA

    Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Center of Excellent, dan penyerahan hasil alih media naskah kuno koleksi Museum Mulawarman. (Foto: Istimewa)

    Tenggarong - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DPK) Kalimantan Timur (Kaltim) menyelenggarakan kegiatan rapat koordinasi (Rakor) pengembangan pusat keunggulan Centre of Excellence Budaya Kaltim dan Sosialisasi Pelestarian Naskah Kuno 2023 di Kutai Kartanegara (Kukar).

    Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta dari kabupaten/kota, perwakilan organisasi perpustakaan dan mitra perpustakaan se-Kaltim. 

    Kepala DPK Kaltim, M Syafranuddin mengatakan penunjukkan Kaltim sebagai Center of Excellent sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Tapi sampai sekarang belum ada perkembangan kegiatan untuk program yang harus dijalankan. 

    Center of Excellent bertugas untuk memenuhi kebutuhan pemustaka terhadap informasi tentang budaya-budaya yang ada di Indonesia, khususnya budaya dan etnis di Kaltim.

    Untuk itu, kata dia, rakor yang diselenggarakan  untuk memberikan informasi dan pemahaman tentang sejarah di Pulau Kalimantan, paling utama sejarah, kesenian dan budaya di wilayah pedalaman yang tidak banyak diketahui khalayak luas.

    "Saya bilang kita harus melakukan revitalisasi untuk kegiatan ini, apa yang harus kita laksanakan selanjutnya," Kata Syafranuddin. 

    Berkaca pada sejarah, ini adalah hal terpenting bagi pembagunan bangsa. Jika tidak dilakukan evaluasi terhadap penunjukan ketinggalan, maka akan ketinggalan. 

    Syafranuddin menyebutkan ada sejarah kaltim yang malah tercatat di perpustakaan belanda, salah satunya cerita Putri Petung yang merupakan mitologi penduduk Paser yang diyakini sebagai Ratu Pertama Kerajaan Sadurengas. 

    "Data Putri Petung malah ada di belanda dan alhamdulillah sudah diserahkan kembali kepada Pemerintah RI, dengan data-data itu kita bisa melengkapi cerita sejarah di Kalimantan Timur," ungkapnya. 

    Menurutnya, masih banyak sejarah yang masih belum dipublikasikan dengan baik yang juga dibahas di dalam Naskah Kuno, seperti Batu Yupa, sejarah-sejarah yang ditulis di Kulit Kayu dan goa-goa di Kaltim.

    "Saya tidak mau generasi kita tidak tahu tentang sejarah yang ada di daerahnya, seperti Goa di Sangkulirang ada karya yang belum dipublis," tegasnya. 

    Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan Penandatanganan perjanjian kerja sama Center of Excellent dan penyerahan hasil alih media naskah kuno koleksi Museum Mulawarman dari DKP Kaltim kepada Diarpus Kukar dan Kesultanan Kutai Kertanegara Ing Martadipura. 

    Sekda Kukar, Sunggono berharap hasil dari kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi dan rencana kerja yang sesuai dengan tujuan rapat koordinasi tersebut. 

    Sebagai kerajaan tertua yang ditetapkan sebagai tuan rumah rapat koordinasi ini mengharapkan naskah kuno maupun budaya kuno baru yang selama ini belum diketahui bisa digali dan dipublikasi ke masyarakat. 

    Harapannya, lanjut Sunggono, melalui kegiatan hari ini akan muncul hal-hal baru yang berkaitan dengan skrip budaya kuno.  "Dari forum ini nantinya akan muncul kekayaan budaya yang salama ini belum tergali dan belum diketahui orang lain,” tutupnya.

    (Sf/By)