Seputar Kaltim

    Kualitas Udara Kutim Fluktuatif, Bupati Ardiansyah Minta PJJ Jenjang SD dan PAUD Evaluasi Wilayah

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    26 September 2026 pukul 18:56 WITA

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) tengah mengevaluasi kemungkinan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tengah kondisi kualitas udara yang masih fluktuatif di sejumlah wilayah.

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengatakan kondisi udara di beberapa wilayah masih mengalami perubahan sehingga penerapan pembelajaran perlu melihat kondisi masing-masing wilayah.

    “Ya, hari ini sedang dievaluasi. Sudah ada beberapa wilayah yang memang fluktuatif, itu masalahnya,” ujar Ardiansyah.

    Menurutnya, pertimbangan PJJ juga perlu memperhatikan kelompok usia yang lebih rentan terhadap kondisi udara, terutama anak-anak.

    Ardiansyah menyebut untuk jenjang SMP pembelajaran mungkin dapat berjalan. Sementara untuk SD dan PAUD, kondisi di masing-masing wilayah diminta terlebih dahulu dicek.

    “Tadi saya perintahkan untuk SMP mungkin silakan, untuk SD sama PAUD coba dicek dulu karena rentannya itu pada usia anak-anak,” katanya. 

    Evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat kondisi di masing-masing wilayah sebelum menentukan langkah pembelajaran selanjutnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Kualitas Udara Kutim Fluktuatif, Bupati Ardiansyah Minta PJJ Jenjang SD dan PAUD Evaluasi Wilayah

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    26 September 2026 pukul 18:56 WITA

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) tengah mengevaluasi kemungkinan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tengah kondisi kualitas udara yang masih fluktuatif di sejumlah wilayah.

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengatakan kondisi udara di beberapa wilayah masih mengalami perubahan sehingga penerapan pembelajaran perlu melihat kondisi masing-masing wilayah.

    “Ya, hari ini sedang dievaluasi. Sudah ada beberapa wilayah yang memang fluktuatif, itu masalahnya,” ujar Ardiansyah.

    Menurutnya, pertimbangan PJJ juga perlu memperhatikan kelompok usia yang lebih rentan terhadap kondisi udara, terutama anak-anak.

    Ardiansyah menyebut untuk jenjang SMP pembelajaran mungkin dapat berjalan. Sementara untuk SD dan PAUD, kondisi di masing-masing wilayah diminta terlebih dahulu dicek.

    “Tadi saya perintahkan untuk SMP mungkin silakan, untuk SD sama PAUD coba dicek dulu karena rentannya itu pada usia anak-anak,” katanya. 

    Evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat kondisi di masing-masing wilayah sebelum menentukan langkah pembelajaran selanjutnya.

    (Sf/Lo)