Seputar Kaltim

    KSOP Semayang Lakukan Rekayasa Arus Penumpang Selama Libur Lebaran 2025

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan, Capt. Heru Susanto sampaikan rekayasa arus hingga rencana perpanjangan pelabuhan yang dikhususkan untuk penumpang. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan melakukan sejumlah rekayasa guna mengatur kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2025 di Pelabuhan Semayang, Balikpapan.

    Kepala KSOP Kelas I Balikpapan, Capt. Heru Susanto menjelaskan, bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah, mulai dari penambahan tenda penumpang hingga pengaturan waktu pembersihan kapal milik Pelni.

    "Biasanya kapal dibersihkan lebih dulu sebelum penumpang naik. Namun kali ini, penumpang bisa langsung naik karena kapal akan dibersihkan menjelang kedatangannya di pelabuhan berikutnya," ujar Capt. Heru saat ditemui awak media disela pemantauan arus balik di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Selasa (8/4/2025).

    Selain itu, area parkir depan pelabuhan kini hanya diperuntukkan bagi aktivitas drop off, tanpa penyediaan tempat parkir kendaraan. KSOP juga telah menyediakan tenda sebagai tempat tunggu bagi para penumpang.

    Untuk arus balik pada pagi ini, Selasa (8/4), tercatat dua kapal masuk ke Pelabuhan Semayang, yakni KM Dorolonda dan KM Lambelu, yang masing-masing datang dari Parepare dan Surabaya. Total penumpang yang turun dari kedua kapal tersebut sebanyak 3.679 penumpang.

    “KM Lambelu merupakan kapal reguler yang memang melayani trayek ke Pelabuhan Semayang, sedangkan KM Doro Londa merupakan tambahan (ekstra) dalam rangka mendukung angkutan Lebaran,” akunya.

    Menurutnya, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada 8 hingga 10 April 2025. Kebijakan pemerintah yang menerapkan sistem kerja dari rumah (WFH) memungkinkan pemudik mengatur kepulangan secara fleksibel.

    "Jadi masyarakat masih bisa bekerja dari kampung sembari mengatur jadwal kepulangannya," terangnya.

    Terkait kendala selama arus balik, pihak KSOP menyatakan tidak ada hambatan berarti. Bahkan, ke depan direncanakan adanya perpanjangan dermaga pelabuhan yang saat ini memiliki panjang 500 meter dan digunakan bersama antara kapal penumpang dan kargo.

    "Dengan perpanjangan dermaga, diharapkan ke depan Pelabuhan Semayang bisa lebih fokus melayani kapal penumpang," ujarnya.

    Evaluasi posko Lebaran juga menunjukkan bahwa semua berjalan lancar tanpa kejadian signifikan. Bahkan masyarakat beranggapan jika Pelabuhan Semayang kerap tampak penuh dan padat.

    "Itu adalah aktivitas normal pelabuhan. Kalau kosong justru berarti tidak ada aktivitas. Kepadatan itu biasanya hanya terjadi 1 sampai 2 jam saat proses naik turun penumpang," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    KSOP Semayang Lakukan Rekayasa Arus Penumpang Selama Libur Lebaran 2025

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan, Capt. Heru Susanto sampaikan rekayasa arus hingga rencana perpanjangan pelabuhan yang dikhususkan untuk penumpang. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan melakukan sejumlah rekayasa guna mengatur kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2025 di Pelabuhan Semayang, Balikpapan.

    Kepala KSOP Kelas I Balikpapan, Capt. Heru Susanto menjelaskan, bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah, mulai dari penambahan tenda penumpang hingga pengaturan waktu pembersihan kapal milik Pelni.

    "Biasanya kapal dibersihkan lebih dulu sebelum penumpang naik. Namun kali ini, penumpang bisa langsung naik karena kapal akan dibersihkan menjelang kedatangannya di pelabuhan berikutnya," ujar Capt. Heru saat ditemui awak media disela pemantauan arus balik di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Selasa (8/4/2025).

    Selain itu, area parkir depan pelabuhan kini hanya diperuntukkan bagi aktivitas drop off, tanpa penyediaan tempat parkir kendaraan. KSOP juga telah menyediakan tenda sebagai tempat tunggu bagi para penumpang.

    Untuk arus balik pada pagi ini, Selasa (8/4), tercatat dua kapal masuk ke Pelabuhan Semayang, yakni KM Dorolonda dan KM Lambelu, yang masing-masing datang dari Parepare dan Surabaya. Total penumpang yang turun dari kedua kapal tersebut sebanyak 3.679 penumpang.

    “KM Lambelu merupakan kapal reguler yang memang melayani trayek ke Pelabuhan Semayang, sedangkan KM Doro Londa merupakan tambahan (ekstra) dalam rangka mendukung angkutan Lebaran,” akunya.

    Menurutnya, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada 8 hingga 10 April 2025. Kebijakan pemerintah yang menerapkan sistem kerja dari rumah (WFH) memungkinkan pemudik mengatur kepulangan secara fleksibel.

    "Jadi masyarakat masih bisa bekerja dari kampung sembari mengatur jadwal kepulangannya," terangnya.

    Terkait kendala selama arus balik, pihak KSOP menyatakan tidak ada hambatan berarti. Bahkan, ke depan direncanakan adanya perpanjangan dermaga pelabuhan yang saat ini memiliki panjang 500 meter dan digunakan bersama antara kapal penumpang dan kargo.

    "Dengan perpanjangan dermaga, diharapkan ke depan Pelabuhan Semayang bisa lebih fokus melayani kapal penumpang," ujarnya.

    Evaluasi posko Lebaran juga menunjukkan bahwa semua berjalan lancar tanpa kejadian signifikan. Bahkan masyarakat beranggapan jika Pelabuhan Semayang kerap tampak penuh dan padat.

    "Itu adalah aktivitas normal pelabuhan. Kalau kosong justru berarti tidak ada aktivitas. Kepadatan itu biasanya hanya terjadi 1 sampai 2 jam saat proses naik turun penumpang," pungkasnya.

    (Sf/Rs)