Cari disini...
Seputar Kaltim
Posko pelayanan terpadu Pelabuhan Semayang Balikpapan resmi dibuka. Lonjakan penumpang capai 20 persen dari tahun 2024 lalu. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Balikpapan bersama instansi terkait membuka Posko Pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Kamis (18/12/2025). Posko ini dibuka sebagai tindak lanjut instruksi Posko Nasional Kementerian Perhubungan.
Kepala KSOP Balikpapan, Capt. Weku Frederik Karuntu mengatakan, posko Nataru merupakan agenda rutin yang dikoordinasikan langsung oleh Kementerian Perhubungan dalam rangka pengamanan angkutan pada hari besar keagamaan.
“Posko Nataru mulai aktif per 18 Desember 2025 dan pembukaannya dilaksanakan sekitar pukul 16.30 Wita,” ucap Capt Weku usai pembukaan.
Ia menjelaskan, keberadaan posko bertujuan untuk memastikan aspek keselamatan pelayaran, baik dari sisi kapal maupun penumpang. Seluruh kapal yang beroperasi dipastikan telah memenuhi persyaratan keselamatan guna mencegah terjadinya kecelakaan laut maupun kejadian luar biasa yang tidak diinginkan.
“Melalui posko ini, kami dari KSOP bersama TNI, Polri, operator kapal, dan operator pelabuhan memastikan kesiapan angkutan laut. Intinya, kami ingin masyarakat merasa aman dan tenang saat melakukan perjalanan,” jelasnya.
Terkait potensi lonjakan penumpang selama Nataru, ia menyebutkan bahwa berdasarkan data Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, jumlah penumpang di Balikpapan diperkirakan meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun 2024.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, KSOP memberikan dispensasi kapasitas penumpang pada sejumlah kapal.
“Kapal penumpang milik Pelni yang semula berkapasitas sekitar 1.900 penumpang diberikan dispensasi hingga 2.946 penumpang,” lanjutnya.
Tidak hanya Pelni, kapal penyeberangan jenis RoRo mendapat dispensasi kapasitas sebesar 10 persen, dari kisaran 800 penumpang menjadi hingga 1.200 penumpang.
“Namun angka riil penumpang akan kami pantau secara harian selama pelaksanaan Nataru,” tambahnya.
Dirinya menegaskan, pemberian dispensasi dilakukan setelah kapal dinyatakan laik laut. Marine Inspector dan pengamat keselamatan kapal terlebih dahulu melakukan pemeriksaan ramp check, untuk memastikan seluruh aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang terpenuhi.
Selain itu, faktor cuaca juga menjadi perhatian utama. KSOP Balikpapan terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta mewajibkan operator kapal memperhatikan laporan cuaca sebelum berlayar.
“Di posko tersedia fasilitas pemantauan cuaca secara real time. Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, keberangkatan kapal bukan dilarang, tetapi ditunda sampai cuaca aman,” terangnya.
Menurutnya, posko Nataru berfungsi sebagai pusat informasi yang menyajikan data terkini terkait keselamatan, cuaca, dan pergerakan penumpang.
Namun demikian, pihaknya belum dapat memprediksi secara pasti jumlah penumpang karena kesadaran masyarakat terhadap faktor cuaca juga semakin meningkat.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Posko pelayanan terpadu Pelabuhan Semayang Balikpapan resmi dibuka. Lonjakan penumpang capai 20 persen dari tahun 2024 lalu. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Balikpapan bersama instansi terkait membuka Posko Pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Kamis (18/12/2025). Posko ini dibuka sebagai tindak lanjut instruksi Posko Nasional Kementerian Perhubungan.
Kepala KSOP Balikpapan, Capt. Weku Frederik Karuntu mengatakan, posko Nataru merupakan agenda rutin yang dikoordinasikan langsung oleh Kementerian Perhubungan dalam rangka pengamanan angkutan pada hari besar keagamaan.
“Posko Nataru mulai aktif per 18 Desember 2025 dan pembukaannya dilaksanakan sekitar pukul 16.30 Wita,” ucap Capt Weku usai pembukaan.
Ia menjelaskan, keberadaan posko bertujuan untuk memastikan aspek keselamatan pelayaran, baik dari sisi kapal maupun penumpang. Seluruh kapal yang beroperasi dipastikan telah memenuhi persyaratan keselamatan guna mencegah terjadinya kecelakaan laut maupun kejadian luar biasa yang tidak diinginkan.
“Melalui posko ini, kami dari KSOP bersama TNI, Polri, operator kapal, dan operator pelabuhan memastikan kesiapan angkutan laut. Intinya, kami ingin masyarakat merasa aman dan tenang saat melakukan perjalanan,” jelasnya.
Terkait potensi lonjakan penumpang selama Nataru, ia menyebutkan bahwa berdasarkan data Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, jumlah penumpang di Balikpapan diperkirakan meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun 2024.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, KSOP memberikan dispensasi kapasitas penumpang pada sejumlah kapal.
“Kapal penumpang milik Pelni yang semula berkapasitas sekitar 1.900 penumpang diberikan dispensasi hingga 2.946 penumpang,” lanjutnya.
Tidak hanya Pelni, kapal penyeberangan jenis RoRo mendapat dispensasi kapasitas sebesar 10 persen, dari kisaran 800 penumpang menjadi hingga 1.200 penumpang.
“Namun angka riil penumpang akan kami pantau secara harian selama pelaksanaan Nataru,” tambahnya.
Dirinya menegaskan, pemberian dispensasi dilakukan setelah kapal dinyatakan laik laut. Marine Inspector dan pengamat keselamatan kapal terlebih dahulu melakukan pemeriksaan ramp check, untuk memastikan seluruh aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang terpenuhi.
Selain itu, faktor cuaca juga menjadi perhatian utama. KSOP Balikpapan terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta mewajibkan operator kapal memperhatikan laporan cuaca sebelum berlayar.
“Di posko tersedia fasilitas pemantauan cuaca secara real time. Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, keberangkatan kapal bukan dilarang, tetapi ditunda sampai cuaca aman,” terangnya.
Menurutnya, posko Nataru berfungsi sebagai pusat informasi yang menyajikan data terkini terkait keselamatan, cuaca, dan pergerakan penumpang.
Namun demikian, pihaknya belum dapat memprediksi secara pasti jumlah penumpang karena kesadaran masyarakat terhadap faktor cuaca juga semakin meningkat.
(Sf/Rs)