Cari disini...
Seputarfakta.com - Nuraini -
Seputar Kaltim
Komisi Pemilihan Umum RI, Ifa Rosita, sebagai narasumber utama kegiatan silaturahmi dan konsolidasi bertajuk “Penguatan Adat Budaya untuk Demokrasi Beretika”. (Foto: Diskominfo Bontang)
Bontang - Penguatan nilai budaya dan peran perempuan dinilai menjadi salah satu kunci menjaga kualitas demokrasi agar tetap beretika dan berkeadaban.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan konsolidasi yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang bersama sejumlah organisasi dan komunitas perempuan di Rumah Makan Bolang, kawasan Bontang Kuala, Sabtu (14/3/2026).
Dalam forum tersebut, anggota KPU RI, Ifa Rosita menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam ruang demokrasi. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai sosial dan budaya yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.
Ia menjelaskan perempuan tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga sebagai agen pendidikan politik di lingkungan keluarga maupun komunitas. Melalui peran tersebut, perempuan dapat menanamkan nilai etika, toleransi, serta sikap saling menghargai dalam proses demokrasi.
“Perempuan memiliki posisi penting dalam menjaga nilai-nilai budaya dan etika di masyarakat. Ketika perempuan terlibat aktif dalam ruang demokrasi, maka proses demokrasi akan lebih beradab, inklusif dan berorientasi pada kepentingan bersama,” ujarnya.
Ketua KPU Bontang, Muzarobbi Renfly mengatakan penguatan demokrasi tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pemilu semata, tetapi juga bagaimana nilai-nilai budaya dan kearifan lokal tetap menjadi landasan dalam praktik demokrasi di masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara penyelenggara pemilu dan berbagai elemen masyarakat perlu terus diperkuat agar demokrasi tidak sekadar prosedural, tetapi juga berakar pada nilai kebersamaan dan integritas.
“Kami ingin membangun ruang dialog dengan masyarakat, khususnya komunitas perempuan, agar demokrasi yang tumbuh di Bontang tetap menjunjung nilai budaya dan etika,” jelasnya.
Diskusi bersama berbagai komunitas perempuan di Kota Bontang juga menjadi ruang bertukar gagasan mengenai upaya memperkuat peran perempuan dalam menjaga nilai budaya sekaligus mendorong praktik demokrasi yang lebih sehat di tingkat lokal.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Nuraini -
Seputar Kaltim

Komisi Pemilihan Umum RI, Ifa Rosita, sebagai narasumber utama kegiatan silaturahmi dan konsolidasi bertajuk “Penguatan Adat Budaya untuk Demokrasi Beretika”. (Foto: Diskominfo Bontang)
Bontang - Penguatan nilai budaya dan peran perempuan dinilai menjadi salah satu kunci menjaga kualitas demokrasi agar tetap beretika dan berkeadaban.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan konsolidasi yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang bersama sejumlah organisasi dan komunitas perempuan di Rumah Makan Bolang, kawasan Bontang Kuala, Sabtu (14/3/2026).
Dalam forum tersebut, anggota KPU RI, Ifa Rosita menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam ruang demokrasi. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai sosial dan budaya yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.
Ia menjelaskan perempuan tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga sebagai agen pendidikan politik di lingkungan keluarga maupun komunitas. Melalui peran tersebut, perempuan dapat menanamkan nilai etika, toleransi, serta sikap saling menghargai dalam proses demokrasi.
“Perempuan memiliki posisi penting dalam menjaga nilai-nilai budaya dan etika di masyarakat. Ketika perempuan terlibat aktif dalam ruang demokrasi, maka proses demokrasi akan lebih beradab, inklusif dan berorientasi pada kepentingan bersama,” ujarnya.
Ketua KPU Bontang, Muzarobbi Renfly mengatakan penguatan demokrasi tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pemilu semata, tetapi juga bagaimana nilai-nilai budaya dan kearifan lokal tetap menjadi landasan dalam praktik demokrasi di masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara penyelenggara pemilu dan berbagai elemen masyarakat perlu terus diperkuat agar demokrasi tidak sekadar prosedural, tetapi juga berakar pada nilai kebersamaan dan integritas.
“Kami ingin membangun ruang dialog dengan masyarakat, khususnya komunitas perempuan, agar demokrasi yang tumbuh di Bontang tetap menjunjung nilai budaya dan etika,” jelasnya.
Diskusi bersama berbagai komunitas perempuan di Kota Bontang juga menjadi ruang bertukar gagasan mengenai upaya memperkuat peran perempuan dalam menjaga nilai budaya sekaligus mendorong praktik demokrasi yang lebih sehat di tingkat lokal.
(Sf/Lo)