Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat saat ditemui di Kantor KPU Jalan Juanda, Samarinda, Rabu (21/2/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Satu Petugas Keamanan dan Ketertiban (PAM) Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang meninggal dunia, Selasa (20/2/2024) sore.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda, Firman Hidayat menyampaikan rasa terima kasih atas perjuangannya selama Pemilu berlangsung. Ia juga menyampaikan rasa belasungkawanya kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kami kemarin mendapat kabar duka, dan tentu kami dari KPU akan berkoordinasi dengan KPU Provinsi dan KPU RI, paling tidak ada santunan atau tunjangan untuk diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan,” kata Firman kepada Seputar Fakta, Rabu (21/2/2024).
Di tengah Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang akan dilakukan pada tanggal 24 Februari mendatang, ia mengimbau kepada para petugas untuk tetap menjaga kesehatan.
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Firman mengatakan, sebelum pelaksanaan Pemilu pihaknya telah meminimalisir dan memitigasi bagaimana PAM TPS dalam menjalankan tugasnya.
“Yang pasti kami tidak akan diam, dan kami pasti tidak akan membiarkan hal-hal yang tidak diingkan terjadi kembali,” katanya.
Ia memastikan, pihaknya akan memproses beberapa hal yang masih menjadi hak dari PAM TPS yang meninggal dunia, sebab masih dalam hitungan masa kerja.
Di sisi lain, Seputar Fakta mendatangi rumah duka di Jalan Padat Karya, Gang Kaganangan RT 73, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang. Pihak keluarga melalui istri mendiang, Dini menyampaikan bahwa Donny Rolano (suaminya) meninggal karena sakit.
Dini bercerita, setelah pelaksanaan Pemilu kesehatan suaminya menurun.
“Mungkin juga karena kelelahan. Kan beberapa hari sebelum Pemilu sudah mulai kerja, kaya pasang tarub untuk TPS. Apalagi bapak (suaminya) kan punya riwayat diabetes,” jelasnya.
Ia menjelaskan, selama beberapa mendiang sempat menjalani perawatan di rumah, sampai akhirnya hari Minggu (18/2) dibawa ke Rumah Sakit Hermina, dan dinyatakan meninggal pada Selasa (20/2) sore di rumah sakit.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat saat ditemui di Kantor KPU Jalan Juanda, Samarinda, Rabu (21/2/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Satu Petugas Keamanan dan Ketertiban (PAM) Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang meninggal dunia, Selasa (20/2/2024) sore.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda, Firman Hidayat menyampaikan rasa terima kasih atas perjuangannya selama Pemilu berlangsung. Ia juga menyampaikan rasa belasungkawanya kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kami kemarin mendapat kabar duka, dan tentu kami dari KPU akan berkoordinasi dengan KPU Provinsi dan KPU RI, paling tidak ada santunan atau tunjangan untuk diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan,” kata Firman kepada Seputar Fakta, Rabu (21/2/2024).
Di tengah Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang akan dilakukan pada tanggal 24 Februari mendatang, ia mengimbau kepada para petugas untuk tetap menjaga kesehatan.
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Firman mengatakan, sebelum pelaksanaan Pemilu pihaknya telah meminimalisir dan memitigasi bagaimana PAM TPS dalam menjalankan tugasnya.
“Yang pasti kami tidak akan diam, dan kami pasti tidak akan membiarkan hal-hal yang tidak diingkan terjadi kembali,” katanya.
Ia memastikan, pihaknya akan memproses beberapa hal yang masih menjadi hak dari PAM TPS yang meninggal dunia, sebab masih dalam hitungan masa kerja.
Di sisi lain, Seputar Fakta mendatangi rumah duka di Jalan Padat Karya, Gang Kaganangan RT 73, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang. Pihak keluarga melalui istri mendiang, Dini menyampaikan bahwa Donny Rolano (suaminya) meninggal karena sakit.
Dini bercerita, setelah pelaksanaan Pemilu kesehatan suaminya menurun.
“Mungkin juga karena kelelahan. Kan beberapa hari sebelum Pemilu sudah mulai kerja, kaya pasang tarub untuk TPS. Apalagi bapak (suaminya) kan punya riwayat diabetes,” jelasnya.
Ia menjelaskan, selama beberapa mendiang sempat menjalani perawatan di rumah, sampai akhirnya hari Minggu (18/2) dibawa ke Rumah Sakit Hermina, dan dinyatakan meninggal pada Selasa (20/2) sore di rumah sakit.
(Sf/Rs)