Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua KPU Kota Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD). (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun laporan evaluasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, serta memberikan penghargaan kepada instansi yang berkontribusi dalam penyelenggaraan pemilihan.
Acara ini berlangsung di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Senin (24/2/2025) malam.
Pada kesempatan ini, Ketua KPU Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono menyampaikan, bahwa ada beberapa catatan perbaikan, seperti pemetaan tempat pemungutan suara (TPS) yang perlu lebih akurat, serta pembaruan data pemilih yang lebih tepat waktu.
“Hal ini telah dibahas bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Balikpapan,” ucap Yudho kepada media usai kegiatan.
Selain itu, KPU menyoroti pentingnya meningkatkan kesadaran politik masyarakat. Menurut Yudho, hal ini menjadi tanggung jawab bersama antara KPU, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta partai politik.
"Kami berharap ke depan dapat berkolaborasi untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat. Dari delapan faktor utama yang memengaruhi partisipasi pemilih, kesadaran politik menjadi salah satu yang paling besar pengaruhnya di Balikpapan," jelasnya.
Sementara untuk tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024 tercatat sebesar 60,33 persen. Angka ini konsisten dengan empat pelaksanaan Pilkada sebelumnya yang selalu berada di kisaran 60 persen.
KPU Balikpapan berencana melakukan riset guna mencari tahu penyebab stagnasi angka partisipasi ini.
"Kami berharap riset ini bisa terealisasi, karena berkaitan dengan alokasi anggaran. Jika ada hasil riset yang memberikan rekomendasi, kita bisa mengetahui akar permasalahannya dan mencari solusi yang lebih efektif," terangnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan baru dalam kampanye politik agar tidak hanya berfokus pada praktik money politics dan black campaign.
"Seharusnya ada metode lain yang lebih elegan dan bermakna untuk menarik perhatian pemilih, bukan hanya sekadar permainan isu," tuturnya.
Sementara untuk penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama dan dukungan berbagai pihak dalam menyukseskan Pilkada Serentak 2024.
"Kesuksesan Pilkada 2024 bukan hanya hasil kerja KPU semata, tetapi berkat kekompakan dan kerja sama Forkopimda, TNI-Polri, serta instansi terkait lainnya," ujar Yudho usai kegiatan.
Dalam evaluasi yang dilakukan, secara umum pelaksanaan Pilkada 2024 berjalan dengan baik dan lancar.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua KPU Kota Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD). (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun laporan evaluasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, serta memberikan penghargaan kepada instansi yang berkontribusi dalam penyelenggaraan pemilihan.
Acara ini berlangsung di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Senin (24/2/2025) malam.
Pada kesempatan ini, Ketua KPU Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono menyampaikan, bahwa ada beberapa catatan perbaikan, seperti pemetaan tempat pemungutan suara (TPS) yang perlu lebih akurat, serta pembaruan data pemilih yang lebih tepat waktu.
“Hal ini telah dibahas bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Balikpapan,” ucap Yudho kepada media usai kegiatan.
Selain itu, KPU menyoroti pentingnya meningkatkan kesadaran politik masyarakat. Menurut Yudho, hal ini menjadi tanggung jawab bersama antara KPU, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta partai politik.
"Kami berharap ke depan dapat berkolaborasi untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat. Dari delapan faktor utama yang memengaruhi partisipasi pemilih, kesadaran politik menjadi salah satu yang paling besar pengaruhnya di Balikpapan," jelasnya.
Sementara untuk tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024 tercatat sebesar 60,33 persen. Angka ini konsisten dengan empat pelaksanaan Pilkada sebelumnya yang selalu berada di kisaran 60 persen.
KPU Balikpapan berencana melakukan riset guna mencari tahu penyebab stagnasi angka partisipasi ini.
"Kami berharap riset ini bisa terealisasi, karena berkaitan dengan alokasi anggaran. Jika ada hasil riset yang memberikan rekomendasi, kita bisa mengetahui akar permasalahannya dan mencari solusi yang lebih efektif," terangnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan baru dalam kampanye politik agar tidak hanya berfokus pada praktik money politics dan black campaign.
"Seharusnya ada metode lain yang lebih elegan dan bermakna untuk menarik perhatian pemilih, bukan hanya sekadar permainan isu," tuturnya.
Sementara untuk penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama dan dukungan berbagai pihak dalam menyukseskan Pilkada Serentak 2024.
"Kesuksesan Pilkada 2024 bukan hanya hasil kerja KPU semata, tetapi berkat kekompakan dan kerja sama Forkopimda, TNI-Polri, serta instansi terkait lainnya," ujar Yudho usai kegiatan.
Dalam evaluasi yang dilakukan, secara umum pelaksanaan Pilkada 2024 berjalan dengan baik dan lancar.
(Sf/Rs)