Cari disini...
Seputar Kaltim
Komisioner KPU Balikpapan, Suhardi. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada serentak tahun 2024, KPU Kota Balikpapan terus gencar melakukan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat.
Sosialisasi ini menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari organisasi keagamaan, pemilih pemula, perempuan, penyandang disabilitas, hingga kelompok profesi.
"Keterlibatan mereka dinilai sangat penting untuk melawan penyebaran informasi yang salah dan mendorong partisipasi aktif dalam Pilkada," ucap Komisioner KPU Balikpapan, Suhardi kepada media, Selasa (17/9/2024).
Selain meningkatkan partisipasi pemilih, kata dia, sosialisasi ini juga bertujuan untuk menangkal hoaks serta kampanye hitam.
Dikatakan, bahwa setiap divisi KPU memiliki program khusus untuk memastikan kesuksesan Pilkada, khususnya di bidang partisipasi dan pendidikan pemilih.
"Kami menekankan pentingnya peningkatan partisipasi, mengingat tren Pilkada sebelumnya menunjukkan angka yang fluktuatif," jelas Adhi sapaan akrabnya.
Dijabarkan, pada tahun 2010 partisipasi pemilih hanya sekitar 56 persen, kemudian naik menjadi 60 persen pada 2015 lalu, namun kembali turun menjadi 59,48 persen pada 2020.
"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat sadar akan pentingnya memberikan suara dalam Pilkada kali ini," terangnya.
Tidak hanya itu, KPU Balikpapan juga menggandeng organisasi berbasis agama, seperti NU, Muhammadiyah, Nasrani, Katolik, dan forum kerukunan umat beragama, termasuk agama Hindu dan Buddha, untuk membantu menyebarkan informasi Pilkada ke basis-basis mereka.
"Mereka memiliki jaringan yang luas dan pengaruh besar di masyarakat. Kami berharap, informasi tentang Pilkada dapat sampai ke akar rumput melalui kolaborasi ini," harapnya.
KPU Balikpapan berkomitmen untuk terus menggelar sosialisasi sepanjang tahapan Pilkada berlangsung. Dirinya menegaskan, fokus utama mereka bukan untuk mengarahkan masyarakat memilih kandidat tertentu, melainkan untuk mendorong masyarakat agar tidak Golongan putih (Golput) dan berpartisipasi aktif dalam pemilu.
"Kampanye kami adalah untuk mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya. Kesuksesan Pilkada diukur dari partisipasi aktif masyarakat, dan itu yang menjadi tujuan utama kami," paparnya.
Dengan pendekatan kolaboratif ini, KPU Balikpapan berharap dapat mencapai tingkat partisipasi pemilih yang lebih tinggi dan menciptakan Pilkada yang bersih dan jujur.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Komisioner KPU Balikpapan, Suhardi. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada serentak tahun 2024, KPU Kota Balikpapan terus gencar melakukan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat.
Sosialisasi ini menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari organisasi keagamaan, pemilih pemula, perempuan, penyandang disabilitas, hingga kelompok profesi.
"Keterlibatan mereka dinilai sangat penting untuk melawan penyebaran informasi yang salah dan mendorong partisipasi aktif dalam Pilkada," ucap Komisioner KPU Balikpapan, Suhardi kepada media, Selasa (17/9/2024).
Selain meningkatkan partisipasi pemilih, kata dia, sosialisasi ini juga bertujuan untuk menangkal hoaks serta kampanye hitam.
Dikatakan, bahwa setiap divisi KPU memiliki program khusus untuk memastikan kesuksesan Pilkada, khususnya di bidang partisipasi dan pendidikan pemilih.
"Kami menekankan pentingnya peningkatan partisipasi, mengingat tren Pilkada sebelumnya menunjukkan angka yang fluktuatif," jelas Adhi sapaan akrabnya.
Dijabarkan, pada tahun 2010 partisipasi pemilih hanya sekitar 56 persen, kemudian naik menjadi 60 persen pada 2015 lalu, namun kembali turun menjadi 59,48 persen pada 2020.
"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat sadar akan pentingnya memberikan suara dalam Pilkada kali ini," terangnya.
Tidak hanya itu, KPU Balikpapan juga menggandeng organisasi berbasis agama, seperti NU, Muhammadiyah, Nasrani, Katolik, dan forum kerukunan umat beragama, termasuk agama Hindu dan Buddha, untuk membantu menyebarkan informasi Pilkada ke basis-basis mereka.
"Mereka memiliki jaringan yang luas dan pengaruh besar di masyarakat. Kami berharap, informasi tentang Pilkada dapat sampai ke akar rumput melalui kolaborasi ini," harapnya.
KPU Balikpapan berkomitmen untuk terus menggelar sosialisasi sepanjang tahapan Pilkada berlangsung. Dirinya menegaskan, fokus utama mereka bukan untuk mengarahkan masyarakat memilih kandidat tertentu, melainkan untuk mendorong masyarakat agar tidak Golongan putih (Golput) dan berpartisipasi aktif dalam pemilu.
"Kampanye kami adalah untuk mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya. Kesuksesan Pilkada diukur dari partisipasi aktif masyarakat, dan itu yang menjadi tujuan utama kami," paparnya.
Dengan pendekatan kolaboratif ini, KPU Balikpapan berharap dapat mencapai tingkat partisipasi pemilih yang lebih tinggi dan menciptakan Pilkada yang bersih dan jujur.
(Sf/Rs)