Seputar Kaltim

    KPK RI Soroti Proyek Strategis di Samarinda karena Hal Ini

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    03 Oktober 2024 pukul 18:40 WITA

    Beberapa proyek strategis Pemerintah Kota Samarinda yang tengah berjalan saat ini, revitalisasi Pasar Pagi (atas), pembangunan tunel (bawah). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Komisi Pemberantasan Koupsi (KPK) RI turut menyoroti sejumlah proyek strategis yang tengah dijalankan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda pada tahun ini. Hal itu diakui oleh Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Pembangunan Sekretariat Kota Samarinda Suryo Priyo Raharjo. 

    Ia mengatakan pengawasan yang dilakukann KPK kepada sejumlah proyek besar itu berkaitan dengan dinobatkannya Pemkot Samarinda sebagai salah satu wilayah percontohan kota anti korupsi. Apalagi KPK juga kerap melakukan Monitoring Center for Prevention (MCP) dan Samarinda mendapatkan penghargaan itu dengan nilai tertinggi MCP tahun 2023. 

    “MCP itu kan tiap tahun, hanya saja tahun ini bersama Kota Bontang ada observasi dari KPK terkait kota percontohan, jadi mereka lebih memantau dan mereview pekerjaan terhadap sepuluh proyek strategis Samarinda, sambil memperbaiki kalau ada yang tidak pas,” jelas Suryo saat diwawancara di Hotel Puri Senyiur, Kamis (3/10/2024).

    Suryo menyebutkan beberapa di antaranya terkait dengan sepuluh proyek strategis itu, di antaranya yakni Revitalisasi Pasar Pagi, pembangunan terowongan (tunel), serta pengendalian banjir yaitu pembangunan kolam retensi. 

    Secara keseluruhan, proyek strategis yang dibangun Pemkot Samarinda menelan anggaran yang tak sedikit. Seperti tiga proyek yang disebutkan tadi, tunel yang akan menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin di Kecamatan Sambutan dan Jalan Kakap di Kecamatan Samarinda Ilir itu memakan anggaran hingga Rp395 miliar. Kolam retensi yang akan dibangun di Bengkuring membutuhkan anggaran Rp125,3 miliar, sedangkan untuk revitalisasi membutuhkan dana sekitar Rp450 miliar. 

    Suryo mengatakan penilaian ini dilakukan pada semua sisi, utamanya anggaran yang digunakan dan ketepatan waktu penyelesaian proyek. 
    “Mulai dari dokumen awal, proses pelelangan, kontraknya, penjadwalannya bagaimana, kemudian realisasinya di lapangan seperti apa, keuangan, sampai peninajuan di lapangan dilihat secara keseluruhan,” bebernya. 

    Ia menyebut, obersavi yang dilakukan KPK itu lebih ditekankan pada proyek pembangunan yang tengah berjalan saat ini. Dilihat dari kemajuan atau progress pengerjaan, yang nantinya akan diberi masukan juga jika terjadi hambatan. 

    “Kemarin KPK melakukan peninjauan sehari, dan turun ke lapangannya sehari,” pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    KPK RI Soroti Proyek Strategis di Samarinda karena Hal Ini

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    03 Oktober 2024 pukul 18:40 WITA

    Beberapa proyek strategis Pemerintah Kota Samarinda yang tengah berjalan saat ini, revitalisasi Pasar Pagi (atas), pembangunan tunel (bawah). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Komisi Pemberantasan Koupsi (KPK) RI turut menyoroti sejumlah proyek strategis yang tengah dijalankan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda pada tahun ini. Hal itu diakui oleh Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Pembangunan Sekretariat Kota Samarinda Suryo Priyo Raharjo. 

    Ia mengatakan pengawasan yang dilakukann KPK kepada sejumlah proyek besar itu berkaitan dengan dinobatkannya Pemkot Samarinda sebagai salah satu wilayah percontohan kota anti korupsi. Apalagi KPK juga kerap melakukan Monitoring Center for Prevention (MCP) dan Samarinda mendapatkan penghargaan itu dengan nilai tertinggi MCP tahun 2023. 

    “MCP itu kan tiap tahun, hanya saja tahun ini bersama Kota Bontang ada observasi dari KPK terkait kota percontohan, jadi mereka lebih memantau dan mereview pekerjaan terhadap sepuluh proyek strategis Samarinda, sambil memperbaiki kalau ada yang tidak pas,” jelas Suryo saat diwawancara di Hotel Puri Senyiur, Kamis (3/10/2024).

    Suryo menyebutkan beberapa di antaranya terkait dengan sepuluh proyek strategis itu, di antaranya yakni Revitalisasi Pasar Pagi, pembangunan terowongan (tunel), serta pengendalian banjir yaitu pembangunan kolam retensi. 

    Secara keseluruhan, proyek strategis yang dibangun Pemkot Samarinda menelan anggaran yang tak sedikit. Seperti tiga proyek yang disebutkan tadi, tunel yang akan menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin di Kecamatan Sambutan dan Jalan Kakap di Kecamatan Samarinda Ilir itu memakan anggaran hingga Rp395 miliar. Kolam retensi yang akan dibangun di Bengkuring membutuhkan anggaran Rp125,3 miliar, sedangkan untuk revitalisasi membutuhkan dana sekitar Rp450 miliar. 

    Suryo mengatakan penilaian ini dilakukan pada semua sisi, utamanya anggaran yang digunakan dan ketepatan waktu penyelesaian proyek. 
    “Mulai dari dokumen awal, proses pelelangan, kontraknya, penjadwalannya bagaimana, kemudian realisasinya di lapangan seperti apa, keuangan, sampai peninajuan di lapangan dilihat secara keseluruhan,” bebernya. 

    Ia menyebut, obersavi yang dilakukan KPK itu lebih ditekankan pada proyek pembangunan yang tengah berjalan saat ini. Dilihat dari kemajuan atau progress pengerjaan, yang nantinya akan diberi masukan juga jika terjadi hambatan. 

    “Kemarin KPK melakukan peninjauan sehari, dan turun ke lapangannya sehari,” pungkasnya. 

    (Sf/Rs)