Seputar Kaltim

    Kotak Makanan Sekali Pakai di Program Makan Bergizi Gratis Masih Perlu Evaluasi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    11 Desember 2024 pukul 19:34 WITA

    Siswa sekolah yang sedang makan dari kotak nasi yang diberikan untuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) telah melaksanakan simulasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Samarinda. Dari pelaksanaan perdana tersebut, pihaknya menemukan sejumlah permasalahan yang harus dievaluasi. Salah satunya perihal penggunaan kotak makanan yang sekali pakai.

    Program yang akan berlangsung secara kontinu atau terus-menerus ini tentu membuat dilema pelaksana lapangan program tersebut. Pasalnya penggunaan kotak makan sekali pakai tersebut dapat menimbulkan dua permasalahan, yakni lingkungan dan penganggaran yang berlebih untuk pengadaan kotak makanan.

    "Itu akan menjadi evaluasi kita, pertama terkait dengan lingkungan, kita latih dan kita disiplinkan mereka menjaga kebersihan untuk sehari dua hari. Tapi ini kan secara terus menerus jadi ini bakal jadi masalah," ujar Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Irhamsyah.

    Data yang telah disiapkan oleh Disdikbud selama periode Juni hingga Agustus, Kaltim dalam melaksanakan MBG ini akan menyasar kepada 267.448 siswa. Dengan jumlah tersebut, hal ini akan menambah masalah baru soal penumpukan sampah tersebut.

    Seperti contoh di beberapa sekolah yang telah menjalankan program MBG ini dengan menggunakan bahan stainless atau bisa digunakan secara berulang. Dengan menggunakan bahan tersebut tidak akan menimbulkan permasalahan lingkungan.

    "Walaupun kami telah bekerja sama dengan pihak lingkungan, tapi ini perlu kita perhatikan. Kami masih menunggu petunjuk teknis terhadap pelaksanaan ini," tukasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kotak Makanan Sekali Pakai di Program Makan Bergizi Gratis Masih Perlu Evaluasi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    11 Desember 2024 pukul 19:34 WITA

    Siswa sekolah yang sedang makan dari kotak nasi yang diberikan untuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) telah melaksanakan simulasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Samarinda. Dari pelaksanaan perdana tersebut, pihaknya menemukan sejumlah permasalahan yang harus dievaluasi. Salah satunya perihal penggunaan kotak makanan yang sekali pakai.

    Program yang akan berlangsung secara kontinu atau terus-menerus ini tentu membuat dilema pelaksana lapangan program tersebut. Pasalnya penggunaan kotak makan sekali pakai tersebut dapat menimbulkan dua permasalahan, yakni lingkungan dan penganggaran yang berlebih untuk pengadaan kotak makanan.

    "Itu akan menjadi evaluasi kita, pertama terkait dengan lingkungan, kita latih dan kita disiplinkan mereka menjaga kebersihan untuk sehari dua hari. Tapi ini kan secara terus menerus jadi ini bakal jadi masalah," ujar Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Irhamsyah.

    Data yang telah disiapkan oleh Disdikbud selama periode Juni hingga Agustus, Kaltim dalam melaksanakan MBG ini akan menyasar kepada 267.448 siswa. Dengan jumlah tersebut, hal ini akan menambah masalah baru soal penumpukan sampah tersebut.

    Seperti contoh di beberapa sekolah yang telah menjalankan program MBG ini dengan menggunakan bahan stainless atau bisa digunakan secara berulang. Dengan menggunakan bahan tersebut tidak akan menimbulkan permasalahan lingkungan.

    "Walaupun kami telah bekerja sama dengan pihak lingkungan, tapi ini perlu kita perhatikan. Kami masih menunggu petunjuk teknis terhadap pelaksanaan ini," tukasnya.

    (Sf/Rs)