Cari disini...
Seputar Kaltim
Rapat Koordinasi Kormi Kukar bersama perwakilan 10 Inorga. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kutai Kartanegara (Kukar) melaksanakan rapat koordinasi (rakor) untuk menyinkronkan kesiapan Induk Organisasi (Inorga) di ajang Fornas Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 25 Juli-1 Agustus 2025 mendatang.
Dari 52 inorga yang terdaftar di KORMI, ada 10 perwakilan yang hadir. Diskusi menjadi menarik karena saat salah satu perwakilan inorga Asoisasi Bmx Indonesia (ABI) Kukar mencoba terlebih dahulu mengevaluasi kinerja KORMI.
Sekretaris inorga ABI Kukar, Mustakim mengatakan selama ini kuota yang disediakan dari KORMI tidak sesuai kebutuhan inorga untuk Fornas 2025, KORMI hanya menyediakan kuota 20 orang.
"Sangat disayangkan kalau 20 orang saja yang berangkat, berarti satu inorga hanya menyediakan satu atlet dan satu official, sementara di setiap inorga punya atlet yang berprestasi lebih dari satu orang," kata Mustakim.
Kemudian terkait keterbukaan informasi yang diminta harus transparan, sebab selama ini KORMI tidak pernah membuka forum diskusi seperti rakor yang digelar. Melalui diskusi, semua keluhan inorga bisa diketahui.
"Dari hasil evaluasi dan kesepakatan bersama, kita sudah setujui kuota atlet yang diberangkatkan sebanyak dua orang saja, sebenarnya kami masih berharap ini bisa dipertimbangkan lagi," ujarnya.
Sementara Ketua KORMI Kukar, Lukman menjelaskan kuota terbatas karena efisiensi anggaran, sehingga berdampak pada peserta yang akan mengikuti Fornas di NTB.
"Kuota ini memang terbatas, karena ada efisiensi anggaran, kita terkena dampaknya," jelas Lukman.
Dirinya mengungkapkan, KORMI tidak mempunyai wewenang untuk mengeluarkan anggaran keberangkatan atlet. "Anggaran untuk atlet Itu wewenang dari pemda melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, kalau anggaran itu keluar tugas kita cuma mengatur agar semua ignora bisa berangkat," ungkapnya.
Atlet dari inorga yang akan diberangkatkan tercatat namanya pernah meraih medali di Fornas sebelumnya. "Inorga yang hadir malam ini, insyaallah hasil dari pantauan kita itu peluangnya cukup besar untuk meraih mendali di kompetisi nanti," ucapnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas evaluasi yang dilakukan inorga dan akan menjadi catatan untuk KORMI ke depannya. "Saya harap para atlet-atlet Kukar dari persiapan sampai ke pelaksanaan tetap selalu diberikan kesehatan. Target kita di Fornas nanti 10 medali," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Rapat Koordinasi Kormi Kukar bersama perwakilan 10 Inorga. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kutai Kartanegara (Kukar) melaksanakan rapat koordinasi (rakor) untuk menyinkronkan kesiapan Induk Organisasi (Inorga) di ajang Fornas Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 25 Juli-1 Agustus 2025 mendatang.
Dari 52 inorga yang terdaftar di KORMI, ada 10 perwakilan yang hadir. Diskusi menjadi menarik karena saat salah satu perwakilan inorga Asoisasi Bmx Indonesia (ABI) Kukar mencoba terlebih dahulu mengevaluasi kinerja KORMI.
Sekretaris inorga ABI Kukar, Mustakim mengatakan selama ini kuota yang disediakan dari KORMI tidak sesuai kebutuhan inorga untuk Fornas 2025, KORMI hanya menyediakan kuota 20 orang.
"Sangat disayangkan kalau 20 orang saja yang berangkat, berarti satu inorga hanya menyediakan satu atlet dan satu official, sementara di setiap inorga punya atlet yang berprestasi lebih dari satu orang," kata Mustakim.
Kemudian terkait keterbukaan informasi yang diminta harus transparan, sebab selama ini KORMI tidak pernah membuka forum diskusi seperti rakor yang digelar. Melalui diskusi, semua keluhan inorga bisa diketahui.
"Dari hasil evaluasi dan kesepakatan bersama, kita sudah setujui kuota atlet yang diberangkatkan sebanyak dua orang saja, sebenarnya kami masih berharap ini bisa dipertimbangkan lagi," ujarnya.
Sementara Ketua KORMI Kukar, Lukman menjelaskan kuota terbatas karena efisiensi anggaran, sehingga berdampak pada peserta yang akan mengikuti Fornas di NTB.
"Kuota ini memang terbatas, karena ada efisiensi anggaran, kita terkena dampaknya," jelas Lukman.
Dirinya mengungkapkan, KORMI tidak mempunyai wewenang untuk mengeluarkan anggaran keberangkatan atlet. "Anggaran untuk atlet Itu wewenang dari pemda melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, kalau anggaran itu keluar tugas kita cuma mengatur agar semua ignora bisa berangkat," ungkapnya.
Atlet dari inorga yang akan diberangkatkan tercatat namanya pernah meraih medali di Fornas sebelumnya. "Inorga yang hadir malam ini, insyaallah hasil dari pantauan kita itu peluangnya cukup besar untuk meraih mendali di kompetisi nanti," ucapnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas evaluasi yang dilakukan inorga dan akan menjadi catatan untuk KORMI ke depannya. "Saya harap para atlet-atlet Kukar dari persiapan sampai ke pelaksanaan tetap selalu diberikan kesehatan. Target kita di Fornas nanti 10 medali," pungkasnya.
(Sf/Lo)