Seputar Kaltim

    Korban Terakhir Kapal Tenggelam di Sungai Sempayau Kutim Ditemukan, Total 5 Orang Meninggal Dunia

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah korban terakhir kapal tenggelam di perairan Sungai Sempayau, Kutim. (Foto: BASARNAS Kutim)

    Sangkulirang - Pencarian terhadap dua korban terakhir dalam insiden kapal tenggelam di Sungai Sempayau, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh korban dalam kondisi meninggal dunia.

    Tim SAR Gabungan menemukan korban keempat pada Kamis malam (4/9/2025), sekitar pukul 23.50 WITA, di lokasi berjarak sekitar 900 meter dari titik LKP (Last Known Position). Sementara itu, korban kelima ditemukan pada Jumat pagi (5/9/2025), sekitar pukul 07.20 WITA, di lokasi berjarak sekitar 920 meter dari LKP.

    Sebelumnya, Komandan Tim SAR, Iwan Agus R, mengungkapkan proses pencarian tidak mudah karena medan cukup berbahaya.

    “Kondisi cuaca dan arus sungai cukup deras dan juga di khawatirkan adanya buaya di sungai sehingga harus ekstra hati-hati,” ujar Agus.

    Saat ini, seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang telah berhasil ditemukan. Total lima orang meninggal dunia dan dua lainnya selamat, dari tujuh penumpang yang berada di atas perahu saat kejadian.

    Kelima korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan telah berhasil dievakuasi adalah: Setiawan Palimar (36), Ivan Fernando (24), Denier Dwi Putra (40), Asad Nawawi (24), dan Benekditus Rino R (28).

    Jenazah korban telah dievakuasi ke RS Kudungga untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut, sebelum nantinya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

    Komandan Tim SAR juga menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh unsur yang terlibat, serta belasungkawa kepada keluarga korban.

    “Alhamdulillah seluruh korban telah berhasil ditemukan. Proses evakuasi berjalan lancar berkat kerja sama seluruh tim di lapangan. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan dan ketabahan,” pungkasnya.

    Peristiwa tenggelamnya perahu terjadi pada Rabu malam (3/9/2025), saat tujuh orang pemancing menggunakan perahu milik warga untuk memancing di perairan sekitar Pelabuhan GM, Sungai Sempayau. Diduga, perahu mengalami kebocoran dan kelebihan muatan, yang menyebabkan terjadinya kecelakaan tersebut.

    Dua orang berhasil selamat, sementara lima lainnya sempat dinyatakan hilang dan menjadi fokus pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan, yang melibatkan unsur Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Polisi Perairan dan Udara (Polairud), relawan dari perusahaan tempat korban bekerja, serta masyarakat setempat.

    Redaksi Seputarfakta.com menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga para korban. Semoga seluruh almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Korban Terakhir Kapal Tenggelam di Sungai Sempayau Kutim Ditemukan, Total 5 Orang Meninggal Dunia

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah korban terakhir kapal tenggelam di perairan Sungai Sempayau, Kutim. (Foto: BASARNAS Kutim)

    Sangkulirang - Pencarian terhadap dua korban terakhir dalam insiden kapal tenggelam di Sungai Sempayau, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan berhasil menemukan seluruh korban dalam kondisi meninggal dunia.

    Tim SAR Gabungan menemukan korban keempat pada Kamis malam (4/9/2025), sekitar pukul 23.50 WITA, di lokasi berjarak sekitar 900 meter dari titik LKP (Last Known Position). Sementara itu, korban kelima ditemukan pada Jumat pagi (5/9/2025), sekitar pukul 07.20 WITA, di lokasi berjarak sekitar 920 meter dari LKP.

    Sebelumnya, Komandan Tim SAR, Iwan Agus R, mengungkapkan proses pencarian tidak mudah karena medan cukup berbahaya.

    “Kondisi cuaca dan arus sungai cukup deras dan juga di khawatirkan adanya buaya di sungai sehingga harus ekstra hati-hati,” ujar Agus.

    Saat ini, seluruh korban yang sebelumnya dinyatakan hilang telah berhasil ditemukan. Total lima orang meninggal dunia dan dua lainnya selamat, dari tujuh penumpang yang berada di atas perahu saat kejadian.

    Kelima korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan telah berhasil dievakuasi adalah: Setiawan Palimar (36), Ivan Fernando (24), Denier Dwi Putra (40), Asad Nawawi (24), dan Benekditus Rino R (28).

    Jenazah korban telah dievakuasi ke RS Kudungga untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut, sebelum nantinya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

    Komandan Tim SAR juga menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh unsur yang terlibat, serta belasungkawa kepada keluarga korban.

    “Alhamdulillah seluruh korban telah berhasil ditemukan. Proses evakuasi berjalan lancar berkat kerja sama seluruh tim di lapangan. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan dan ketabahan,” pungkasnya.

    Peristiwa tenggelamnya perahu terjadi pada Rabu malam (3/9/2025), saat tujuh orang pemancing menggunakan perahu milik warga untuk memancing di perairan sekitar Pelabuhan GM, Sungai Sempayau. Diduga, perahu mengalami kebocoran dan kelebihan muatan, yang menyebabkan terjadinya kecelakaan tersebut.

    Dua orang berhasil selamat, sementara lima lainnya sempat dinyatakan hilang dan menjadi fokus pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan, yang melibatkan unsur Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Polisi Perairan dan Udara (Polairud), relawan dari perusahaan tempat korban bekerja, serta masyarakat setempat.

    Redaksi Seputarfakta.com menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga para korban. Semoga seluruh almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan.

    (Sf/Rs)