Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi. (Foto:Freepik)
Tenggarong - Unit Tim Reaksi Cepat (TRC) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kalimantan Timur (Kaltim) mengaku korban pencabulan di Tenggarong Seberang mendapat intimidasi yang diduga dari oknum pesantren.
Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun menjelaskan intimidasi yang dilakukan oleh oknum tersebut melalui chat WhatsApp dan datang langsung ke kediaman korban.
"Dalam chat tersebut oknum itu melayangkan pesan kepada korban ‘mati saja kau’, kemudian menanyakan alamat rumah dan ada juga yang langsung memantau rumah korban. Oknum itu hanya mondar mandir saja di depan rumah," kata Rina.
Rina menyebut oknum ini diduga masih memiliki sangkut paut dengan pihak pesantren. Hal yang dilakukan tersebut tentunya menimbulkan kecemasan dari para keluarga.
"Kami pastikan akan melakukan perlindungan kepada korban. Intimidasi yang dilakukan para oknum ini tujuannya untuk mempressure para korban," ujarnya.
Dalam beberapa terakhir oknum tersebut masih sempat mendatangi rumah korban. "Intimidasi ini dilakukan setelah pelaku ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Polres Kukar," sebutnya.
Tim TRC PPA Kaltim juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada polres kukar dan akan memberi tindak lanjut secara cepat.
"Kami harus pastikan keamanan para korban-korban ini, tidak ads oknum yang melakukan intimidasi apalagi sampai menyentuh fisik mereka," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi. (Foto:Freepik)
Tenggarong - Unit Tim Reaksi Cepat (TRC) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kalimantan Timur (Kaltim) mengaku korban pencabulan di Tenggarong Seberang mendapat intimidasi yang diduga dari oknum pesantren.
Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun menjelaskan intimidasi yang dilakukan oleh oknum tersebut melalui chat WhatsApp dan datang langsung ke kediaman korban.
"Dalam chat tersebut oknum itu melayangkan pesan kepada korban ‘mati saja kau’, kemudian menanyakan alamat rumah dan ada juga yang langsung memantau rumah korban. Oknum itu hanya mondar mandir saja di depan rumah," kata Rina.
Rina menyebut oknum ini diduga masih memiliki sangkut paut dengan pihak pesantren. Hal yang dilakukan tersebut tentunya menimbulkan kecemasan dari para keluarga.
"Kami pastikan akan melakukan perlindungan kepada korban. Intimidasi yang dilakukan para oknum ini tujuannya untuk mempressure para korban," ujarnya.
Dalam beberapa terakhir oknum tersebut masih sempat mendatangi rumah korban. "Intimidasi ini dilakukan setelah pelaku ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Polres Kukar," sebutnya.
Tim TRC PPA Kaltim juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada polres kukar dan akan memberi tindak lanjut secara cepat.
"Kami harus pastikan keamanan para korban-korban ini, tidak ads oknum yang melakukan intimidasi apalagi sampai menyentuh fisik mereka," pungkasnya.
(Sf/Lo)