Seputar Kaltim

    Korban Kecelakaan Perahu Ces di Sungai Penoon Belum Ditemukan, BPBD Kukar Perluas Area Penyisiran 

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    14 Januari 2026 pukul 21:25 WITA

    Tim gabungan saat melakukan penyisiran di Sungai Penoon, Kembang Janggut (Dok: istimewa)

    Tenggarong - Pencarian korban tenggelam atas nama Arani (58) yang terlibat dalam insiden kecelakaan air antara Kapal LCT dan perahu ces di Sungai Penoon, Desa Long Beleh Haloq, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar) pada 13 Januari 2026 masih berlanjut.

    Kini petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar tengah melakukan penyisiran hingga 15 Kilometer (Km) dari titik hilangnya korban.

    “Kemarin kita seharian lebih melakukan pencarian namun hasilnya nihil, kini kita memperluas area penyisiran hingga 15 Km dan membagi menjadi beberapa zona penyisiran,” ujar Koordinator Lapangan BPBD Kukar, Novan Fachrozie, Rabu (14/1/2026).

    Tim gabungan menghadapi tantangan serius saat melakukan pencarian, yakni harus menghadapi kondisi arus sungai yang cukup deras, sehingga menyulitkan petugas ketika menyisiri sepanjang aliran Sungai Penoon.

    Setelah melakukan upaya pencarian sejak pagi, tim gabungan hingga kini belum juga menemukan keberadaan korban.

    “Belum ada tanda-tanda. Kita tidak bisa melakukan penyelaman karena kondisi aliran air sedang deras, sehingga terlalu berisiko bagi petugas kita,” terang Novan.

    Apabila kondisi ini terus berlanjut, tim gabungan terpaksa akan melanjutkan pencarian pada keesokan harinya.

    “Kalau kondisi tidak bisa, maka sangat tidak memungkinkan (melakukan pencarian),” tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Korban Kecelakaan Perahu Ces di Sungai Penoon Belum Ditemukan, BPBD Kukar Perluas Area Penyisiran 

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    14 Januari 2026 pukul 21:25 WITA

    Tim gabungan saat melakukan penyisiran di Sungai Penoon, Kembang Janggut (Dok: istimewa)

    Tenggarong - Pencarian korban tenggelam atas nama Arani (58) yang terlibat dalam insiden kecelakaan air antara Kapal LCT dan perahu ces di Sungai Penoon, Desa Long Beleh Haloq, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar) pada 13 Januari 2026 masih berlanjut.

    Kini petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar tengah melakukan penyisiran hingga 15 Kilometer (Km) dari titik hilangnya korban.

    “Kemarin kita seharian lebih melakukan pencarian namun hasilnya nihil, kini kita memperluas area penyisiran hingga 15 Km dan membagi menjadi beberapa zona penyisiran,” ujar Koordinator Lapangan BPBD Kukar, Novan Fachrozie, Rabu (14/1/2026).

    Tim gabungan menghadapi tantangan serius saat melakukan pencarian, yakni harus menghadapi kondisi arus sungai yang cukup deras, sehingga menyulitkan petugas ketika menyisiri sepanjang aliran Sungai Penoon.

    Setelah melakukan upaya pencarian sejak pagi, tim gabungan hingga kini belum juga menemukan keberadaan korban.

    “Belum ada tanda-tanda. Kita tidak bisa melakukan penyelaman karena kondisi aliran air sedang deras, sehingga terlalu berisiko bagi petugas kita,” terang Novan.

    Apabila kondisi ini terus berlanjut, tim gabungan terpaksa akan melanjutkan pencarian pada keesokan harinya.

    “Kalau kondisi tidak bisa, maka sangat tidak memungkinkan (melakukan pencarian),” tandasnya.

    (Sf/Rs)