Cari disini...
Seputar Kaltim
Isran Noor Menerima Bunga dari KOPRI pada Acara Mimbar Bebas Peringati IWD (Foto:Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Korps PMII Putri (KOPRI) Cabang Samarinda gelar mimbar bebas untuk memperingati Internasional Women's Day (IWD) di depan Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (11/3/2023).
Mimbar bebas yang digelar ini mempersembahkan beberapa tarian daerah, puisi, orasi dan akustik. Adapun yang tampil diambil dari kader-kader KOPRI se-Kota Samarinda.
Ketua KOPRI Samarinda, Nurul dalam aksi itu menyoroti pengarusutamaan gender di Kota Samarinda.
Ini menilik dari beberapa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kota Samarinda menduduki posisi pertama di Kalimantan Timur (Kaltim) dengan 363 kasus.
Nurul menuntut Wali Kota Samarinda, Andi Harun untuk segera membentuk tim khusus pengawasan terkait pengarusutamaan gender di Samarinda.
"Tentu kami sebagai perempuan menginginkan Kota Samarinda terhindar dari kekerasan terhadap perempuan. Dengan adanya tim khusus pengawasan pengarusutamaan gender, Samarinda dapat menerapkan kebijakan peraturan daerah nomor 2 tahun 2020 tentang pengarusutamaan gender yaitu pasal 1 ayat 8," ungkapnya.
Gubernur Kaltim, Isran Noor yang lewat dan menepikan kendaraannya mengambil bunga yang diberikan anggota KOPRI dan sedikit memberikan tanggapan untuk perempuan.
"Perempuan adalah tonggak segala macam keberhasilan," pungkasnya sambil melambai di dalam mobil.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Isran Noor Menerima Bunga dari KOPRI pada Acara Mimbar Bebas Peringati IWD (Foto:Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Korps PMII Putri (KOPRI) Cabang Samarinda gelar mimbar bebas untuk memperingati Internasional Women's Day (IWD) di depan Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (11/3/2023).
Mimbar bebas yang digelar ini mempersembahkan beberapa tarian daerah, puisi, orasi dan akustik. Adapun yang tampil diambil dari kader-kader KOPRI se-Kota Samarinda.
Ketua KOPRI Samarinda, Nurul dalam aksi itu menyoroti pengarusutamaan gender di Kota Samarinda.
Ini menilik dari beberapa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kota Samarinda menduduki posisi pertama di Kalimantan Timur (Kaltim) dengan 363 kasus.
Nurul menuntut Wali Kota Samarinda, Andi Harun untuk segera membentuk tim khusus pengawasan terkait pengarusutamaan gender di Samarinda.
"Tentu kami sebagai perempuan menginginkan Kota Samarinda terhindar dari kekerasan terhadap perempuan. Dengan adanya tim khusus pengawasan pengarusutamaan gender, Samarinda dapat menerapkan kebijakan peraturan daerah nomor 2 tahun 2020 tentang pengarusutamaan gender yaitu pasal 1 ayat 8," ungkapnya.
Gubernur Kaltim, Isran Noor yang lewat dan menepikan kendaraannya mengambil bunga yang diberikan anggota KOPRI dan sedikit memberikan tanggapan untuk perempuan.
"Perempuan adalah tonggak segala macam keberhasilan," pungkasnya sambil melambai di dalam mobil.
(Sf/By)