KOPPAD Borneo Tegaskan Tujuh Misi, Dari Pelestarian Budaya Dayak hingga Penguatan SDM

    Seputarfakta.com-Lisda -

    Seputar Kaltim

    16 Desember 2025 09:14 WIB

    Panglima KOPPAD Borneo Kalimantan Timur, Abriantinus (kiri), dan Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi (kanan), usai menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan KOPPAD Borneo di Sangatta. (foto:lisda/ seputarfakta.com)

    Sangatta - Komando Pengawal Pusaka Adat Dayak Borneo (KOPPAD Borneo) menegaskan komitmennya dalam menjaga adat, budaya, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia Dayak dan masyarakat Kalimantan secara luas.

    KOPPAD Borneo didirikan pada 1 Januari 2009 dan hingga kini eksis di seluruh provinsi di Kalimantan. Organisasi ini mengusung visi mewujudkan generasi yang berkualitas, tangguh, unggul di berbagai bidang, serta siap menjadi pemimpin masa depan.

    Panglima KOPPAD Borneo Kalimantan Timur, Abriantinus, menyampaikan organisasi ini memiliki tujuh misi utama yang menjadi arah gerak KOPPAD Borneo di berbagai wilayah.

    “Misi organisasi ini ada tujuh. Yang pertama adalah melestarikan adat istiadat dan seni budaya, sekaligus mendorong pembangunan sektor pariwisata,” ujar Abriantinus saat menghadiri Pengukuhan dan pelantikan KOPPAD Borneo Senin, (15/12/2025).

    Ia menambahkan, misi kedua bergerak di bidang hukum dan hak asasi manusia. KOPPAD Borneo memiliki Yayasan KOPPAD Borneo serta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) KOPPAD Borneo. Di Balikpapan, terdapat delapan pengacara senior dari masyarakat Dayak yang siap memberikan pendampingan hukum, tidak hanya bagi masyarakat Dayak tetapi juga masyarakat umum.

    “Kami cukup banyak berkiprah di dunia hukum dan telah menyelesaikan berbagai kasus, baik persoalan antara masyarakat dengan perusahaan maupun dengan aparat keamanan, dan itu bisa diselesaikan dengan baik,” tambahnya.

    Misi ketiga bergerak di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Saat ini, KOPPAD Borneo tengah membangun Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) yang berlokasi di Kilometer 23 Kota Balikpapan.

    Pusdiklat tersebut dipersiapkan khusus untuk pelatihan satuan pengamanan (Satpam), serta pembinaan fisik dan mental bagi calon siswa yang berminat masuk TNI dan Polri. Menurut Abriantinus, progres pembangunan pusat pelatihan tersebut telah mencapai sekitar 80 persen.

    “Nanti yang mau masuk Akmil atau Akpol, kita persiapkan dulu fisik dan mentalnya, baru kemudian mereka melamar,” katanya.

    Selain itu, KOPPAD Borneo juga merencanakan pendirian lembaga pendidikan formal mulai dari TK, SD, SMP hingga perguruan tinggi. Kerja sama juga dijalin dengan sekolah penerbangan, serta lembaga pendidikan di Jepang dan Filipina.

    Misi keempat menyasar bidang ekonomi, kewirausahaan, dan ketenagakerjaan. Abriantinus bersyukur kondisi Kalimantan Timur yang aman dan kondusif turut mendukung hubungan industrial yang harmonis.

    “Kami bisa bersama-sama dengan serikat buruh dan serikat pekerja membangun harmonisasi di dalam dunia usaha,” jelasnya.

    Misi kelima adalah bidang sumber daya alam dan lingkungan hidup. KOPPAD Borneo berkomitmen bekerja sama dengan Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) untuk mengawasi pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.

    “Kepedulian kami adalah bagaimana KOPPAD Borneo menjadi inisiator, fasilitator, dan mediator dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di setiap wilayah,” tegasnya.

    Ia mengatakan, penguatan sumber daya manusia tetap menjadi tujuan utama agar masyarakat semakin siap menghadapi tantangan di masa depan.

    Misi keenam bergerak di bidang pertahanan dan keamanan. KOPPAD Borneo secara aktif menjalin koordinasi dan sinergi dengan TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta meredam potensi konflik sosial di daerah.

    “KOPPAD Borneo bukan organisasi yang menakut-nakuti atau mengancam. Kami justru hadir sebagai inisiator, fasilitator, dan mediator ketika terjadi persoalan di tengah masyarakat,” lanjutnya.

    Sementara misi ketujuh menyasar bidang sosial, mental, dan spiritual. Melalui misi ini, KOPPAD Borneo berupaya membentuk karakter anggota dan masyarakat yang beriman, bermental kuat, memiliki semangat juang, serta berani bertanggung jawab dalam setiap peran yang dijalani.

    Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah organisasi dan kepemimpinan harus dibangun di atas nilai keimanan, tekad yang kuat, serta keberanian dalam mengambil langkah.

    “Ketiga hal itu harus dimiliki oleh setiap pemimpin agar mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat dan daerah,” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    KOPPAD Borneo Tegaskan Tujuh Misi, Dari Pelestarian Budaya Dayak hingga Penguatan SDM

    Seputarfakta.com-Lisda -

    Seputar Kaltim

    16 Desember 2025 09:14 WIB

    Panglima KOPPAD Borneo Kalimantan Timur, Abriantinus (kiri), dan Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi (kanan), usai menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan KOPPAD Borneo di Sangatta. (foto:lisda/ seputarfakta.com)

    Sangatta - Komando Pengawal Pusaka Adat Dayak Borneo (KOPPAD Borneo) menegaskan komitmennya dalam menjaga adat, budaya, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia Dayak dan masyarakat Kalimantan secara luas.

    KOPPAD Borneo didirikan pada 1 Januari 2009 dan hingga kini eksis di seluruh provinsi di Kalimantan. Organisasi ini mengusung visi mewujudkan generasi yang berkualitas, tangguh, unggul di berbagai bidang, serta siap menjadi pemimpin masa depan.

    Panglima KOPPAD Borneo Kalimantan Timur, Abriantinus, menyampaikan organisasi ini memiliki tujuh misi utama yang menjadi arah gerak KOPPAD Borneo di berbagai wilayah.

    “Misi organisasi ini ada tujuh. Yang pertama adalah melestarikan adat istiadat dan seni budaya, sekaligus mendorong pembangunan sektor pariwisata,” ujar Abriantinus saat menghadiri Pengukuhan dan pelantikan KOPPAD Borneo Senin, (15/12/2025).

    Ia menambahkan, misi kedua bergerak di bidang hukum dan hak asasi manusia. KOPPAD Borneo memiliki Yayasan KOPPAD Borneo serta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) KOPPAD Borneo. Di Balikpapan, terdapat delapan pengacara senior dari masyarakat Dayak yang siap memberikan pendampingan hukum, tidak hanya bagi masyarakat Dayak tetapi juga masyarakat umum.

    “Kami cukup banyak berkiprah di dunia hukum dan telah menyelesaikan berbagai kasus, baik persoalan antara masyarakat dengan perusahaan maupun dengan aparat keamanan, dan itu bisa diselesaikan dengan baik,” tambahnya.

    Misi ketiga bergerak di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Saat ini, KOPPAD Borneo tengah membangun Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) yang berlokasi di Kilometer 23 Kota Balikpapan.

    Pusdiklat tersebut dipersiapkan khusus untuk pelatihan satuan pengamanan (Satpam), serta pembinaan fisik dan mental bagi calon siswa yang berminat masuk TNI dan Polri. Menurut Abriantinus, progres pembangunan pusat pelatihan tersebut telah mencapai sekitar 80 persen.

    “Nanti yang mau masuk Akmil atau Akpol, kita persiapkan dulu fisik dan mentalnya, baru kemudian mereka melamar,” katanya.

    Selain itu, KOPPAD Borneo juga merencanakan pendirian lembaga pendidikan formal mulai dari TK, SD, SMP hingga perguruan tinggi. Kerja sama juga dijalin dengan sekolah penerbangan, serta lembaga pendidikan di Jepang dan Filipina.

    Misi keempat menyasar bidang ekonomi, kewirausahaan, dan ketenagakerjaan. Abriantinus bersyukur kondisi Kalimantan Timur yang aman dan kondusif turut mendukung hubungan industrial yang harmonis.

    “Kami bisa bersama-sama dengan serikat buruh dan serikat pekerja membangun harmonisasi di dalam dunia usaha,” jelasnya.

    Misi kelima adalah bidang sumber daya alam dan lingkungan hidup. KOPPAD Borneo berkomitmen bekerja sama dengan Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) untuk mengawasi pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.

    “Kepedulian kami adalah bagaimana KOPPAD Borneo menjadi inisiator, fasilitator, dan mediator dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di setiap wilayah,” tegasnya.

    Ia mengatakan, penguatan sumber daya manusia tetap menjadi tujuan utama agar masyarakat semakin siap menghadapi tantangan di masa depan.

    Misi keenam bergerak di bidang pertahanan dan keamanan. KOPPAD Borneo secara aktif menjalin koordinasi dan sinergi dengan TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta meredam potensi konflik sosial di daerah.

    “KOPPAD Borneo bukan organisasi yang menakut-nakuti atau mengancam. Kami justru hadir sebagai inisiator, fasilitator, dan mediator ketika terjadi persoalan di tengah masyarakat,” lanjutnya.

    Sementara misi ketujuh menyasar bidang sosial, mental, dan spiritual. Melalui misi ini, KOPPAD Borneo berupaya membentuk karakter anggota dan masyarakat yang beriman, bermental kuat, memiliki semangat juang, serta berani bertanggung jawab dalam setiap peran yang dijalani.

    Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah organisasi dan kepemimpinan harus dibangun di atas nilai keimanan, tekad yang kuat, serta keberanian dalam mengambil langkah.

    “Ketiga hal itu harus dimiliki oleh setiap pemimpin agar mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat dan daerah,” tutupnya.

    (Sf/Rs)