Seputar Kaltim

    Koperasi Merah Putih di Kukar Belum Beroperasi, DiskopUKM Bantu Petakan Potensi Usaha

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    02 Januari 2026 pukul 20:39 WITA

    Plt Kepala DiskopUKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Sebanyak 237 Koperasi Merah Putih (KPM) di Kutai Kartanegara (Kukar) masih belum memulai bisnis apapun sejak dibentuk Juli 2025 lalu.

    Dari jumlah tersebut baru tujuh unit yang sudah menjalankan aktivitas usaha, seperti di Kenohan, Kembang Janggut, Anggana, Muara Badak dan Loa Janan.

    Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DiskopUKM) Kukar, Thaufiq Zulfian Noor menjelaskan alasan di balik ratusan KPM itu belum aktif karena rencana bisnis yang menjadi dasar dalam menjalankan koperasi belum disusun dan ditetapkan.

    Kondisi ini mendorong DiskopUKM untuk melakukan pendampingan dengan membantu memetakan potensi usaha yang dapat dikembangkan masing-masing koperasi.

    “Kendalanya adalah pemilihan usaha yang mau dijalankan, misalnya mau usaha sembako sudah ada, yaitu warga maupun toko modern di sekitar,” ujar Thaufiq, Jumat (2/1/2026).

    “Jadi di tahun ini kita fokus membantu mereka dalam memilih usaha yang mau dijalankan, termasuk kemitraan dan lainnya,” tambahnya.

    DiskopUKM Kukar baru saja menggelar pelatihan untuk meningkatkan kemampuan para pengurus Koperasi Merah Putih dalam tata kelola kelembagaan dan manajemen usaha, termasuk penyusunan rencana bisnis serta pengelolaan uang.

    "Dari pelatihan itu mereka dibekali bagaimana melihat peluang-peluang usaha," terangnya.

    Melalui pelatihan tersebut, para pengurus KMP diharapkan mampu menentukan usaha bisnis yang sesuai dengan potensi di wilayahnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Koperasi Merah Putih di Kukar Belum Beroperasi, DiskopUKM Bantu Petakan Potensi Usaha

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    02 Januari 2026 pukul 20:39 WITA

    Plt Kepala DiskopUKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Sebanyak 237 Koperasi Merah Putih (KPM) di Kutai Kartanegara (Kukar) masih belum memulai bisnis apapun sejak dibentuk Juli 2025 lalu.

    Dari jumlah tersebut baru tujuh unit yang sudah menjalankan aktivitas usaha, seperti di Kenohan, Kembang Janggut, Anggana, Muara Badak dan Loa Janan.

    Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DiskopUKM) Kukar, Thaufiq Zulfian Noor menjelaskan alasan di balik ratusan KPM itu belum aktif karena rencana bisnis yang menjadi dasar dalam menjalankan koperasi belum disusun dan ditetapkan.

    Kondisi ini mendorong DiskopUKM untuk melakukan pendampingan dengan membantu memetakan potensi usaha yang dapat dikembangkan masing-masing koperasi.

    “Kendalanya adalah pemilihan usaha yang mau dijalankan, misalnya mau usaha sembako sudah ada, yaitu warga maupun toko modern di sekitar,” ujar Thaufiq, Jumat (2/1/2026).

    “Jadi di tahun ini kita fokus membantu mereka dalam memilih usaha yang mau dijalankan, termasuk kemitraan dan lainnya,” tambahnya.

    DiskopUKM Kukar baru saja menggelar pelatihan untuk meningkatkan kemampuan para pengurus Koperasi Merah Putih dalam tata kelola kelembagaan dan manajemen usaha, termasuk penyusunan rencana bisnis serta pengelolaan uang.

    "Dari pelatihan itu mereka dibekali bagaimana melihat peluang-peluang usaha," terangnya.

    Melalui pelatihan tersebut, para pengurus KMP diharapkan mampu menentukan usaha bisnis yang sesuai dengan potensi di wilayahnya.

    (Sf/Lo)