Cari disini...
Seputar Kaltim
Koperasi Merah Putih di Kota Balikpapan tunjukkan hasil positif, selama periode Januari hingga April 2026 omset mencapai sekitar Rp1,6 miliar. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan– Program Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kota Balikpapan mulai menunjukkan hasil positif. Dari 34 koperasi yang telah dibentuk di seluruh kelurahan, lebih dari 60 persen di antaranya telah menjalankan kegiatan usaha melalui kerja sama dengan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) dan badan usaha milik daerah (BUMD).
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan, Heruressady mengatakan, operasional koperasi secara bertahap terus berjalan meski belum seluruhnya aktif.
“Memang belum semuanya beroperasi, tetapi lebih dari 60 persen koperasi sudah menjalankan usaha melalui kerja sama dengan BUMN, terutama BULOG dan ID FOOD. Selain itu juga bekerja sama dengan Perumda sebagai BUMD di Balikpapan untuk menyediakan berbagai kebutuhan bahan pokok bagi anggota koperasi di masing-masing kelurahan,” ucap Heru sapaan akrabnya saat ditemui awak media, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, aktivitas usaha yang telah berjalan tersebut memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan. Berdasarkan data yang dihimpun DKUMKMP, total omzet Koperasi Kelurahan Merah Putih di Balikpapan selama periode Januari hingga April 2026 mencapai sekitar Rp1,6 miliar.
“Total omzet yang kami hitung dari Januari sampai April 2026 mencapai Rp1,6 miliar,” akunya.
Nilai tersebut diperkirakan masih akan terus meningkat seiring pengembangan unit usaha koperasi. Pemerintah, lanjutnya, tengah menyiapkan implementasi tujuh jenis usaha sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) tentang pengembangan Koperasi Merah Putih.
“Ke depan akan ada tujuh jenis usaha yang akan dibuka secara bertahap. Kerja sama ini akan dijalankan setelah gerai koperasi diserahkan kepada seluruh pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih di Balikpapan,” jelasnya.
Sementara itu, Komando Distrik Militer (Kodim) 0905/Balikpapan turut mendukung pembangunan sarana koperasi. Kasdim 0905/Balikpapan, Letkol Inf Wawan Gunawan menambahkan, pembangunan dilakukan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh komando atas, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan sesuai rencana.
Ia menjelaskan proses pembangunan gerai koperasi berlangsung sekitar tiga bulan. Selama pengerjaan, tantangan utama yang dihadapi adalah faktor cuaca yang sempat menghambat pekerjaan.
“Selama kurang lebih tiga bulan pembangunan berlangsung. Kendala yang paling sering dihadapi adalah cuaca, terutama saat hujan yang membuat proses pembangunan sedikit terhambat. Namun, alhamdulillah seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan baik,” tambah Kasdim Wawan.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan telah meninjau sedikitnya 11 gerai koperasi yang telah selesai dibangun.
“Alhamdulillah, dalam kesempatan ini Pemkot melakukan peninjauan terhadap 11 koperasi yang sudah selesai dibangun,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan pembangunan, personel TNI melalui para Babinsa dan Danramil turut melakukan pendampingan bersama vendor yang ditunjuk untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai target.
Untuk mendukung operasional koperasi, pengadaan berbagai perlengkapan juga terus dilakukan. Saat ini sejumlah fasilitas masih dalam proses pengiriman.
“Sebagian peralatan sedang dikirim. Untuk kendaraan operasional sudah ada dua unit yang diterima, sedangkan perlengkapan lainnya seperti mebel masih dalam proses pengiriman dari Agrinas,” ungkapnya.
Pemkot Balikpapan berharap seluruh gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih dapat segera beroperasi secara penuh setelah seluruh sarana dan prasarana tersedia.
Dengan dukungan pemerintah, BUMN, BUMD, dan TNI, koperasi diharapkan mampu menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat kelurahan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Koperasi Merah Putih di Kota Balikpapan tunjukkan hasil positif, selama periode Januari hingga April 2026 omset mencapai sekitar Rp1,6 miliar. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan– Program Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kota Balikpapan mulai menunjukkan hasil positif. Dari 34 koperasi yang telah dibentuk di seluruh kelurahan, lebih dari 60 persen di antaranya telah menjalankan kegiatan usaha melalui kerja sama dengan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) dan badan usaha milik daerah (BUMD).
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan, Heruressady mengatakan, operasional koperasi secara bertahap terus berjalan meski belum seluruhnya aktif.
“Memang belum semuanya beroperasi, tetapi lebih dari 60 persen koperasi sudah menjalankan usaha melalui kerja sama dengan BUMN, terutama BULOG dan ID FOOD. Selain itu juga bekerja sama dengan Perumda sebagai BUMD di Balikpapan untuk menyediakan berbagai kebutuhan bahan pokok bagi anggota koperasi di masing-masing kelurahan,” ucap Heru sapaan akrabnya saat ditemui awak media, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, aktivitas usaha yang telah berjalan tersebut memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan. Berdasarkan data yang dihimpun DKUMKMP, total omzet Koperasi Kelurahan Merah Putih di Balikpapan selama periode Januari hingga April 2026 mencapai sekitar Rp1,6 miliar.
“Total omzet yang kami hitung dari Januari sampai April 2026 mencapai Rp1,6 miliar,” akunya.
Nilai tersebut diperkirakan masih akan terus meningkat seiring pengembangan unit usaha koperasi. Pemerintah, lanjutnya, tengah menyiapkan implementasi tujuh jenis usaha sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) tentang pengembangan Koperasi Merah Putih.
“Ke depan akan ada tujuh jenis usaha yang akan dibuka secara bertahap. Kerja sama ini akan dijalankan setelah gerai koperasi diserahkan kepada seluruh pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih di Balikpapan,” jelasnya.
Sementara itu, Komando Distrik Militer (Kodim) 0905/Balikpapan turut mendukung pembangunan sarana koperasi. Kasdim 0905/Balikpapan, Letkol Inf Wawan Gunawan menambahkan, pembangunan dilakukan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh komando atas, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan sesuai rencana.
Ia menjelaskan proses pembangunan gerai koperasi berlangsung sekitar tiga bulan. Selama pengerjaan, tantangan utama yang dihadapi adalah faktor cuaca yang sempat menghambat pekerjaan.
“Selama kurang lebih tiga bulan pembangunan berlangsung. Kendala yang paling sering dihadapi adalah cuaca, terutama saat hujan yang membuat proses pembangunan sedikit terhambat. Namun, alhamdulillah seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan baik,” tambah Kasdim Wawan.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan telah meninjau sedikitnya 11 gerai koperasi yang telah selesai dibangun.
“Alhamdulillah, dalam kesempatan ini Pemkot melakukan peninjauan terhadap 11 koperasi yang sudah selesai dibangun,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan pembangunan, personel TNI melalui para Babinsa dan Danramil turut melakukan pendampingan bersama vendor yang ditunjuk untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai target.
Untuk mendukung operasional koperasi, pengadaan berbagai perlengkapan juga terus dilakukan. Saat ini sejumlah fasilitas masih dalam proses pengiriman.
“Sebagian peralatan sedang dikirim. Untuk kendaraan operasional sudah ada dua unit yang diterima, sedangkan perlengkapan lainnya seperti mebel masih dalam proses pengiriman dari Agrinas,” ungkapnya.
Pemkot Balikpapan berharap seluruh gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih dapat segera beroperasi secara penuh setelah seluruh sarana dan prasarana tersedia.
Dengan dukungan pemerintah, BUMN, BUMD, dan TNI, koperasi diharapkan mampu menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat kelurahan.
(Sf/Rs)