Seputar Kaltim

    KONI Samarinda Ajukan Anggaran Hingga Rp10 Miliar untuk Porprov 2026, Tunggu Keputusan Pemkot

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    24 Juli 2026 pukul 14:36 WITA

    Bendahara Umum KONI Kota Samarinda, Nur Zaid. (Foto: Arsensia Serlyani/seputarfakta.com)

    Samarinda — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Samarinda mengajukan kebutuhan anggaran hingga lebih dari Rp10 miliar untuk mendukung keikutsertaan kontingen pada Porprov VIII Kalimantan Timur (Kaltim) di Kabupaten Paser, November 2026. 

    Namun, besaran tersebut masih berupa usulan awal yang akan disesuaikan dengan jumlah atlet, kemampuan keuangan daerah, serta keputusan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

    Bendahara Umum KONI Kota Samarinda, Nur Zaid mengatakan, kedatangan jajaran KONI ke DPRD Kota Samarinda bertujuan meminta dukungan moril, sekaligus kepastian mengenai kesiapan anggaran agar proses persiapan menuju Porprov tidak terganggu.

    "Kami datang ke sini meminta dukungan berbagai pihak, salah satunya DPRD Kota Samarinda, terkait kejelasan keikutsertaan Samarinda sebagai peserta Porprov Paser 2026. Masalah besaran anggaran dan kapan dikucurkan tentu menjadi kewenangan pemerintah daerah," ujar Nur Zaid, Senin (21/7/2026).

    Ia menjelaskan, KONI telah menyampaikan program kerja sejak akhir 2025 dan kembali menegaskan kebutuhan anggaran tersebut dalam rapat kerja yang digelar beberapa waktu lalu. 

    Proposal pengajuan juga telah disampaikan kepada pemerintah sebagai dasar pembahasan. Menurut Nur Zaid, KONI bersama Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda menyusun beberapa skenario kebutuhan anggaran berdasarkan proyeksi jumlah atlet yang akan diberangkatkan.

    Untuk asumsi sekitar 1.500 atlet, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai lebih dari Rp8 miliar. Sementara jika jumlah kontingen mencapai 1.700 atlet, anggaran yang dibutuhkan diperkirakan lebih dari Rp10 miliar.

    Ia menegaskan angka tersebut bukan nilai final, melainkan proyeksi awal yang masih akan disesuaikan dengan hasil penetapan nomor pertandingan serta kemampuan fiskal Pemkot Samarinda.

    "Ada beberapa asumsi yang kami sampaikan melalui surat permohonan. Idealnya kapan anggaran itu dikucurkan juga sudah kami sampaikan, tetapi semuanya kembali kepada pihak-pihak terkait, khususnya Pemerintah Kota Samarinda,"ungkapnya.

    Nur Zaid menambahkan, yang paling dibutuhkan KONI saat ini adalah kepastian agar seluruh tahapan persiapan, mulai dari pemusatan latihan hingga pemberangkatan atlet, dapat berjalan sesuai jadwal.

    "Yang kami harapkan adalah adanya kejelasan terhadap finalisasi keikutsertaan Samarinda sebagai salah satu peserta Porprov Paser 2026 pada November nanti," ucapnya.

    Sebagai juara umum Porprov Kaltim 2022, Samarinda menargetkan dapat kembali tampil kompetitif pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. 

    Karena itu, kepastian dukungan anggaran dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesiapan atlet dan cabang olahraga yang akan diturunkan.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    KONI Samarinda Ajukan Anggaran Hingga Rp10 Miliar untuk Porprov 2026, Tunggu Keputusan Pemkot

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Lodya A
    24 Juli 2026 pukul 14:36 WITA

    Bendahara Umum KONI Kota Samarinda, Nur Zaid. (Foto: Arsensia Serlyani/seputarfakta.com)

    Samarinda — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Samarinda mengajukan kebutuhan anggaran hingga lebih dari Rp10 miliar untuk mendukung keikutsertaan kontingen pada Porprov VIII Kalimantan Timur (Kaltim) di Kabupaten Paser, November 2026. 

    Namun, besaran tersebut masih berupa usulan awal yang akan disesuaikan dengan jumlah atlet, kemampuan keuangan daerah, serta keputusan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

    Bendahara Umum KONI Kota Samarinda, Nur Zaid mengatakan, kedatangan jajaran KONI ke DPRD Kota Samarinda bertujuan meminta dukungan moril, sekaligus kepastian mengenai kesiapan anggaran agar proses persiapan menuju Porprov tidak terganggu.

    "Kami datang ke sini meminta dukungan berbagai pihak, salah satunya DPRD Kota Samarinda, terkait kejelasan keikutsertaan Samarinda sebagai peserta Porprov Paser 2026. Masalah besaran anggaran dan kapan dikucurkan tentu menjadi kewenangan pemerintah daerah," ujar Nur Zaid, Senin (21/7/2026).

    Ia menjelaskan, KONI telah menyampaikan program kerja sejak akhir 2025 dan kembali menegaskan kebutuhan anggaran tersebut dalam rapat kerja yang digelar beberapa waktu lalu. 

    Proposal pengajuan juga telah disampaikan kepada pemerintah sebagai dasar pembahasan. Menurut Nur Zaid, KONI bersama Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda menyusun beberapa skenario kebutuhan anggaran berdasarkan proyeksi jumlah atlet yang akan diberangkatkan.

    Untuk asumsi sekitar 1.500 atlet, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai lebih dari Rp8 miliar. Sementara jika jumlah kontingen mencapai 1.700 atlet, anggaran yang dibutuhkan diperkirakan lebih dari Rp10 miliar.

    Ia menegaskan angka tersebut bukan nilai final, melainkan proyeksi awal yang masih akan disesuaikan dengan hasil penetapan nomor pertandingan serta kemampuan fiskal Pemkot Samarinda.

    "Ada beberapa asumsi yang kami sampaikan melalui surat permohonan. Idealnya kapan anggaran itu dikucurkan juga sudah kami sampaikan, tetapi semuanya kembali kepada pihak-pihak terkait, khususnya Pemerintah Kota Samarinda,"ungkapnya.

    Nur Zaid menambahkan, yang paling dibutuhkan KONI saat ini adalah kepastian agar seluruh tahapan persiapan, mulai dari pemusatan latihan hingga pemberangkatan atlet, dapat berjalan sesuai jadwal.

    "Yang kami harapkan adalah adanya kejelasan terhadap finalisasi keikutsertaan Samarinda sebagai salah satu peserta Porprov Paser 2026 pada November nanti," ucapnya.

    Sebagai juara umum Porprov Kaltim 2022, Samarinda menargetkan dapat kembali tampil kompetitif pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. 

    Karena itu, kepastian dukungan anggaran dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesiapan atlet dan cabang olahraga yang akan diturunkan.

    (Sf/Lo)