Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur, Rusdiansyah Aras saat di wawancarai setelah acara Rakerprov KONI Kaltim di Hotel Mercure, Samarinda, Sabtu (24/2/2024). (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) menetapkan target meraih 70 medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 yang akan berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).
Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, dalam Rapat Kinerja Provinsi (Rakerprov) KONI Kaltim di Hotel Mercure, Samarinda, Sabtu (24/2/2024).
Selain membahas target, dalam Rakerprov ini juga mengumumkan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim di Kabupaten Paser.
Rusdiansyah mengatakan target emas itu berdasarkan analisis data prestasi kontingen Kaltim di PON sejak 2016 hingga 2022 lalu. "Dari data itu, kita bisa melihat capaian-capaian kita yang memang bagus dan berprestasi," katanya.
Ia mencontohkan pada Babak Kualifikasi (BK) PON, kontingen Kaltim berhasil mengumpulkan 88 medali emas dan jumlah itu melebihi target 70 medali emas yang ditetapkan sebelumnya.
Dengan demikian, ada peningkatan 27 persen atau 18 medali emas dibandingkan dengan PON XX/2020 di Papua, di mana kontingen Kaltim hanya meraih 70 medali emas.
Untuk target 70 medali emas itu, Rusdiansyah mengaku akan mengandalkan 10 cabang olahraga (cabor) yang sudah terbukti mampu memberikan kontribusi besar berupa emas. Cabor tersebut adalah atletik, balap sepeda, bola voli, bulu tangkis, catur, karate, menembak, panjat tebing, renang dan tenis meja.
Selain 10 cabor andalan, ada beberapa cabor tambahan yang memiliki potensi untuk meraih medali emas karena pernah meraih medali perak atau perunggu di PON sebelumnya, seperti anggar, biliar, dayung, judo, muaythai, pencak silat, sepak takraw, taekwondo dan tinju.
"Kita juga akan meningkatkan kualitas dari cabor-cabor tambahan ini agar bisa memberikan tambahan medali emas. Kita akan memberikan dukungan penuh kepada mereka, baik dari segi fasilitas, pelatihan maupun motivasi," tuturnya.
Untuk Porprov VIII, kata Rusdiansyah, akan dilaksanakan di Kabupaten Paser pada 24 September 2024 mendatang.
Ia juga mengumumkan besaran bonus yang akan diberikan kepada atlet dan pelatih yang meraih medali emas di PON XXI/2024. KONI mengusulkan bonus dinaikkan menjadi Rp300 juta per medali emas, naik Rp50 juta dari sebelumnya Rp250 juta.
"Kita berharap dengan bonus yang lebih besar ini, atlet dan pelatih kita bisa lebih termotivasi untuk berprestasi di PON XXI/2024. Kita juga berharap dukungan dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan masyarakat Kaltim agar kita bisa mencapai target 70 medali emas yang kita tetapkan," pungkasnya.
(sf/by)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur, Rusdiansyah Aras saat di wawancarai setelah acara Rakerprov KONI Kaltim di Hotel Mercure, Samarinda, Sabtu (24/2/2024). (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) menetapkan target meraih 70 medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 yang akan berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).
Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, dalam Rapat Kinerja Provinsi (Rakerprov) KONI Kaltim di Hotel Mercure, Samarinda, Sabtu (24/2/2024).
Selain membahas target, dalam Rakerprov ini juga mengumumkan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim di Kabupaten Paser.
Rusdiansyah mengatakan target emas itu berdasarkan analisis data prestasi kontingen Kaltim di PON sejak 2016 hingga 2022 lalu. "Dari data itu, kita bisa melihat capaian-capaian kita yang memang bagus dan berprestasi," katanya.
Ia mencontohkan pada Babak Kualifikasi (BK) PON, kontingen Kaltim berhasil mengumpulkan 88 medali emas dan jumlah itu melebihi target 70 medali emas yang ditetapkan sebelumnya.
Dengan demikian, ada peningkatan 27 persen atau 18 medali emas dibandingkan dengan PON XX/2020 di Papua, di mana kontingen Kaltim hanya meraih 70 medali emas.
Untuk target 70 medali emas itu, Rusdiansyah mengaku akan mengandalkan 10 cabang olahraga (cabor) yang sudah terbukti mampu memberikan kontribusi besar berupa emas. Cabor tersebut adalah atletik, balap sepeda, bola voli, bulu tangkis, catur, karate, menembak, panjat tebing, renang dan tenis meja.
Selain 10 cabor andalan, ada beberapa cabor tambahan yang memiliki potensi untuk meraih medali emas karena pernah meraih medali perak atau perunggu di PON sebelumnya, seperti anggar, biliar, dayung, judo, muaythai, pencak silat, sepak takraw, taekwondo dan tinju.
"Kita juga akan meningkatkan kualitas dari cabor-cabor tambahan ini agar bisa memberikan tambahan medali emas. Kita akan memberikan dukungan penuh kepada mereka, baik dari segi fasilitas, pelatihan maupun motivasi," tuturnya.
Untuk Porprov VIII, kata Rusdiansyah, akan dilaksanakan di Kabupaten Paser pada 24 September 2024 mendatang.
Ia juga mengumumkan besaran bonus yang akan diberikan kepada atlet dan pelatih yang meraih medali emas di PON XXI/2024. KONI mengusulkan bonus dinaikkan menjadi Rp300 juta per medali emas, naik Rp50 juta dari sebelumnya Rp250 juta.
"Kita berharap dengan bonus yang lebih besar ini, atlet dan pelatih kita bisa lebih termotivasi untuk berprestasi di PON XXI/2024. Kita juga berharap dukungan dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan masyarakat Kaltim agar kita bisa mencapai target 70 medali emas yang kita tetapkan," pungkasnya.
(sf/by)