Seputar Kaltim

    Kondisi Memburuk saat Jadwal Cuci Darah, Tahanan Lapas Bontang Meninggal di RSUD

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    10 Oktober 2026 pukul 21:39 WITA

    Ilustrasi. (Foto: Freepik)

    Bonyang - Seorang tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bontang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bontang, Jumat (9/10/2026) malam.

    Sebelum meninggal dunia, tahanan tersebut diketahui mengidap penyakit ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD) stadium V. Kondisi kesehatannya mengharuskan dia menjalani prosedur cuci darah secara rutin dua kali dalam sepekan.

    Staf Kehumasan Lapas Kelas IIA Bontang, Fahri, menjelaskan, tahanan tersebut semula dijadwalkan menjalani cuci darah pada Kamis (8/10/2026).

    Namun, kondisi kesehatannya yang memburuk membuat dokter menyarankan agar ia menjalani rawat inap di rumah sakit.

    Tahanan tersebut kemudian meninggal dunia pada keesokan harinya sekitar pukul 21.00 WITA.

    “Sebelumnya, yang bersangkutan didiagnosis CKD stadium V atau gagal ginjal dan rutin menjalani cuci darah dua kali seminggu di RSUD,” ujar Fahri, Sabtu (10/10/2026).

    Fahri menegaskan, kematian tahanan tersebut disebabkan oleh penyakit yang dideritanya. Selama menjalani perawatan dan prosedur cuci darah di rumah sakit, tahanan itu juga mendapat pendampingan dari keluarganya.

    “Penyebab kematiannya murni karena penyakit diderita. Selama perawatan cuci darah, almarhum didampingi keluarga,” tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Kondisi Memburuk saat Jadwal Cuci Darah, Tahanan Lapas Bontang Meninggal di RSUD

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    10 Oktober 2026 pukul 21:39 WITA

    Ilustrasi. (Foto: Freepik)

    Bonyang - Seorang tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bontang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bontang, Jumat (9/10/2026) malam.

    Sebelum meninggal dunia, tahanan tersebut diketahui mengidap penyakit ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD) stadium V. Kondisi kesehatannya mengharuskan dia menjalani prosedur cuci darah secara rutin dua kali dalam sepekan.

    Staf Kehumasan Lapas Kelas IIA Bontang, Fahri, menjelaskan, tahanan tersebut semula dijadwalkan menjalani cuci darah pada Kamis (8/10/2026).

    Namun, kondisi kesehatannya yang memburuk membuat dokter menyarankan agar ia menjalani rawat inap di rumah sakit.

    Tahanan tersebut kemudian meninggal dunia pada keesokan harinya sekitar pukul 21.00 WITA.

    “Sebelumnya, yang bersangkutan didiagnosis CKD stadium V atau gagal ginjal dan rutin menjalani cuci darah dua kali seminggu di RSUD,” ujar Fahri, Sabtu (10/10/2026).

    Fahri menegaskan, kematian tahanan tersebut disebabkan oleh penyakit yang dideritanya. Selama menjalani perawatan dan prosedur cuci darah di rumah sakit, tahanan itu juga mendapat pendampingan dari keluarganya.

    “Penyebab kematiannya murni karena penyakit diderita. Selama perawatan cuci darah, almarhum didampingi keluarga,” tutupnya.

    (Sf/Lo)