Seputar Kaltim

    Kondisi Jalan Penghubung PPU-Paser Rusak, Pendistribusian Hasil Pertanian Terhambat

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    04 April 2025 pukul 19:57 WITA

    Akses jalan penghubung antara Desa Sri Raharja, Kecamatan Babulu, Kabupaten PPU dan Desa Petiku, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser.(Istimewa)

    Penajam - Warga Desa Sri Raharja, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengeluhkan akses jalan penghubung menuju Desa Petiku, Kecamatan Longkali, Kabupaten Paser yang kondisinya rusak setelah diguyur hujan.

    Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan kondisi jalan yang beralaskan tanah dan batu kecil tersebut menjadi berlumpur, sebelum maupun setelah hujan tiba. 

    Kondisi ini dirasa menyulitkan kendaraan yang hendak melintasi jalan tersebut, terutama saat mau mendistribusikan hasil pertanian ke daerah lain.

    "Kalau kondisinya seperti ini, waktu tempuh pendistribusian hasil pertanian akan menghabiskan 30 menit. Padahal, apabila jalannya bagus dan mulus, setidaknya hanya memakan waktu paling cuma 5-10 menit saja," ucapnya, Jumat (4/4/2025).

    Kepala Desa Sri Raharja, Surani mengaku telah berulang kali mengusulkan perbaikan jalan itu kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim), karena merupakan jalan penghubung dua kabupaten.

    "Usulan ini bukan hanya dari kita saja, tapi dari Desa Petiku juga turut mengusulkan perbaikan jalan. Bahkan sebelum Musrenbang kecamatan kemarin kami sempat menerima informasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) PPU sudah ada anggaran sekitar Rp19 miliar untuk perbaikannya,” kata Surani.

    Namun setelah Musrenbang kecamatan usai digelar, anggaran yang disiapkan DPUPR PPU tersebut hingga kini belum ada kabarnya.

    "Entah hilang kemana, kami tidak tahu. Dugaan sementara sepertinya terkena efisiensi anggaran. Tapi sejak dulu jalan itu telah diperiksa dan belum ada tindakan nyata dari pemerintah, padahal sudah diukur ketahanan tanahnya," ungkapnya.

    Jalan yang merupakan satu-satunya jalur utama distribusi hasil pertanian bagi warga setempat itu diusulkan untuk perbaikan sepanjang 2 Km.

    "Petani pasti lewat situ saat hendak mendistribusikan hasil pertaniannya, jadi nggak ada jalan alternatif lain. Wajar kalau warga terus mendesak pemerintah untuk segera perbaiki jalan ini," jelasnya.

    Surani berharap Pemprov Kaltim dan pemda bisa segera merealisasikan pembangunan jalan tersebut demi kelancaran distribusi hasil pertanian untuk kedua wilayah.

    Hingga berita ini terbit, seputarfakta.com terus berupaya mengkonfirmasi DPUPR PPU terkait anggaran perbaikan jalan senilai Rp19 miliar yang belum ada kabarnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Kondisi Jalan Penghubung PPU-Paser Rusak, Pendistribusian Hasil Pertanian Terhambat

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    04 April 2025 pukul 19:57 WITA

    Akses jalan penghubung antara Desa Sri Raharja, Kecamatan Babulu, Kabupaten PPU dan Desa Petiku, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser.(Istimewa)

    Penajam - Warga Desa Sri Raharja, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengeluhkan akses jalan penghubung menuju Desa Petiku, Kecamatan Longkali, Kabupaten Paser yang kondisinya rusak setelah diguyur hujan.

    Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan kondisi jalan yang beralaskan tanah dan batu kecil tersebut menjadi berlumpur, sebelum maupun setelah hujan tiba. 

    Kondisi ini dirasa menyulitkan kendaraan yang hendak melintasi jalan tersebut, terutama saat mau mendistribusikan hasil pertanian ke daerah lain.

    "Kalau kondisinya seperti ini, waktu tempuh pendistribusian hasil pertanian akan menghabiskan 30 menit. Padahal, apabila jalannya bagus dan mulus, setidaknya hanya memakan waktu paling cuma 5-10 menit saja," ucapnya, Jumat (4/4/2025).

    Kepala Desa Sri Raharja, Surani mengaku telah berulang kali mengusulkan perbaikan jalan itu kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim), karena merupakan jalan penghubung dua kabupaten.

    "Usulan ini bukan hanya dari kita saja, tapi dari Desa Petiku juga turut mengusulkan perbaikan jalan. Bahkan sebelum Musrenbang kecamatan kemarin kami sempat menerima informasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) PPU sudah ada anggaran sekitar Rp19 miliar untuk perbaikannya,” kata Surani.

    Namun setelah Musrenbang kecamatan usai digelar, anggaran yang disiapkan DPUPR PPU tersebut hingga kini belum ada kabarnya.

    "Entah hilang kemana, kami tidak tahu. Dugaan sementara sepertinya terkena efisiensi anggaran. Tapi sejak dulu jalan itu telah diperiksa dan belum ada tindakan nyata dari pemerintah, padahal sudah diukur ketahanan tanahnya," ungkapnya.

    Jalan yang merupakan satu-satunya jalur utama distribusi hasil pertanian bagi warga setempat itu diusulkan untuk perbaikan sepanjang 2 Km.

    "Petani pasti lewat situ saat hendak mendistribusikan hasil pertaniannya, jadi nggak ada jalan alternatif lain. Wajar kalau warga terus mendesak pemerintah untuk segera perbaiki jalan ini," jelasnya.

    Surani berharap Pemprov Kaltim dan pemda bisa segera merealisasikan pembangunan jalan tersebut demi kelancaran distribusi hasil pertanian untuk kedua wilayah.

    Hingga berita ini terbit, seputarfakta.com terus berupaya mengkonfirmasi DPUPR PPU terkait anggaran perbaikan jalan senilai Rp19 miliar yang belum ada kabarnya.

    (Sf/By)