Seputar Kaltim

    Komite Rakyat Melawan Peringati Hari Buruh dengan Aksi Damai di Jantung Kota Samarinda, Ini Tuntutannya

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    01 Mei 2024 pukul 21:13 WITA

    Komite Rakyat Melawan melakukan aksi damai memperingati hari buruh internasional di Taman Samarendah. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Suara bergema dari arah tengah kota Samarinda, para buruh meneriakkan orasinya untuk meminta keadilan ekonomi dan sosial. Dalam momentum ini, para buruh yang tergabung dalam Komite Rakyat Melawan memperingati Hari Buruh Internasional, atau yang lebih dikenal dengan May Day.

    Dengan semangat yang membara, mereka membawa tuntutan yakni pemenuhan hak-hak yang lebih adil dan perlindungan kerja yang layak. Reza Dwi Saputra, Humas Komite Rakyat Melawan, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas antarpekerja yang merasakan ketidakadilan, baik di tingkat lokal maupun nasional.

    "Kami berdiri di sini hari ini, bukan hanya sebagai simbol perlawanan, tapi sebagai bukti nyata bahwa perjuangan buruh masih jauh dari kata selesai," ujar Reza setelah aksi ini selesai di Taman samarendah. "Masalah upah yang tidak layak masih menjadi momok yang menakutkan bagi pekerja di Kaltim dan seluruh Indonesia," lanjutnya.

    Reza menambahkan bahwa banyak buruh yang masih mengalami kriminalisasi dan mendapatkan upah yang tidak sesuai dengan standar kehidupan yang layak. "Setiap pekerja berhak atas upah yang memadai untuk menghidupi keluarganya," tegasnya.

    Perayaan May Day ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga pekerja perusahaan, yang semuanya bersatu padu menuntut perubahan. "Kami ingin cuti yang layak, lembur yang dibayar, dan penghormatan atas hak-hak kami sebagai pekerja," ungkap Reza.

    Komite Rakyat Melawan tidak akan berhenti sampai di sini. Mereka berencana untuk menggelar aksi lanjutan di depan Kantor Gubernur Kaltim pada hari berikutnya, dengan harapan massa yang lebih besar dan suara yang lebih keras.

    "Besok, kami akan kembali beraksi. Kami akan terus berbicara, berjuang, dan berharap, sampai suara kami didengar dan hak-hak kami dipenuhi," tutup Reza.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Komite Rakyat Melawan Peringati Hari Buruh dengan Aksi Damai di Jantung Kota Samarinda, Ini Tuntutannya

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    01 Mei 2024 pukul 21:13 WITA

    Komite Rakyat Melawan melakukan aksi damai memperingati hari buruh internasional di Taman Samarendah. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Suara bergema dari arah tengah kota Samarinda, para buruh meneriakkan orasinya untuk meminta keadilan ekonomi dan sosial. Dalam momentum ini, para buruh yang tergabung dalam Komite Rakyat Melawan memperingati Hari Buruh Internasional, atau yang lebih dikenal dengan May Day.

    Dengan semangat yang membara, mereka membawa tuntutan yakni pemenuhan hak-hak yang lebih adil dan perlindungan kerja yang layak. Reza Dwi Saputra, Humas Komite Rakyat Melawan, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas antarpekerja yang merasakan ketidakadilan, baik di tingkat lokal maupun nasional.

    "Kami berdiri di sini hari ini, bukan hanya sebagai simbol perlawanan, tapi sebagai bukti nyata bahwa perjuangan buruh masih jauh dari kata selesai," ujar Reza setelah aksi ini selesai di Taman samarendah. "Masalah upah yang tidak layak masih menjadi momok yang menakutkan bagi pekerja di Kaltim dan seluruh Indonesia," lanjutnya.

    Reza menambahkan bahwa banyak buruh yang masih mengalami kriminalisasi dan mendapatkan upah yang tidak sesuai dengan standar kehidupan yang layak. "Setiap pekerja berhak atas upah yang memadai untuk menghidupi keluarganya," tegasnya.

    Perayaan May Day ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga pekerja perusahaan, yang semuanya bersatu padu menuntut perubahan. "Kami ingin cuti yang layak, lembur yang dibayar, dan penghormatan atas hak-hak kami sebagai pekerja," ungkap Reza.

    Komite Rakyat Melawan tidak akan berhenti sampai di sini. Mereka berencana untuk menggelar aksi lanjutan di depan Kantor Gubernur Kaltim pada hari berikutnya, dengan harapan massa yang lebih besar dan suara yang lebih keras.

    "Besok, kami akan kembali beraksi. Kami akan terus berbicara, berjuang, dan berharap, sampai suara kami didengar dan hak-hak kami dipenuhi," tutup Reza.

    (Sf/Rs)