Seputar Kaltim

    Kolaborasi Wartawan, Pemerintah, dan Swasta Wujudkan Kepedulian Lingkungan di Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Peduli Lingkungan, Persatuan Wartawa Indonesia (PWI) Kota Balikpapan pungut sampah di Pantau Mulawarman, Balikpapan Selatan. (Foto: PWI/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Upaya menjaga kelestarian lingkungan di Kota Balikpapan tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dalam momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, sinergi lintas sektor antara wartawan, pemerintah, dan perusahaan terlihat nyata dalam aksi bersih pantai yang digelar di Pantai Mulawarman, Kelurahan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan, Jumat (27/6/2025).

    Kegiatan ini diprakarsai oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Balikpapan dan didukung penuh oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, serta partisipasi aktif sejumlah perusahaan energi nasional, antara lain Pertamina EP, Pertamina Hulu Sanga Sanga, Pertamina Patra Niaga, dan Kilang Pertamina Internasional.

    Ketua PWI Balikpapan, Debi, menyampaikan bahwa wartawan tidak hanya berperan sebagai pengawas dan penyampai informasi, tetapi juga bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial, termasuk menjaga kebersihan lingkungan.

    “Kegiatan ini menjadi bentuk nyata keterlibatan insan pers dalam isu-isu lingkungan yang selama ini juga kami soroti melalui pemberitaan,” ujar Ketua PWI Balikpapan.

    Aksi bersih-bersih ini juga membuka ruang dialog antara masyarakat dan pemangku kepentingan. Ketua LPM Sepinggan Raya, Rusli, mengusulkan perlunya fasilitas tambahan di Pantai Mulawarman, seperti toilet umum dan gazebo, demi mendukung aktivitas warga yang semakin banyak memanfaatkan pantai tersebut.

    “Pantai ini ramai dikunjungi warga, mulai dari kegiatan keagamaan hingga wisata keluarga. Dengan fasilitas yang memadai, kami bisa dorong tumbuhnya kawasan wisata berbasis komunitas,” jelas Rusli.

    Sementara itu, Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana menekankan pentingnya aksi kolektif dalam menghadapi tantangan lingkungan, terutama persoalan sampah.

    Ia menyebut bahwa jumlah sampah pesisir Balikpapan telah mencapai 9 ton dan mengancam ekosistem jika tidak ditangani serius.

    “Kegiatan ini bukan hanya simbolis, tetapi bagian dari edukasi masyarakat. Kolaborasi seperti ini penting agar isu lingkungan menjadi tanggung jawab bersama,” tambah Sudirman.

    Ia berharap gerakan serupa bisa terus dilanjutkan oleh komunitas lain, menjadikan Balikpapan sebagai contoh kota yang peduli dan berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kolaborasi Wartawan, Pemerintah, dan Swasta Wujudkan Kepedulian Lingkungan di Balikpapan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Peduli Lingkungan, Persatuan Wartawa Indonesia (PWI) Kota Balikpapan pungut sampah di Pantau Mulawarman, Balikpapan Selatan. (Foto: PWI/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Upaya menjaga kelestarian lingkungan di Kota Balikpapan tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dalam momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, sinergi lintas sektor antara wartawan, pemerintah, dan perusahaan terlihat nyata dalam aksi bersih pantai yang digelar di Pantai Mulawarman, Kelurahan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan, Jumat (27/6/2025).

    Kegiatan ini diprakarsai oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Balikpapan dan didukung penuh oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, serta partisipasi aktif sejumlah perusahaan energi nasional, antara lain Pertamina EP, Pertamina Hulu Sanga Sanga, Pertamina Patra Niaga, dan Kilang Pertamina Internasional.

    Ketua PWI Balikpapan, Debi, menyampaikan bahwa wartawan tidak hanya berperan sebagai pengawas dan penyampai informasi, tetapi juga bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial, termasuk menjaga kebersihan lingkungan.

    “Kegiatan ini menjadi bentuk nyata keterlibatan insan pers dalam isu-isu lingkungan yang selama ini juga kami soroti melalui pemberitaan,” ujar Ketua PWI Balikpapan.

    Aksi bersih-bersih ini juga membuka ruang dialog antara masyarakat dan pemangku kepentingan. Ketua LPM Sepinggan Raya, Rusli, mengusulkan perlunya fasilitas tambahan di Pantai Mulawarman, seperti toilet umum dan gazebo, demi mendukung aktivitas warga yang semakin banyak memanfaatkan pantai tersebut.

    “Pantai ini ramai dikunjungi warga, mulai dari kegiatan keagamaan hingga wisata keluarga. Dengan fasilitas yang memadai, kami bisa dorong tumbuhnya kawasan wisata berbasis komunitas,” jelas Rusli.

    Sementara itu, Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana menekankan pentingnya aksi kolektif dalam menghadapi tantangan lingkungan, terutama persoalan sampah.

    Ia menyebut bahwa jumlah sampah pesisir Balikpapan telah mencapai 9 ton dan mengancam ekosistem jika tidak ditangani serius.

    “Kegiatan ini bukan hanya simbolis, tetapi bagian dari edukasi masyarakat. Kolaborasi seperti ini penting agar isu lingkungan menjadi tanggung jawab bersama,” tambah Sudirman.

    Ia berharap gerakan serupa bisa terus dilanjutkan oleh komunitas lain, menjadikan Balikpapan sebagai contoh kota yang peduli dan berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan.

    (Sf/Rs)