Cari disini...
Seputar Kaltim
Bank Sampah yang akan di bangun di RT 34 Kelurahan Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan menjadi percontohan untuk daerah lain. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Di tengah tantangan pengelolaan sampah yang makin mendesak, warga RT 34 Kelurahan Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan menunjukkan inisiatif luar biasa. Mereka aktif mengelola sampah lewat program bank sampah, sebuah langkah sederhana namun berdampak besar bagi lingkungan.
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, memberikan apresiasi atas kepedulian warga tersebut. Menurutnya, upaya ini sangat sejalan dengan regulasi pemerintah kota yang mewajibkan setiap RT memiliki bank sampah sesuai Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwali) yang berlaku.
“Sampah plastik punya nilai ekonomi. Kalau dipilah sejak dari rumah, bisa jadi sumber manfaat untuk lingkungan sekitar,” ucap Bagus kepada media, Senin (25/8/2025).
Langkah warga ini tidak hanya membantu pengurangan sampah, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong melalui kegiatan rutin kerja bakti. Ia berharap kebiasaan baik ini bisa dilakukan setiap minggu dan ditiru oleh RT lainnya.
Ia menegaskan, pengelolaan sampah dari skala rumah tangga sangat penting untuk mengurangi beban TPA Manggar, yang diperkirakan bisa mencapai titik kritis pada 2028 jika tidak segera ditangani.
Saat ini, capaian pengurangan sampah di Balikpapan baru sekitar 30 persen, dari target nasional sebesar 50 persen. Pemerintah kota terus mendorong pencapaian tersebut melalui pembangunan bank sampah, peningkatan infrastruktur, dan edukasi ke masyarakat.
“Kunci suksesnya adalah kolaborasi antara warga dan pemerintah. Kalau dari tingkat RT sudah peduli, maka kota yang bersih dan sehat bukan mimpi,” tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bank Sampah yang akan di bangun di RT 34 Kelurahan Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan menjadi percontohan untuk daerah lain. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Di tengah tantangan pengelolaan sampah yang makin mendesak, warga RT 34 Kelurahan Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan menunjukkan inisiatif luar biasa. Mereka aktif mengelola sampah lewat program bank sampah, sebuah langkah sederhana namun berdampak besar bagi lingkungan.
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, memberikan apresiasi atas kepedulian warga tersebut. Menurutnya, upaya ini sangat sejalan dengan regulasi pemerintah kota yang mewajibkan setiap RT memiliki bank sampah sesuai Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwali) yang berlaku.
“Sampah plastik punya nilai ekonomi. Kalau dipilah sejak dari rumah, bisa jadi sumber manfaat untuk lingkungan sekitar,” ucap Bagus kepada media, Senin (25/8/2025).
Langkah warga ini tidak hanya membantu pengurangan sampah, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong melalui kegiatan rutin kerja bakti. Ia berharap kebiasaan baik ini bisa dilakukan setiap minggu dan ditiru oleh RT lainnya.
Ia menegaskan, pengelolaan sampah dari skala rumah tangga sangat penting untuk mengurangi beban TPA Manggar, yang diperkirakan bisa mencapai titik kritis pada 2028 jika tidak segera ditangani.
Saat ini, capaian pengurangan sampah di Balikpapan baru sekitar 30 persen, dari target nasional sebesar 50 persen. Pemerintah kota terus mendorong pencapaian tersebut melalui pembangunan bank sampah, peningkatan infrastruktur, dan edukasi ke masyarakat.
“Kunci suksesnya adalah kolaborasi antara warga dan pemerintah. Kalau dari tingkat RT sudah peduli, maka kota yang bersih dan sehat bukan mimpi,” tutupnya.
(Sf/Rs)