Seputar Kaltim

    Kolaborasi Organisasi Kepemudaan Jadi Strategi Balut Cegah Penyalahgunaan Narkoba pada Remaja

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    11 Agustus 2026 pukul 11:35 WITA

    Beberapa perwakilan Duta Jaringan Remaja Waspada terhadap Narkoba (JARWASNABA) Kecamatan Balikpapan Utara (Balut). (Foto: Kecamatan Balut/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan anak dan remaja dinilai tidak cukup hanya melalui sosialisasi. Dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk menciptakan ruang yang positif, agar generasi muda terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

    Komitmen tersebut menjadi fokus Duta Jaringan Remaja Waspada terhadap Narkoba (JARWASNABA) Kecamatan Balikpapan Utara (Balut) yang terus memperkuat sinergi dengan berbagai organisasi kepemudaan, salah satunya Forum Anak.

    Pembina sekaligus Ketua Duta JARWASNABA Kecamatan Balut, Fany Aulia Arnelita mengatakan, keterlibatan berbagai organisasi menjadi langkah penting dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak dan remaja.

    “Kami percaya bahwa pencegahan tidak cukup hanya melalui sosialisasi. Anak-anak dan remaja juga perlu diberikan ruang untuk mengikuti kegiatan yang positif, kreatif, dan bermanfaat sehingga mereka memiliki lingkungan yang mendukung perkembangan diri,” ucap Fany saat dihubungi awak media, Selasa (11/8/2026).

    Menurutnya, hingga saat ini Duta JARWASNABA telah menggandeng sejumlah organisasi kepemudaan, baik yang berada di bawah naungan lembaga maupun organisasi independen. Forum Anak menjadi salah satu mitra strategis karena memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba sejak usia dini.

    “Melalui kerja sama tersebut, anak-anak, remaja, dan pemuda didorong untuk lebih aktif mengikuti berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan potensi diri, meningkatkan keterampilan, serta memperluas keterlibatan dalam aktivitas sosial di lingkungan masyarakat,” lanjutnya.

    Fany menilai, semakin banyak wadah yang tersedia bagi generasi muda untuk berkarya dan berorganisasi, semakin kecil pula risiko mereka terpapar penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

    Ketika anak-anak dan remaja memiliki wadah untuk belajar, berkarya, dan berorganisasi, mereka akan lebih fokus mengembangkan potensi yang dimiliki.

    “Hal itu menjadi salah satu langkah nyata untuk meminimalkan keterlibatan dalam berbagai perilaku negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

    Ia menjelaskan, dirinya resmi dilantik sebagai anggota Kelompok Kerja (Pokja) I Kecamatan Balikpapan Utara masa bakti 2026–2028 pada Februari 2026. Dalam kepengurusan tersebut, dia mendapat amanah sebagai pembina sekaligus Ketua Duta JARWASNABA Kecamatan Balut.

    Melalui amanah itu, dia berkomitmen membina para remaja agar memiliki kesadaran terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, sekaligus mendorong mereka menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi teman sebaya maupun masyarakat.

    “Melalui amanah ini, saya memiliki tanggung jawab untuk membina dan menggerakkan para remaja, agar lebih sadar terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Kami ingin mereka menjadi agen perubahan yang mampu memberikan edukasi kepada teman sebaya maupun masyarakat tentang pentingnya hidup sehat, produktif, dan bebas dari narkoba,” ungkapnya.

    Disampaikan, keberhasilan pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, organisasi kepemudaan, Forum Anak, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda.

    “Upaya pencegahan akan jauh lebih efektif jika dilakukan secara kolaboratif. Ketika pemerintah, organisasi kepemudaan, Forum Anak, sekolah, keluarga, dan masyarakat dapat berjalan bersama, saya yakin kami mampu menciptakan lingkungan yang aman serta melahirkan generasi muda yang sehat, produktif, berprestasi, dan bebas dari narkoba,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kolaborasi Organisasi Kepemudaan Jadi Strategi Balut Cegah Penyalahgunaan Narkoba pada Remaja

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    11 Agustus 2026 pukul 11:35 WITA

    Beberapa perwakilan Duta Jaringan Remaja Waspada terhadap Narkoba (JARWASNABA) Kecamatan Balikpapan Utara (Balut). (Foto: Kecamatan Balut/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan anak dan remaja dinilai tidak cukup hanya melalui sosialisasi. Dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk menciptakan ruang yang positif, agar generasi muda terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

    Komitmen tersebut menjadi fokus Duta Jaringan Remaja Waspada terhadap Narkoba (JARWASNABA) Kecamatan Balikpapan Utara (Balut) yang terus memperkuat sinergi dengan berbagai organisasi kepemudaan, salah satunya Forum Anak.

    Pembina sekaligus Ketua Duta JARWASNABA Kecamatan Balut, Fany Aulia Arnelita mengatakan, keterlibatan berbagai organisasi menjadi langkah penting dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak dan remaja.

    “Kami percaya bahwa pencegahan tidak cukup hanya melalui sosialisasi. Anak-anak dan remaja juga perlu diberikan ruang untuk mengikuti kegiatan yang positif, kreatif, dan bermanfaat sehingga mereka memiliki lingkungan yang mendukung perkembangan diri,” ucap Fany saat dihubungi awak media, Selasa (11/8/2026).

    Menurutnya, hingga saat ini Duta JARWASNABA telah menggandeng sejumlah organisasi kepemudaan, baik yang berada di bawah naungan lembaga maupun organisasi independen. Forum Anak menjadi salah satu mitra strategis karena memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba sejak usia dini.

    “Melalui kerja sama tersebut, anak-anak, remaja, dan pemuda didorong untuk lebih aktif mengikuti berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan potensi diri, meningkatkan keterampilan, serta memperluas keterlibatan dalam aktivitas sosial di lingkungan masyarakat,” lanjutnya.

    Fany menilai, semakin banyak wadah yang tersedia bagi generasi muda untuk berkarya dan berorganisasi, semakin kecil pula risiko mereka terpapar penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

    Ketika anak-anak dan remaja memiliki wadah untuk belajar, berkarya, dan berorganisasi, mereka akan lebih fokus mengembangkan potensi yang dimiliki.

    “Hal itu menjadi salah satu langkah nyata untuk meminimalkan keterlibatan dalam berbagai perilaku negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

    Ia menjelaskan, dirinya resmi dilantik sebagai anggota Kelompok Kerja (Pokja) I Kecamatan Balikpapan Utara masa bakti 2026–2028 pada Februari 2026. Dalam kepengurusan tersebut, dia mendapat amanah sebagai pembina sekaligus Ketua Duta JARWASNABA Kecamatan Balut.

    Melalui amanah itu, dia berkomitmen membina para remaja agar memiliki kesadaran terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, sekaligus mendorong mereka menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi teman sebaya maupun masyarakat.

    “Melalui amanah ini, saya memiliki tanggung jawab untuk membina dan menggerakkan para remaja, agar lebih sadar terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Kami ingin mereka menjadi agen perubahan yang mampu memberikan edukasi kepada teman sebaya maupun masyarakat tentang pentingnya hidup sehat, produktif, dan bebas dari narkoba,” ungkapnya.

    Disampaikan, keberhasilan pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, organisasi kepemudaan, Forum Anak, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda.

    “Upaya pencegahan akan jauh lebih efektif jika dilakukan secara kolaboratif. Ketika pemerintah, organisasi kepemudaan, Forum Anak, sekolah, keluarga, dan masyarakat dapat berjalan bersama, saya yakin kami mampu menciptakan lingkungan yang aman serta melahirkan generasi muda yang sehat, produktif, berprestasi, dan bebas dari narkoba,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)