Seputar Kaltim

    Kolaborasi Nyata, Pemkot Balikpapan dan Polda Kaltim Hadirkan Harapan bagi Rumah Tak Layak Huni

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    30 Juni 2026 pukul 10:24 WITA

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat menyerahkan kunci rumah kepada salah satu warga yang mendapat bedah rumah. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dan Polda Kaltim terus diperkuat melalui program bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat penanganan rumah tidak layak huni, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, program bedah rumah yang diinisiasi Polda Kaltim menjadi pelengkap program serupa yang selama ini dijalankan Pemkot Balikpapan setiap tahun.

    “Program ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik antara pemerintah daerah dan Polda Kaltim. Dari informasi yang kami terima, terdapat 80 unit rumah yang akan dibedah di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim, termasuk beberapa unit di Balikpapan,” ucap Bagus kepada awak media, Selasa (30/6/2026).

    Menurutnya, Pemkot Balikpapan setiap tahun mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki sekitar 150 rumah milik masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan adanya dukungan dari Polda Kaltim, semakin banyak warga yang dapat menikmati hunian yang lebih layak.

    Ia menilai persoalan rumah tidak layak huni tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci agar program perbaikan rumah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

    “Semakin banyak pihak yang ikut berkontribusi, semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan masyarakat,” terangnya.

    Bagus berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi contoh bagi kalangan swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), organisasi kemasyarakatan, maupun lembaga sosial untuk turut ambil bagian dalam membantu warga yang membutuhkan.

    “Gotong royong lintas sektor akan mempercepat upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya mereka yang masih tinggal di rumah yang tidak layak huni,” imbuhnya.

    Selain program bedah rumah, Bagus mengapresiasi berbagai kegiatan sosial yang digelar Polda Kaltim dalam rangka peringatan hari jadinya. Kegiatan tersebut meliputi pembangunan sumur bor, pemberian bantuan kepada rumah ibadah, hingga dukungan bagi pondok pesantren.

    Dia menilai rangkaian kegiatan itu menunjukkan bahwa peringatan hari besar institusi tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Harapan kami, semakin banyak institusi maupun perusahaan yang tergerak melakukan kegiatan sosial serupa. Bentuk bantuannya bisa berbeda, tetapi tujuannya sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menghadirkan manfaat bagi warga Balikpapan,” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kolaborasi Nyata, Pemkot Balikpapan dan Polda Kaltim Hadirkan Harapan bagi Rumah Tak Layak Huni

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    30 Juni 2026 pukul 10:24 WITA

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat menyerahkan kunci rumah kepada salah satu warga yang mendapat bedah rumah. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dan Polda Kaltim terus diperkuat melalui program bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat penanganan rumah tidak layak huni, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, program bedah rumah yang diinisiasi Polda Kaltim menjadi pelengkap program serupa yang selama ini dijalankan Pemkot Balikpapan setiap tahun.

    “Program ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik antara pemerintah daerah dan Polda Kaltim. Dari informasi yang kami terima, terdapat 80 unit rumah yang akan dibedah di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim, termasuk beberapa unit di Balikpapan,” ucap Bagus kepada awak media, Selasa (30/6/2026).

    Menurutnya, Pemkot Balikpapan setiap tahun mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki sekitar 150 rumah milik masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan adanya dukungan dari Polda Kaltim, semakin banyak warga yang dapat menikmati hunian yang lebih layak.

    Ia menilai persoalan rumah tidak layak huni tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci agar program perbaikan rumah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

    “Semakin banyak pihak yang ikut berkontribusi, semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan masyarakat,” terangnya.

    Bagus berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi contoh bagi kalangan swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), organisasi kemasyarakatan, maupun lembaga sosial untuk turut ambil bagian dalam membantu warga yang membutuhkan.

    “Gotong royong lintas sektor akan mempercepat upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya mereka yang masih tinggal di rumah yang tidak layak huni,” imbuhnya.

    Selain program bedah rumah, Bagus mengapresiasi berbagai kegiatan sosial yang digelar Polda Kaltim dalam rangka peringatan hari jadinya. Kegiatan tersebut meliputi pembangunan sumur bor, pemberian bantuan kepada rumah ibadah, hingga dukungan bagi pondok pesantren.

    Dia menilai rangkaian kegiatan itu menunjukkan bahwa peringatan hari besar institusi tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Harapan kami, semakin banyak institusi maupun perusahaan yang tergerak melakukan kegiatan sosial serupa. Bentuk bantuannya bisa berbeda, tetapi tujuannya sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menghadirkan manfaat bagi warga Balikpapan,” tutupnya.

    (Sf/Rs)