Seputar Kaltim

    Kolaborasi Jadi Kunci, Pemkot Balikpapan Dorong Pembangunan yang Berdampak ke Warga

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    18 Februari 2026 pukul 12:13 WITA

    Asisten II Setdakot Balikpapan, Andi Muhammad Yusri Ramli. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menegaskan bahwa arah pembangunan ke depan tidak hanya berfokus pada proyek fisik, tetapi juga memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

    Hal itu disampaikan Asisten II Setdakot Balikpapan, Andi Muhammad Yusri Ramli, yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah tantangan ekonomi global.

    Menurutnya, pembangunan yang efektif adalah pembangunan yang mampu memperkuat ekonomi kerakyatan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.

    “Karena itu, setiap program yang dijalankan diarahkan agar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ucap Andi Yusri kepada awak media, Rabu (18/2/2026).

    Lanjutnya, pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup. Program pemerintah harus menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

    Saat ini, Pemkot Balikpapan memprioritaskan penguatan sektor ekonomi lokal, peningkatan mutu layanan publik, serta percepatan proyek strategis daerah. Namun, ia menegaskan, keberhasilan program tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah.

    “Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penentu agar kebijakan yang dirancang dapat berjalan tepat sasaran. Dunia usaha dan partisipasi aktif masyarakat disebut memiliki peran strategis dalam memastikan pembangunan berjalan stabil dan berkelanjutan,” jelasnya.

    Selain itu, ia mengingatkan bahwa kesejahteraan tidak semata diukur dari angka pertumbuhan ekonomi. Rasa aman, nyaman, serta keharmonisan sosial juga menjadi indikator penting dalam menilai kemajuan daerah.

    Untuk itu, keseimbangan antara pembangunan fisik dan sosial terus dijaga. Upaya tersebut mencakup peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga penguatan perlindungan sosial bagi kelompok rentan.

    “Pemkot Balikpapan pun optimistis, dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, berbagai tantangan dapat dihadapi demi mewujudkan kota yang maju, nyaman, dan sejahtera bagi seluruh warga,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Kolaborasi Jadi Kunci, Pemkot Balikpapan Dorong Pembangunan yang Berdampak ke Warga

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    18 Februari 2026 pukul 12:13 WITA

    Asisten II Setdakot Balikpapan, Andi Muhammad Yusri Ramli. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menegaskan bahwa arah pembangunan ke depan tidak hanya berfokus pada proyek fisik, tetapi juga memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

    Hal itu disampaikan Asisten II Setdakot Balikpapan, Andi Muhammad Yusri Ramli, yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah tantangan ekonomi global.

    Menurutnya, pembangunan yang efektif adalah pembangunan yang mampu memperkuat ekonomi kerakyatan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.

    “Karena itu, setiap program yang dijalankan diarahkan agar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ucap Andi Yusri kepada awak media, Rabu (18/2/2026).

    Lanjutnya, pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup. Program pemerintah harus menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

    Saat ini, Pemkot Balikpapan memprioritaskan penguatan sektor ekonomi lokal, peningkatan mutu layanan publik, serta percepatan proyek strategis daerah. Namun, ia menegaskan, keberhasilan program tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah.

    “Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi faktor penentu agar kebijakan yang dirancang dapat berjalan tepat sasaran. Dunia usaha dan partisipasi aktif masyarakat disebut memiliki peran strategis dalam memastikan pembangunan berjalan stabil dan berkelanjutan,” jelasnya.

    Selain itu, ia mengingatkan bahwa kesejahteraan tidak semata diukur dari angka pertumbuhan ekonomi. Rasa aman, nyaman, serta keharmonisan sosial juga menjadi indikator penting dalam menilai kemajuan daerah.

    Untuk itu, keseimbangan antara pembangunan fisik dan sosial terus dijaga. Upaya tersebut mencakup peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga penguatan perlindungan sosial bagi kelompok rentan.

    “Pemkot Balikpapan pun optimistis, dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, berbagai tantangan dapat dihadapi demi mewujudkan kota yang maju, nyaman, dan sejahtera bagi seluruh warga,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)