Cari disini...
Seputar Kaltim
Komandan Kodim (Dandim) 0909/Kutim, Letkol CZI Zaenal Abidin, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menunjukkan perkembangan. Dari total 141 desa, sebanyak 116 desa telah memasuki tahap pembangunan dengan progres fisik rata-rata lebih dari 60 persen.
Komandan Kodim (Dandim) 0909/Kutim, Letkol CZI Zaenal Abidin, mengatakan jajarannya mendapat tugas mengawal pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai ketentuan, mulai dari proses administrasi hingga operasional.
"Kami hanya mengawal, mulai dari administrasi sampai operasional agar program pemerintah berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran," ujar Letkol Zaenal.
Ia mengungkapkan, hingga kini sebanyak 22 bangunan kopdes telah selesai dibangun. Namun, belum seluruhnya dapat difungsikan karena masih menunggu penyelesaian fasilitas pendukung, seperti sambungan listrik dan jaringan air bersih.
Pembangunan kopdes di beberapa desa juga masih menghadapi kendala, terutama terkait ketersediaan lahan yang memenuhi persyaratan. Lokasi pembangunan harus berada di atas aset milik desa atau pemerintah yang nantinya akan dihibahkan kepada koperasi.
"Di beberapa desa masih ada kendala lahan. Ada yang lokasinya kurang strategis, ada juga yang belum memenuhi persyaratan administrasi. Itu menjadi bahan evaluasi bersama pemerintah desa," jelasnya.
Letkol Zaenal menambahkan, pemerintah pusat juga telah melakukan evaluasi terhadap penentuan lokasi pembangunan Kopdes. Ke depan, lokasi koperasi diharapkan berada di titik yang lebih mudah dijangkau masyarakat sehingga dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi desa.
Untuk mendukung operasional, pemerintah pusat akan menyediakan berbagai kebutuhan melalui vendor yang telah ditunjuk, mulai dari perlengkapan toko, kendaraan operasional, hingga barang dagangan. Sementara itu, Kodim bersama pemerintah daerah bertugas mengawal seluruh proses pelaksanaannya.
“Kami berharap koperasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi motor penggerak ekonomi desa sebagaimana yang diharapkan pemerintah," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Komandan Kodim (Dandim) 0909/Kutim, Letkol CZI Zaenal Abidin, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menunjukkan perkembangan. Dari total 141 desa, sebanyak 116 desa telah memasuki tahap pembangunan dengan progres fisik rata-rata lebih dari 60 persen.
Komandan Kodim (Dandim) 0909/Kutim, Letkol CZI Zaenal Abidin, mengatakan jajarannya mendapat tugas mengawal pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai ketentuan, mulai dari proses administrasi hingga operasional.
"Kami hanya mengawal, mulai dari administrasi sampai operasional agar program pemerintah berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran," ujar Letkol Zaenal.
Ia mengungkapkan, hingga kini sebanyak 22 bangunan kopdes telah selesai dibangun. Namun, belum seluruhnya dapat difungsikan karena masih menunggu penyelesaian fasilitas pendukung, seperti sambungan listrik dan jaringan air bersih.
Pembangunan kopdes di beberapa desa juga masih menghadapi kendala, terutama terkait ketersediaan lahan yang memenuhi persyaratan. Lokasi pembangunan harus berada di atas aset milik desa atau pemerintah yang nantinya akan dihibahkan kepada koperasi.
"Di beberapa desa masih ada kendala lahan. Ada yang lokasinya kurang strategis, ada juga yang belum memenuhi persyaratan administrasi. Itu menjadi bahan evaluasi bersama pemerintah desa," jelasnya.
Letkol Zaenal menambahkan, pemerintah pusat juga telah melakukan evaluasi terhadap penentuan lokasi pembangunan Kopdes. Ke depan, lokasi koperasi diharapkan berada di titik yang lebih mudah dijangkau masyarakat sehingga dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi desa.
Untuk mendukung operasional, pemerintah pusat akan menyediakan berbagai kebutuhan melalui vendor yang telah ditunjuk, mulai dari perlengkapan toko, kendaraan operasional, hingga barang dagangan. Sementara itu, Kodim bersama pemerintah daerah bertugas mengawal seluruh proses pelaksanaannya.
“Kami berharap koperasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi motor penggerak ekonomi desa sebagaimana yang diharapkan pemerintah," pungkasnya.
(Sf/Lo)