Cari disini...
Seputar Kaltim
Komandan Kodim 0909/Kutim, Letkol Inf Ginanjar Wahyutomo. (Foto-Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN) mulai memasuki tahap persiapan operasional di Kabupaten Kutai Timur. Kodim 0909/Kutai Timur turut serta dalam proses pengawasan dan pengawalan mutu pelaksanaan program yang menyasar anak-anak sekolah, lanjut usia (lansia), serta ibu hamil.
Komandan Kodim 0909/Kutim, Letkol Inf Ginanjar Wahyutomo, menjelaskan bahwa pelaksanaan program telah dimulai sejak awal tahun 2024. Saat ini, dua lokasi dapur, yakni di APT Pranoto dan Kabo Swarga Bara, telah terdaftar dalam sistem resmi BGN. “Kita berdoa semoga secepatnya diproses. Harapannya, bulan Mei atau Juni ini sudah bisa beroperasi,” ujar Ginanjar.
Satu dapur ditargetkan mampu menyiapkan 3.000 hingga 3.500 porsi makanan bergizi setiap hari. Sasaran penerima manfaat meliputi jenjang PAUD, TK, SD, SMP, baik sekolah negeri maupun swasta, serta lansia dan ibu hamil. Distribusi makanan akan difokuskan dalam radius 3 hingga 5 kilometer dari lokasi dapur untuk menjaga kualitas dan suhu makanan agar tetap layak dikonsumsi.
Ginanjar menyampaikan bahwa jika program berjalan lancar, ke depannya ditargetkan sebanyak 57 dapur gizi dapat dibangun di Kutai Timur. Namun, titik lokasinya masih dalam tahap perhitungan dan belum dapat dipastikan. Ia menambahkan, pembangunan tidak akan dilakukan sekaligus, melainkan bertahap. “Mungkin satu atau dua dapur dulu, secara bertahap. Termasuk pengadaan perlengkapan seperti alat masak dan lainnya, harus sesuai dengan standar inspektorat dan dananya dari pusat,” ungkapnya.
Koordinasi operasional di lapangan akan dilakukan oleh lulusan Satuan Pelaksana Program Inisiatif (SPPI) yang telah mengikuti pelatihan selama empat bulan di Jakarta. Setiap dapur akan dikelola oleh tim yang terdiri atas empat aparatur sipil negara (ASN): ketua dapur, seksi gizi, seksi akuntansi, dan tim lapangan. Selain itu, akan melibatkan sekitar 46 pekerja lokal paruh waktu untuk tugas-tugas seperti distribusi makanan, pencucian peralatan, dan pekerjaan teknis lainnya.
“Kita berharap program ini juga bisa memberdayakan masyarakat setempat. Seperti beras dari sawah lokal, sayuran seperti kangkung yang dibeli dari petani sekitar, serta telur dan bahan pangan lainnya. Harapannya, masyarakat bisa ikut serta secara ekonomi dalam program ini,” tambahnya.
Kodim 0909/Kutim akan terus mendampingi dan memastikan mutu serta kesiapan sebelum program berjalan penuh. “Insya Allah pasti ada, Pasti akan ada percobaan dulu dan lain sebagainya. standarnya harus ada pengecekan ,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Komandan Kodim 0909/Kutim, Letkol Inf Ginanjar Wahyutomo. (Foto-Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN) mulai memasuki tahap persiapan operasional di Kabupaten Kutai Timur. Kodim 0909/Kutai Timur turut serta dalam proses pengawasan dan pengawalan mutu pelaksanaan program yang menyasar anak-anak sekolah, lanjut usia (lansia), serta ibu hamil.
Komandan Kodim 0909/Kutim, Letkol Inf Ginanjar Wahyutomo, menjelaskan bahwa pelaksanaan program telah dimulai sejak awal tahun 2024. Saat ini, dua lokasi dapur, yakni di APT Pranoto dan Kabo Swarga Bara, telah terdaftar dalam sistem resmi BGN. “Kita berdoa semoga secepatnya diproses. Harapannya, bulan Mei atau Juni ini sudah bisa beroperasi,” ujar Ginanjar.
Satu dapur ditargetkan mampu menyiapkan 3.000 hingga 3.500 porsi makanan bergizi setiap hari. Sasaran penerima manfaat meliputi jenjang PAUD, TK, SD, SMP, baik sekolah negeri maupun swasta, serta lansia dan ibu hamil. Distribusi makanan akan difokuskan dalam radius 3 hingga 5 kilometer dari lokasi dapur untuk menjaga kualitas dan suhu makanan agar tetap layak dikonsumsi.
Ginanjar menyampaikan bahwa jika program berjalan lancar, ke depannya ditargetkan sebanyak 57 dapur gizi dapat dibangun di Kutai Timur. Namun, titik lokasinya masih dalam tahap perhitungan dan belum dapat dipastikan. Ia menambahkan, pembangunan tidak akan dilakukan sekaligus, melainkan bertahap. “Mungkin satu atau dua dapur dulu, secara bertahap. Termasuk pengadaan perlengkapan seperti alat masak dan lainnya, harus sesuai dengan standar inspektorat dan dananya dari pusat,” ungkapnya.
Koordinasi operasional di lapangan akan dilakukan oleh lulusan Satuan Pelaksana Program Inisiatif (SPPI) yang telah mengikuti pelatihan selama empat bulan di Jakarta. Setiap dapur akan dikelola oleh tim yang terdiri atas empat aparatur sipil negara (ASN): ketua dapur, seksi gizi, seksi akuntansi, dan tim lapangan. Selain itu, akan melibatkan sekitar 46 pekerja lokal paruh waktu untuk tugas-tugas seperti distribusi makanan, pencucian peralatan, dan pekerjaan teknis lainnya.
“Kita berharap program ini juga bisa memberdayakan masyarakat setempat. Seperti beras dari sawah lokal, sayuran seperti kangkung yang dibeli dari petani sekitar, serta telur dan bahan pangan lainnya. Harapannya, masyarakat bisa ikut serta secara ekonomi dalam program ini,” tambahnya.
Kodim 0909/Kutim akan terus mendampingi dan memastikan mutu serta kesiapan sebelum program berjalan penuh. “Insya Allah pasti ada, Pasti akan ada percobaan dulu dan lain sebagainya. standarnya harus ada pengecekan ,” pungkasnya.
(Sf/Rs)