Cari disini...
Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
Seputar Kaltim
Suasana berburu takjil di kawasan Masjid Agung Sultan Sulaiman, Kecamatan Tenggarong. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Bulan suci Ramadan tentu di tunggu-tunggu sekali oleh umat muslim di seluruh dunia.
Bukan hanya untuk menunaikan ibadah puasa saja, melainkan bulan puasa juga menjadi momentum untuk berburu takjil.
Namun, kebiasan ini tidak hanya dilakukan oleh umat Muslim, bahkan non muslim juga ikut untuk berbelanja jajanan berbuka atau takjil.
Melansir dari akun Instagram @Folkative, media sosial pun ikut diramaikan dengan sejumlah komentar lucu para netizen.
Seperti akun @P R E D yang berkomentar. "Bg (bang) tolong bersaing secara sehat ya, berburu takjil itu jam 16.30, kalo jam 3 kita yang islam lagi bertahan hidup," ucapnya di kolom komentar.
Kemudian dilanjutkan oleh akun instagram @Indahhh. "Tolong ibu bapak penjual takjil disaat pukul 15.00, berikan pasaword baca doa buka puasa kalau mau beli, mereka pasti nggak hafal bacaannya," sebut Indah.
Sementara itu, akun Instagram @Bobby yang mengaku non muslim juga ikut berkomentar. "Aku nonis, pas mau beli takjil terus ibunya nanya, bisa doa buka puasa ga? Bisa doong, langsung bungkus banyak-banyak bawa pulang ke kos," tulisnya.
Labih lanjut, akun Instagram @Ikmalmaulana berkomentar. "Tahun ini berburu takjil lintas agama, saingan makin berat," tambahnya dikolom komentar.
Diketahui bahwa berbagai makanan yang langka mudah sekali ditemui ketik Ramadan, seperti kolak, kue basah hingga berbagai macam jenis es.
Pantas saja jika Non Muslim turut antusias untuk berburu takjil.
Konten betemakan Umat Non Muslim berburu Takjil saat berbuka puasa di media sosial ini ternyata membuat toleransi antar umat beragama semakin erat.
"Ketika banyak non-Muslim yang ikut berburu 'takjil' untuk berbuka puasa. Sungguh sebuah tampilan toleransi yang indah," tulis akun @Folkative di captionnya.
(Sf/By)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
Seputar Kaltim

Suasana berburu takjil di kawasan Masjid Agung Sultan Sulaiman, Kecamatan Tenggarong. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Bulan suci Ramadan tentu di tunggu-tunggu sekali oleh umat muslim di seluruh dunia.
Bukan hanya untuk menunaikan ibadah puasa saja, melainkan bulan puasa juga menjadi momentum untuk berburu takjil.
Namun, kebiasan ini tidak hanya dilakukan oleh umat Muslim, bahkan non muslim juga ikut untuk berbelanja jajanan berbuka atau takjil.
Melansir dari akun Instagram @Folkative, media sosial pun ikut diramaikan dengan sejumlah komentar lucu para netizen.
Seperti akun @P R E D yang berkomentar. "Bg (bang) tolong bersaing secara sehat ya, berburu takjil itu jam 16.30, kalo jam 3 kita yang islam lagi bertahan hidup," ucapnya di kolom komentar.
Kemudian dilanjutkan oleh akun instagram @Indahhh. "Tolong ibu bapak penjual takjil disaat pukul 15.00, berikan pasaword baca doa buka puasa kalau mau beli, mereka pasti nggak hafal bacaannya," sebut Indah.
Sementara itu, akun Instagram @Bobby yang mengaku non muslim juga ikut berkomentar. "Aku nonis, pas mau beli takjil terus ibunya nanya, bisa doa buka puasa ga? Bisa doong, langsung bungkus banyak-banyak bawa pulang ke kos," tulisnya.
Labih lanjut, akun Instagram @Ikmalmaulana berkomentar. "Tahun ini berburu takjil lintas agama, saingan makin berat," tambahnya dikolom komentar.
Diketahui bahwa berbagai makanan yang langka mudah sekali ditemui ketik Ramadan, seperti kolak, kue basah hingga berbagai macam jenis es.
Pantas saja jika Non Muslim turut antusias untuk berburu takjil.
Konten betemakan Umat Non Muslim berburu Takjil saat berbuka puasa di media sosial ini ternyata membuat toleransi antar umat beragama semakin erat.
"Ketika banyak non-Muslim yang ikut berburu 'takjil' untuk berbuka puasa. Sungguh sebuah tampilan toleransi yang indah," tulis akun @Folkative di captionnya.
(Sf/By)