Cari disini...
Seputar Kaltim
Dialog publik Komite Tani Muda KNPI Kutim di Ruang Meranti, Sangatta. (foto:Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar dialog publik untuk membahas arah pembangunan daerah ke depan, termasuk penguatan ketahanan pangan, di tengah ketergantungan Kutim terhadap sektor pertambangan.
Ketua Bidang Pertanian dan Peternakan KNPI Kutim, Saddam Amrul, menyampaikan dialog ini digelar sebagai respons atas tantangan pembangunan daerah yang selama ini masih bergantung pada pertambangan.
Menurutnya, ketergantungan tersebut berisiko menimbulkan dampak sosial dan lingkungan ke depan. Untuk itu, Kutim perlu mulai menyiapkan arah pembangunan berkelanjutan, salah satunya dengan memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan
“Dialog ini bertujuan membangun kesadaran bersama tentang pentingnya inovasi dan kebijakan pembangunan, sekaligus menghimpun gagasan dari berbagai pihak,” ujar Saddam saat menyampaikan sambutan dalam dialog publik di Ruang Meranti, Kutim, Kamis (18/12/2025).
Ia menambahkan, hasil dialog akan menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah menuju ekonomi pascatambang.
Saddam menegaskan pembangunan ketahanan pangan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama semua elemen agar tujuan tersebut dapat tercapai.
“Kami tidak ingin Bupati dan Wakil Bupati bekerja sendiri. Pemerintah, TNI, Polri, pemuda, akademisi, stakeholder, dan masyarakat harus berjalan bersama,” tegasnya.
Ia juga menegaskan kesiapan pemuda untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah. “Anak-anak muda siap menjadi bagian dari gerakan besar pembangunan Kutim,” katanya.
Sementara itu, Ketua KNPI Kutim, Avivurahman, mengatakan KNPI saat ini sedang bertransformasi menjadi organisasi pemuda yang lebih terbuka dan inklusif.
Menurutnya, KNPI ingin memberi ruang yang sama bagi seluruh pemuda Kutim untuk berkreasi dan berkontribusi dalam pembangunan.
Avivurahman juga menyampaikan bahwa KNPI Kutim baru saja membentuk kepengurusan KNPI di Kecamatan Sangkulirang, termasuk Komite Tani Muda.
“Ini langkah penting untuk memperkuat peran pemuda, khususnya di sektor pertanian,” jelas Avivurahman.
Ia berharap dialog ini melahirkan gagasan dan kebijakan yang berpihak pada masyarakat dan pemuda.
"Kekuatan pemuda akan terus kita dorong dan kita gerakkan agar dapat mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kutim ke depan," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Dialog publik Komite Tani Muda KNPI Kutim di Ruang Meranti, Sangatta. (foto:Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar dialog publik untuk membahas arah pembangunan daerah ke depan, termasuk penguatan ketahanan pangan, di tengah ketergantungan Kutim terhadap sektor pertambangan.
Ketua Bidang Pertanian dan Peternakan KNPI Kutim, Saddam Amrul, menyampaikan dialog ini digelar sebagai respons atas tantangan pembangunan daerah yang selama ini masih bergantung pada pertambangan.
Menurutnya, ketergantungan tersebut berisiko menimbulkan dampak sosial dan lingkungan ke depan. Untuk itu, Kutim perlu mulai menyiapkan arah pembangunan berkelanjutan, salah satunya dengan memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan
“Dialog ini bertujuan membangun kesadaran bersama tentang pentingnya inovasi dan kebijakan pembangunan, sekaligus menghimpun gagasan dari berbagai pihak,” ujar Saddam saat menyampaikan sambutan dalam dialog publik di Ruang Meranti, Kutim, Kamis (18/12/2025).
Ia menambahkan, hasil dialog akan menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah menuju ekonomi pascatambang.
Saddam menegaskan pembangunan ketahanan pangan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama semua elemen agar tujuan tersebut dapat tercapai.
“Kami tidak ingin Bupati dan Wakil Bupati bekerja sendiri. Pemerintah, TNI, Polri, pemuda, akademisi, stakeholder, dan masyarakat harus berjalan bersama,” tegasnya.
Ia juga menegaskan kesiapan pemuda untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah. “Anak-anak muda siap menjadi bagian dari gerakan besar pembangunan Kutim,” katanya.
Sementara itu, Ketua KNPI Kutim, Avivurahman, mengatakan KNPI saat ini sedang bertransformasi menjadi organisasi pemuda yang lebih terbuka dan inklusif.
Menurutnya, KNPI ingin memberi ruang yang sama bagi seluruh pemuda Kutim untuk berkreasi dan berkontribusi dalam pembangunan.
Avivurahman juga menyampaikan bahwa KNPI Kutim baru saja membentuk kepengurusan KNPI di Kecamatan Sangkulirang, termasuk Komite Tani Muda.
“Ini langkah penting untuk memperkuat peran pemuda, khususnya di sektor pertanian,” jelas Avivurahman.
Ia berharap dialog ini melahirkan gagasan dan kebijakan yang berpihak pada masyarakat dan pemuda.
"Kekuatan pemuda akan terus kita dorong dan kita gerakkan agar dapat mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kutim ke depan," pungkasnya.
(Sf/Rs)