Seputar Kaltim

    Klinik Santo Borromeus Resmi Beroperasi di Sepaku, Tambah Layanan Kesehatan di Kawasan IKN

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    03 Mei 2026 pukul 14:56 WITA

    Penandatanganan prasasti peresmian Klinik Santo Borromeus di Kecamatan Sepaku oleh Margono Hadisutanto. (Dok: Humas Setkab PPU)

    Penajam - Klinik Santo Borromeus di Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), resmi beroperasi usai diresmikan Sabtu (2/5/2026). Kehadirannya menambah fasilitas layanan kesehatan di Benuo Taka.

    Peresmian klinik menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan, seiring meningkatnya aktivitas dan pertumbuhan di wilayah tersebut.

    Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setkab PPU, Margono Hadisutanto, yang mewakili Bupati PPU, menyampaikan kehadiran klinik diharapkan mampu menjawab kebutuhan layanan dasar masyarakat sekaligus menjadi mitra pemerintah.

    "Dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas yang tinggi di Sepaku sebagai kawasan strategis IKN, kebutuhan layanan kesehatan ikut meningkat," ujarnya.

    Menurutnya, tantangan layanan kesehatan tidak hanya pada penambahan fasilitas, tetapi juga pada ketersediaan tenaga medis, kelengkapan sarana, serta sistem rujukan yang berjalan efektif.

    "Bukan hanya fasilitas, tapi juga bagaimana tenaga medis tersedia, sarana memadai, dan sistem rujukan berjalan dengan baik," lanjutnya.

    Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam pelayanan, mulai dari kecepatan, ketepatan, hingga sikap yang non-diskriminatif.

    Di kesempatan yang sama, Ketua Pembangunan Klinik, Frederik Jhon, mengungkapkan pembangunan klinik telah dirintis sejak 2021 oleh Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Santo Carolus Borromeus.

    "Melihat Sepaku pada awalnya masih minim infrastruktur dan serba terbatas, kami melihat kebutuhan layanan kesehatan cukup besar," katanya.

    Pembangunan fisik yang dimulai pada 2024 itu sempat menghadapi sejumlah kendala, seperti faktor cuaca dan kondisi lapangan. Proyek tersebut akhirnya rampung dengan dukungan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah daerah.

    Klinik yang berada di bawah tanggung jawab dr. Novita ini tidak hanya fokus pada layanan pengobatan, tetapi juga edukasi kesehatan masyarakat. Meski begitu, efektivitas upaya promotif dan preventif bergantung pada konsistensi program serta jangkauan layanan di lapangan.

    Kehadiran Klinik Santo Borromeus menambah fasilitas kesehatan di wilayah Sepaku. Namun, tantangan ke depan tidak hanya pada pembangunan fisik, melainkan bagaimana layanan kesehatan dapat merata, berkualitas, dan menjangkau masyarakat secara berkelanjutan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Klinik Santo Borromeus Resmi Beroperasi di Sepaku, Tambah Layanan Kesehatan di Kawasan IKN

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    03 Mei 2026 pukul 14:56 WITA

    Penandatanganan prasasti peresmian Klinik Santo Borromeus di Kecamatan Sepaku oleh Margono Hadisutanto. (Dok: Humas Setkab PPU)

    Penajam - Klinik Santo Borromeus di Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), resmi beroperasi usai diresmikan Sabtu (2/5/2026). Kehadirannya menambah fasilitas layanan kesehatan di Benuo Taka.

    Peresmian klinik menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan, seiring meningkatnya aktivitas dan pertumbuhan di wilayah tersebut.

    Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setkab PPU, Margono Hadisutanto, yang mewakili Bupati PPU, menyampaikan kehadiran klinik diharapkan mampu menjawab kebutuhan layanan dasar masyarakat sekaligus menjadi mitra pemerintah.

    "Dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas yang tinggi di Sepaku sebagai kawasan strategis IKN, kebutuhan layanan kesehatan ikut meningkat," ujarnya.

    Menurutnya, tantangan layanan kesehatan tidak hanya pada penambahan fasilitas, tetapi juga pada ketersediaan tenaga medis, kelengkapan sarana, serta sistem rujukan yang berjalan efektif.

    "Bukan hanya fasilitas, tapi juga bagaimana tenaga medis tersedia, sarana memadai, dan sistem rujukan berjalan dengan baik," lanjutnya.

    Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam pelayanan, mulai dari kecepatan, ketepatan, hingga sikap yang non-diskriminatif.

    Di kesempatan yang sama, Ketua Pembangunan Klinik, Frederik Jhon, mengungkapkan pembangunan klinik telah dirintis sejak 2021 oleh Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Santo Carolus Borromeus.

    "Melihat Sepaku pada awalnya masih minim infrastruktur dan serba terbatas, kami melihat kebutuhan layanan kesehatan cukup besar," katanya.

    Pembangunan fisik yang dimulai pada 2024 itu sempat menghadapi sejumlah kendala, seperti faktor cuaca dan kondisi lapangan. Proyek tersebut akhirnya rampung dengan dukungan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah daerah.

    Klinik yang berada di bawah tanggung jawab dr. Novita ini tidak hanya fokus pada layanan pengobatan, tetapi juga edukasi kesehatan masyarakat. Meski begitu, efektivitas upaya promotif dan preventif bergantung pada konsistensi program serta jangkauan layanan di lapangan.

    Kehadiran Klinik Santo Borromeus menambah fasilitas kesehatan di wilayah Sepaku. Namun, tantangan ke depan tidak hanya pada pembangunan fisik, melainkan bagaimana layanan kesehatan dapat merata, berkualitas, dan menjangkau masyarakat secara berkelanjutan.

    (Sf/Rs)