Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pertumbuhan investasi di Kabupaten Berau yang melampaui target pada tahun 2025 menjadi peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan usaha melalui skema kemitraan dengan perusahaan besar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau pun terus mendorong agar investasi yang masuk memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan pemerintah pusat telah menempatkan pemberdayaan UMKM sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Menurutnya, UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi daerah, penyerap tenaga kerja, serta pilar dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
"Pemerintah saat ini menempatkan pemberdayaan UMKM sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Melalui Peraturan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Nomor 3 Tahun 2025 diharapkan pelaksanaan kemitraan menjadi lebih efektif, transparan, dan berkeadilan. Regulasi ini membuka peluang bagi usaha besar dan UMKM untuk saling menguatkan sehingga pelaku usaha lokal dapat naik kelas dan berperan lebih besar dalam rantai nilai investasi," ujar Gamalis.
Ia menegaskan bahwa semangat tersebut sejalan dengan delapan misi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045 yang mengedepankan pembangunan ekonomi yang maju, mandiri, berdaulat, dan berkelanjutan.
"Kami berkomitmen menciptakan iklim investasi yang tidak hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi juga memperluas manfaatnya bagi masyarakat," ungkapnya
Selain itu, dirinya juga memberikan apresiasi kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau atas capaian realisasi investasi tahun 2025 yang mencapai Rp8,76 triliun atau 194,71 persen dari target sebesar Rp4,5 triliun.
"Sementara pada tahun 2026, target investasi ditetapkan sebesar Rp8 triliun dan hingga triwulan I telah terealisasi sebesar Rp1,2 triliun," tambahnya.
Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat transformasi ekonomi daerah. Pemkab Berau terus mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan dengan mengembangkan sektor-sektor produktif lainnya. Hal tersebut terlihat dari menurunnya kontribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Berau dari 58,8 persen pada 2024 menjadi 48,11 persen pada 2025.
"Sementara itu, sektor pertanian dan perikanan kini menyumbang 13,47 persen terhadap PDRB Berau dan terus didorong agar mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi daerah bersama sektor pariwisata," ujarnya.
Terakhir, Gamalis mengajak agar seluruh pelaku usaha dan UMKM memanfaatkan berbagai peluang kemitraan yang tersedia untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas jaringan bisnis.
"Saya berpesan kepada seluruh pelaku usaha dan UMKM agar memanfaatkan berbagai peluang secara maksimal untuk menggali informasi, memperluas jaringan, dan mengambil peluang dari skema kemitraan yang ada," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pertumbuhan investasi di Kabupaten Berau yang melampaui target pada tahun 2025 menjadi peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan usaha melalui skema kemitraan dengan perusahaan besar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau pun terus mendorong agar investasi yang masuk memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan pemerintah pusat telah menempatkan pemberdayaan UMKM sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Menurutnya, UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi daerah, penyerap tenaga kerja, serta pilar dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
"Pemerintah saat ini menempatkan pemberdayaan UMKM sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Melalui Peraturan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Nomor 3 Tahun 2025 diharapkan pelaksanaan kemitraan menjadi lebih efektif, transparan, dan berkeadilan. Regulasi ini membuka peluang bagi usaha besar dan UMKM untuk saling menguatkan sehingga pelaku usaha lokal dapat naik kelas dan berperan lebih besar dalam rantai nilai investasi," ujar Gamalis.
Ia menegaskan bahwa semangat tersebut sejalan dengan delapan misi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045 yang mengedepankan pembangunan ekonomi yang maju, mandiri, berdaulat, dan berkelanjutan.
"Kami berkomitmen menciptakan iklim investasi yang tidak hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi juga memperluas manfaatnya bagi masyarakat," ungkapnya
Selain itu, dirinya juga memberikan apresiasi kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau atas capaian realisasi investasi tahun 2025 yang mencapai Rp8,76 triliun atau 194,71 persen dari target sebesar Rp4,5 triliun.
"Sementara pada tahun 2026, target investasi ditetapkan sebesar Rp8 triliun dan hingga triwulan I telah terealisasi sebesar Rp1,2 triliun," tambahnya.
Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat transformasi ekonomi daerah. Pemkab Berau terus mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan dengan mengembangkan sektor-sektor produktif lainnya. Hal tersebut terlihat dari menurunnya kontribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Berau dari 58,8 persen pada 2024 menjadi 48,11 persen pada 2025.
"Sementara itu, sektor pertanian dan perikanan kini menyumbang 13,47 persen terhadap PDRB Berau dan terus didorong agar mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi daerah bersama sektor pariwisata," ujarnya.
Terakhir, Gamalis mengajak agar seluruh pelaku usaha dan UMKM memanfaatkan berbagai peluang kemitraan yang tersedia untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas jaringan bisnis.
"Saya berpesan kepada seluruh pelaku usaha dan UMKM agar memanfaatkan berbagai peluang secara maksimal untuk menggali informasi, memperluas jaringan, dan mengambil peluang dari skema kemitraan yang ada," pungkasnya.
(Sf/Rs)