Cari disini...
Seputar Kaltim
SMK Negeri 1 Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Pengelola kantin sekolah meminta pemerintah untuk dilibatkan dalam Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) karena khawatir program ini akan berdampak pada omset penjualan.
Salah satu pengelola kantin SMK Negeri 1 Tenggarong, Umi mengatakan kekhawatiran terhadap pelaksanaan program MBG itu pasti ada. Tapi, program ini harus tetap didukung oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di sekolah.
"Kalau program MBG ini sudah berjalan kami pasti terkena dampaknya, mulai dari omset menurun dan lainnya," kata Umi pada Selasa (11/2/2025).
Ia menginginkan pemerintah juga dapat bekerjasama dengan pengelola kantin untuk memenuhi target dari program tersebut.
"Kalau dilibatkan kita pasti akan siapkan bahan makan yang diperlukan untuk mendukung program ini," ucapnya.
Salah satu peserta didik SMK Negeri 1 Tenggarong, Bunga menyampaikan program MBG ini sangat baik untuk menjamin pemenuhan kebutuhan gizi serta menghemat uang jajan siswa.
"Kalau di sekolah kami belum dilaksanakan program MBG. Kami juga ingin program ini bisa dilaksanakan sekolah-sekolah lainnya termasuk SMK 1," sebutnya.
Dirinya menilai, dengan adanya program MBG para siswa-siswi dapat menabung uang jajan untuk keperluan sekolah lainnya, apalagi kepada siswa kelas XII untuk biaya pendaftaran kuliah.
"Kalau saya sering bawa bekal makanan dari rumah, inisiatif ini untuk persiapan menuju kuliah," ujar Bunga.
Sebagai penerima manfaat, SMK Negeri 1 Tenggarong saat ini masih terus melakukan koordinasi dengan UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim di Kecamatan terkait dengan pelaksanaan MBG, mengingat program ini mendapatkan respon baik dari para siswa-siswi.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

SMK Negeri 1 Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Pengelola kantin sekolah meminta pemerintah untuk dilibatkan dalam Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) karena khawatir program ini akan berdampak pada omset penjualan.
Salah satu pengelola kantin SMK Negeri 1 Tenggarong, Umi mengatakan kekhawatiran terhadap pelaksanaan program MBG itu pasti ada. Tapi, program ini harus tetap didukung oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di sekolah.
"Kalau program MBG ini sudah berjalan kami pasti terkena dampaknya, mulai dari omset menurun dan lainnya," kata Umi pada Selasa (11/2/2025).
Ia menginginkan pemerintah juga dapat bekerjasama dengan pengelola kantin untuk memenuhi target dari program tersebut.
"Kalau dilibatkan kita pasti akan siapkan bahan makan yang diperlukan untuk mendukung program ini," ucapnya.
Salah satu peserta didik SMK Negeri 1 Tenggarong, Bunga menyampaikan program MBG ini sangat baik untuk menjamin pemenuhan kebutuhan gizi serta menghemat uang jajan siswa.
"Kalau di sekolah kami belum dilaksanakan program MBG. Kami juga ingin program ini bisa dilaksanakan sekolah-sekolah lainnya termasuk SMK 1," sebutnya.
Dirinya menilai, dengan adanya program MBG para siswa-siswi dapat menabung uang jajan untuk keperluan sekolah lainnya, apalagi kepada siswa kelas XII untuk biaya pendaftaran kuliah.
"Kalau saya sering bawa bekal makanan dari rumah, inisiatif ini untuk persiapan menuju kuliah," ujar Bunga.
Sebagai penerima manfaat, SMK Negeri 1 Tenggarong saat ini masih terus melakukan koordinasi dengan UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim di Kecamatan terkait dengan pelaksanaan MBG, mengingat program ini mendapatkan respon baik dari para siswa-siswi.
(Sf/By)