Seputar Kaltim

    Ketum DPP PATRI Kukuhkan Pokjanas PATRI Husada

    Redaktur:Rusdianto
    20 Januari 2024 pukul 22:08 WITA

    Samarinda - Memenuhi amanah organisasi, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) H. Sunu Pramono Budi, kukuhkan Kelompok Kerja Nasional (Pokjanas) PATRI Husada, Jum'at, (19/01/24).

    "Ya, Pokja Nasional PATRI Husada ini merupakan salah satu Badan Otonom PATRI bidang Kesehatan. Melengkapi POKJA yang sudah ada sebelumnya. Seperti Pokja Pertanahan, Pokja Politik, Pendidikan, dan lainnya," ujar H Sunu Pramono Budi, melalui siaran pers tertulis, diterima Seputar Fakta, Sabtu (20/1/2024) malam. 

    Pria yang karib disapa Hasprabu menjelaskan, masalah kesehatan sangat krusial di beberapa lokasi transmigrasi. Terutama disebabkan buruknya jalan penghubung, terbatasnya tenaga kesehatan, dan fasilitas kesehatan.

    "Betul, pernah dilaporkan dari pengurus PATRI Sulawesi Tenggara. Di Kimtrans (permukiman transmigrasi), ada ibu-ibu mau melahirkan, terpaksa ditandu keluar lokasi. Karena jalan rusak parah, dan tenaga kesehatan tidak ada," ungkap anak Transmigran dari Trans Polri Gunung Sugih Lampung itu. 

    Karena itu, dalam rangkaian kunjungan kerja di Pekanbaru, Ketum DPP PATRI didampingi Sekjen DPP PATRI Sutrisno, Ketua PATRI Riau dan jajarannya, meresmikan Pokja Nasional PATRI Husada. 

    Kepada awak media, Kusnadi Ketua PATRI Riau menyatakan. Riau ingin menjadi pilot proyek pelaksanaan Klinik Desa. Sebelum kegiatan klinik desa diimplementasikan, perlu ada lembaga yang menaunginya.

    "Kebetulan, kami di Riau ada para dokter yang siap bersinergi mengelola program Klinik Desa. Jadi, kami mengusulkan kepada DPP PATRI, agar Riau diprioritaskan," ujar Kusnadi, yang juga Dekan Fakultas Psikologi UIN Syarif Kasim.

    Sebagai Ketua POKJANAS PATRI HUSADA dokter Zul Asdi. Dibantu dr. M. Fikri Satria Kamal dan dr. Tedy Hartono. Seperti diketahui, dr. Zul Asdi adalah ahli bedah dan praktisi kesehatan yang pernah menjadi Ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia, red) Riau dan salah satu pengurus PB IDI di Jakarta.(*)

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Ketum DPP PATRI Kukuhkan Pokjanas PATRI Husada

    Redaktur:Rusdianto
    20 Januari 2024 pukul 22:08 WITA

    Samarinda - Memenuhi amanah organisasi, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) H. Sunu Pramono Budi, kukuhkan Kelompok Kerja Nasional (Pokjanas) PATRI Husada, Jum'at, (19/01/24).

    "Ya, Pokja Nasional PATRI Husada ini merupakan salah satu Badan Otonom PATRI bidang Kesehatan. Melengkapi POKJA yang sudah ada sebelumnya. Seperti Pokja Pertanahan, Pokja Politik, Pendidikan, dan lainnya," ujar H Sunu Pramono Budi, melalui siaran pers tertulis, diterima Seputar Fakta, Sabtu (20/1/2024) malam. 

    Pria yang karib disapa Hasprabu menjelaskan, masalah kesehatan sangat krusial di beberapa lokasi transmigrasi. Terutama disebabkan buruknya jalan penghubung, terbatasnya tenaga kesehatan, dan fasilitas kesehatan.

    "Betul, pernah dilaporkan dari pengurus PATRI Sulawesi Tenggara. Di Kimtrans (permukiman transmigrasi), ada ibu-ibu mau melahirkan, terpaksa ditandu keluar lokasi. Karena jalan rusak parah, dan tenaga kesehatan tidak ada," ungkap anak Transmigran dari Trans Polri Gunung Sugih Lampung itu. 

    Karena itu, dalam rangkaian kunjungan kerja di Pekanbaru, Ketum DPP PATRI didampingi Sekjen DPP PATRI Sutrisno, Ketua PATRI Riau dan jajarannya, meresmikan Pokja Nasional PATRI Husada. 

    Kepada awak media, Kusnadi Ketua PATRI Riau menyatakan. Riau ingin menjadi pilot proyek pelaksanaan Klinik Desa. Sebelum kegiatan klinik desa diimplementasikan, perlu ada lembaga yang menaunginya.

    "Kebetulan, kami di Riau ada para dokter yang siap bersinergi mengelola program Klinik Desa. Jadi, kami mengusulkan kepada DPP PATRI, agar Riau diprioritaskan," ujar Kusnadi, yang juga Dekan Fakultas Psikologi UIN Syarif Kasim.

    Sebagai Ketua POKJANAS PATRI HUSADA dokter Zul Asdi. Dibantu dr. M. Fikri Satria Kamal dan dr. Tedy Hartono. Seperti diketahui, dr. Zul Asdi adalah ahli bedah dan praktisi kesehatan yang pernah menjadi Ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia, red) Riau dan salah satu pengurus PB IDI di Jakarta.(*)

    (Sf/Rs)