Seputar Kaltim

    Ketua MUI Balikpapan Sebut Sudah Banyak Aliran Sesat Masuk Kota Minyak

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    13 Juli 2024 pukul 19:58 WITA

    Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan H Mahdar Abu Bakar Al Qadri (Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan H Mahdar Abu Bakar Al Qadri, menyebut banyak aliran sesat telah masuk di kota berjuluk Kota Minyak tersebut. 

    Hal ini, disampaikan dalam sambutannya ketika membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pelantikan pengurus MUI kecamatan se-Balikpapan dan Pergantian Antar Waktu (PAW) pengurus MUI Kota Balikpapan, di Ballroom Hotel Horison Ultima Bandara SAMS Balikpapan, Sabtu (13/7/2024).

    "Dengan kondisi sekarang ini, sudah banyak masuk aliran-aliran sesat ke Kota Balikpapan," ucap Mahdar.

    Mahdar menjelaskan, Balikpapan sebagai salah satu kota terdekat dengan proyek Ibu Kota Negara (IKN), punya risiko besar untuk disusupi budaya-budaya asing yang bisa saja bertolakbelakang dengan nilai-nilai luhur yang selama ini dijaga oleh MUI. 

    Namun demikian, Mahdar mengaku pada dasarnya MUI mendukung pembangunan IKN, tetapi hal yang perlu dijaga adalah mencegah dampak masuk budaya-budaya lain yang beraneka ragam.

    “Jangan sampai muda-mudi kita hancur dengan adanya Ibukota ini. Harapannya, pengurus MUI yang baru ini, kinerjanya bisa berjalan dengan baik dan bertanggung jawab dari hasil Rakerda," ungkapnya. 

    Terkait aliran sesat, Mahdar tak membeber secara rinci aliran apa saja yang ia maksud. Awak redaksi Seputar Fakta, tengah mencoba mendapatkan penjelasan lebih lanjut. 

    Namun demikian, dari penelusuran dari sumber-sumber publik, diketahui pernah ada beberapa aliran keagamaan yang masuk kategori sesat di wilayah Kota Balikpapan, yang pernah ditangani MUI. 

    Misalnya pada Februari 2012, mengutip pemberitaan di situs Kantor Berita Antara, ada 3 aliran sesat yang ditangani MUI Kota Balikpapan. 

    "Pertama di kawasan Sumber Rejo, lalu di Jalan Pupuk, dan ketiga justru di perumahan padat penduduk di belakang kantor DPRD Kota Balikpapan," kata Wakil Ketua MUI Balikpapan Bidang Kerukunan Beragama, Abdul Muis, di Balikpapan, Selasa 28 Februari 2012, sebagaimana dikutip dari Antara. 

    Masih dari sumber yang sama, 3 aliran itu disebut tak memiliki nama khusus. Para penganutnya, juga dikatakan tak menyebarkan pahamnya kepada masyarakat. 

    Ketiga aliran itu, sama-sama menyelewengkan ajaran agama Islam, mulai dari tidak mewajibkan salat Jumat, tidak mewajibkan salat 5 waktu, hingga ajaran yang mempraktikkan nikah batin. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Ketua MUI Balikpapan Sebut Sudah Banyak Aliran Sesat Masuk Kota Minyak

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    13 Juli 2024 pukul 19:58 WITA

    Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan H Mahdar Abu Bakar Al Qadri (Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan H Mahdar Abu Bakar Al Qadri, menyebut banyak aliran sesat telah masuk di kota berjuluk Kota Minyak tersebut. 

    Hal ini, disampaikan dalam sambutannya ketika membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pelantikan pengurus MUI kecamatan se-Balikpapan dan Pergantian Antar Waktu (PAW) pengurus MUI Kota Balikpapan, di Ballroom Hotel Horison Ultima Bandara SAMS Balikpapan, Sabtu (13/7/2024).

    "Dengan kondisi sekarang ini, sudah banyak masuk aliran-aliran sesat ke Kota Balikpapan," ucap Mahdar.

    Mahdar menjelaskan, Balikpapan sebagai salah satu kota terdekat dengan proyek Ibu Kota Negara (IKN), punya risiko besar untuk disusupi budaya-budaya asing yang bisa saja bertolakbelakang dengan nilai-nilai luhur yang selama ini dijaga oleh MUI. 

    Namun demikian, Mahdar mengaku pada dasarnya MUI mendukung pembangunan IKN, tetapi hal yang perlu dijaga adalah mencegah dampak masuk budaya-budaya lain yang beraneka ragam.

    “Jangan sampai muda-mudi kita hancur dengan adanya Ibukota ini. Harapannya, pengurus MUI yang baru ini, kinerjanya bisa berjalan dengan baik dan bertanggung jawab dari hasil Rakerda," ungkapnya. 

    Terkait aliran sesat, Mahdar tak membeber secara rinci aliran apa saja yang ia maksud. Awak redaksi Seputar Fakta, tengah mencoba mendapatkan penjelasan lebih lanjut. 

    Namun demikian, dari penelusuran dari sumber-sumber publik, diketahui pernah ada beberapa aliran keagamaan yang masuk kategori sesat di wilayah Kota Balikpapan, yang pernah ditangani MUI. 

    Misalnya pada Februari 2012, mengutip pemberitaan di situs Kantor Berita Antara, ada 3 aliran sesat yang ditangani MUI Kota Balikpapan. 

    "Pertama di kawasan Sumber Rejo, lalu di Jalan Pupuk, dan ketiga justru di perumahan padat penduduk di belakang kantor DPRD Kota Balikpapan," kata Wakil Ketua MUI Balikpapan Bidang Kerukunan Beragama, Abdul Muis, di Balikpapan, Selasa 28 Februari 2012, sebagaimana dikutip dari Antara. 

    Masih dari sumber yang sama, 3 aliran itu disebut tak memiliki nama khusus. Para penganutnya, juga dikatakan tak menyebarkan pahamnya kepada masyarakat. 

    Ketiga aliran itu, sama-sama menyelewengkan ajaran agama Islam, mulai dari tidak mewajibkan salat Jumat, tidak mewajibkan salat 5 waktu, hingga ajaran yang mempraktikkan nikah batin. 

    (Sf/Rs)