Seputar Kaltim

    Ketua Komisi X DPR RI Tekankan Keakuratan Dapodik untuk Program Pendidikan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    26 September 2025 pukul 19:20 WITA

    Ketua Komisi IV DPR RI, Hetifah Sjaifudian. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda -  Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mendorong keras para operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di sekolah-sekolah untuk memaksimalkan keakuratan data. 

    Langkah ini dinilai krusial mengingat Dapodik merupakan sumber daya utama dan vital dalam menentukan intervensi kebijakan pendidikan, bahkan layanan lintas kementerian/lembaga.

    Penegasan ini disampaikan Hetifah dalam workshop pendidikan bertajuk "Peran Tenaga Kependidikan dalam Optimalisasi Dapodik untuk Manajemen Data Sekolah yang Akurat dan Efektif” yang dilaksanakan di Samarinda, pada Jumat (26/9/2025).

    Hetifah menekankan bahwa kualitas data Dapodik sangat menentukan efektivitas program dan kebijakan pendidikan agar tepat sasaran. 

    Ia menyebut, kolaborasi aktif sangat diperlukan untuk terus mengawal kualitas data dari tingkat satuan pendidikan.

    "Operator adalah garda terdepan data pendidikan Indonesia. Data yang berkualitas adalah bahasa keadilan bagi semua siswa dan memastikan setiap kebijakan pendidikan kita betul-betul menyentuh mereka yang membutuhkan," tegas legislator asal Kalimantan Timur ini.

    Data yang akurat, lanjutnya, bukan hanya sekadar angka, tetapi fondasi untuk memastikan pemerataan dan kualitas layanan pendidikan. 

    Jika data awal salah, maka seluruh program yang diturunkan, mulai dari penyaluran bantuan hingga penentuan formasi guru, berpotensi tidak tepat sasaran.

    Senada dengan Hetifah, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Timur, Wiwik Setiawati, turut menyoroti peran strategis tenaga kependidikan, khususnya operator Dapodik. Menurutnya, mereka adalah "ruh" penyelenggaraan pendidikan.

    "BGTK Kaltim terus bersinergi untuk meningkatkan kualitas guru dan tentunya perhatian penuh terhadap tenaga kependidikan. Sebab, operator Dapodik adalah penyedia data akurat yang menjadi dasar bagi lahirnya program-program pendidikan berkualitas," ujar Wiwik.

    Sementara itu, Rachmadi Widdiharto, Direktur Guru Pendidikan Dasar Kemendikdasmen RI, menekankan bahwa manajemen sekolah yang optimal sangat bergantung pada data akurat dari sumber awalnya. 

    Oleh karena itu, peningkatan kompetensi bagi tenaga kependidikan, termasuk operator Dapodik, menjadi sebuah keharusan.

    "Data yang akurat, mutakhir, dan terpercaya harus dimulai dari sumber data awal, yaitu di satuan pendidikan. Jika input data di tingkat sekolah sudah benar, maka sistem di atasnya akan berjalan lancar dan kebijakan akan efektif," jelas Rachmadi.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Ketua Komisi X DPR RI Tekankan Keakuratan Dapodik untuk Program Pendidikan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    26 September 2025 pukul 19:20 WITA

    Ketua Komisi IV DPR RI, Hetifah Sjaifudian. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda -  Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mendorong keras para operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di sekolah-sekolah untuk memaksimalkan keakuratan data. 

    Langkah ini dinilai krusial mengingat Dapodik merupakan sumber daya utama dan vital dalam menentukan intervensi kebijakan pendidikan, bahkan layanan lintas kementerian/lembaga.

    Penegasan ini disampaikan Hetifah dalam workshop pendidikan bertajuk "Peran Tenaga Kependidikan dalam Optimalisasi Dapodik untuk Manajemen Data Sekolah yang Akurat dan Efektif” yang dilaksanakan di Samarinda, pada Jumat (26/9/2025).

    Hetifah menekankan bahwa kualitas data Dapodik sangat menentukan efektivitas program dan kebijakan pendidikan agar tepat sasaran. 

    Ia menyebut, kolaborasi aktif sangat diperlukan untuk terus mengawal kualitas data dari tingkat satuan pendidikan.

    "Operator adalah garda terdepan data pendidikan Indonesia. Data yang berkualitas adalah bahasa keadilan bagi semua siswa dan memastikan setiap kebijakan pendidikan kita betul-betul menyentuh mereka yang membutuhkan," tegas legislator asal Kalimantan Timur ini.

    Data yang akurat, lanjutnya, bukan hanya sekadar angka, tetapi fondasi untuk memastikan pemerataan dan kualitas layanan pendidikan. 

    Jika data awal salah, maka seluruh program yang diturunkan, mulai dari penyaluran bantuan hingga penentuan formasi guru, berpotensi tidak tepat sasaran.

    Senada dengan Hetifah, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Timur, Wiwik Setiawati, turut menyoroti peran strategis tenaga kependidikan, khususnya operator Dapodik. Menurutnya, mereka adalah "ruh" penyelenggaraan pendidikan.

    "BGTK Kaltim terus bersinergi untuk meningkatkan kualitas guru dan tentunya perhatian penuh terhadap tenaga kependidikan. Sebab, operator Dapodik adalah penyedia data akurat yang menjadi dasar bagi lahirnya program-program pendidikan berkualitas," ujar Wiwik.

    Sementara itu, Rachmadi Widdiharto, Direktur Guru Pendidikan Dasar Kemendikdasmen RI, menekankan bahwa manajemen sekolah yang optimal sangat bergantung pada data akurat dari sumber awalnya. 

    Oleh karena itu, peningkatan kompetensi bagi tenaga kependidikan, termasuk operator Dapodik, menjadi sebuah keharusan.

    "Data yang akurat, mutakhir, dan terpercaya harus dimulai dari sumber data awal, yaitu di satuan pendidikan. Jika input data di tingkat sekolah sudah benar, maka sistem di atasnya akan berjalan lancar dan kebijakan akan efektif," jelas Rachmadi.

    (Sf/Rs)