Cari disini...
Seputar Kaltim
Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang) Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Alfin Rausan Fikry menyebut, desain monumen yang baru saja dibangun di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang) Kota Bontang, sudah tidak layak dan kuno.
Ia pun mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang agar kedepannya merevitalisasi bangunan tersebut, menjadi lebih modern dan kekinial.
“Pada pemerintahan yang baru kami harap bisa dibuatkan yang lebih mewah,” ungkap Alfin.
Menurutnya, monumem yang dibagun untuk menyambut pengunjung yang masuk ke kawasan stadion, harusnya memiliki penampakan yang ikonik dan membuat masyarakat kagum melihat.
“Karena kalau kota masuk stadion, yang paling disorot slaah satunya monumen,” tambahnya.
Selain desainnya yang usang. Ia juga menyoroti pembangunan monumen bola tersebut yang terkesan asal-asalan dan terburu-buru. Seperti catnya sudah luntur, dan pondasi bawahnya masih bolong. Lalu, bagian atas dekat bola monumen ada saluran pembuangan air, akan tetapi lantainya tidak dibuat lebih rendah untuk air mengarah ke tempat aliran.
“Hal itu menyebabkan, badan monumen banyak terkena percikan air,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang) Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Alfin Rausan Fikry menyebut, desain monumen yang baru saja dibangun di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang) Kota Bontang, sudah tidak layak dan kuno.
Ia pun mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang agar kedepannya merevitalisasi bangunan tersebut, menjadi lebih modern dan kekinial.
“Pada pemerintahan yang baru kami harap bisa dibuatkan yang lebih mewah,” ungkap Alfin.
Menurutnya, monumem yang dibagun untuk menyambut pengunjung yang masuk ke kawasan stadion, harusnya memiliki penampakan yang ikonik dan membuat masyarakat kagum melihat.
“Karena kalau kota masuk stadion, yang paling disorot slaah satunya monumen,” tambahnya.
Selain desainnya yang usang. Ia juga menyoroti pembangunan monumen bola tersebut yang terkesan asal-asalan dan terburu-buru. Seperti catnya sudah luntur, dan pondasi bawahnya masih bolong. Lalu, bagian atas dekat bola monumen ada saluran pembuangan air, akan tetapi lantainya tidak dibuat lebih rendah untuk air mengarah ke tempat aliran.
“Hal itu menyebabkan, badan monumen banyak terkena percikan air,” pungkasnya.
(Sf/Rs)