Cari disini...
Seputar Kaltim
Kadin Kota Balikpapan audensi ke pemerintah kota, sampai beberapa program. Program ini diharapkan bisa menjadi sarana membangun komunikasi dan kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah kota. (Foto:Humas/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Balikpapan, Noval Asfihani, melakukan audiensi dengan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, setelah dirinya resmi ditetapkan sebagai ketua definitif melalui rapat pleno pengurus Kadin Balikpapan.
Dalam pertemuan tersebut, Noval menyampaikan sejumlah program yang akan dijalankan, termasuk mengaktifkan kembali kegiatan coffee morning, yang sebelumnya sempat tidak berjalan.
Program ini diharapkan bisa menjadi sarana membangun komunikasi dan kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah kota.
“Salah satu tujuan utama audiensi ini adalah memperkenalkan kepengurusan baru dan menyampaikan program kerja Kadin. Kami ingin membangun kolaborasi yang lebih kuat dengan Pemerintah Kota Balikpapan,” ujar Noval saat ditemui usai audensi.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah kota memberikan masukan penting, khususnya terkait menjaga kondusifitas Balikpapan. Stabilitas daerah dinilai menjadi kunci utama agar iklim investasi di kota ini tetap sehat dan menarik bagi investor.
Terkait kondisi Kadin sebelumnya, Noval menyebut beberapa program sempat tertunda karena pandemi Covid-19 serta kondisi kesehatan almarhum Ketua Kadin sebelumnya, Yaser Arafat. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk kembali menjalankan program-program yang belum terealisasi.
“Kami akan melanjutkan audiensi ke pemerintah kota dan stakeholder lainnya. Ini langkah awal untuk memastikan Kadin hadir sebagai mitra strategis pemerintah,” tegasnya.
Dalam audiensi, Wali Kota Balikpapan juga mendorong Kadin agar bisa berkontribusi lebih dalam sektor pangan dan mendorong anggota Kadin menjadi pelaku usaha yang aktif membangun kota.
“Kami menyambut baik arahan dari wali kota. Kami ingin semua pengurus Kadin bisa melihat peluang usaha di Balikpapan dan mengelolanya dengan baik, sehingga kami bisa menjadi tuan rumah di kota sendiri,” tambahnya.
Menanggapi banyaknya proyek pemerintah yang dikerjakan oleh pengusaha non-lokal, Noval menyayangkan hal tersebut. Ia berharap ke depan investasi yang masuk ke Balikpapan dapat lebih melibatkan pengusaha lokal yang tergabung dalam Kadin.
“Harapan kami, setelah pertemuan ini, semua investasi yang masuk ke kota bisa dikoordinasikan dengan Kadin. Sehingga anggota Kadin bisa ikut berkontribusi, dan kehadiran Kadin sebagai mitra pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan Kadin merupakan hal mutlak. “Kalau tidak bersinergi, kami bukan mitra namanya,” tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kadin Kota Balikpapan audensi ke pemerintah kota, sampai beberapa program. Program ini diharapkan bisa menjadi sarana membangun komunikasi dan kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah kota. (Foto:Humas/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Balikpapan, Noval Asfihani, melakukan audiensi dengan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, setelah dirinya resmi ditetapkan sebagai ketua definitif melalui rapat pleno pengurus Kadin Balikpapan.
Dalam pertemuan tersebut, Noval menyampaikan sejumlah program yang akan dijalankan, termasuk mengaktifkan kembali kegiatan coffee morning, yang sebelumnya sempat tidak berjalan.
Program ini diharapkan bisa menjadi sarana membangun komunikasi dan kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah kota.
“Salah satu tujuan utama audiensi ini adalah memperkenalkan kepengurusan baru dan menyampaikan program kerja Kadin. Kami ingin membangun kolaborasi yang lebih kuat dengan Pemerintah Kota Balikpapan,” ujar Noval saat ditemui usai audensi.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah kota memberikan masukan penting, khususnya terkait menjaga kondusifitas Balikpapan. Stabilitas daerah dinilai menjadi kunci utama agar iklim investasi di kota ini tetap sehat dan menarik bagi investor.
Terkait kondisi Kadin sebelumnya, Noval menyebut beberapa program sempat tertunda karena pandemi Covid-19 serta kondisi kesehatan almarhum Ketua Kadin sebelumnya, Yaser Arafat. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk kembali menjalankan program-program yang belum terealisasi.
“Kami akan melanjutkan audiensi ke pemerintah kota dan stakeholder lainnya. Ini langkah awal untuk memastikan Kadin hadir sebagai mitra strategis pemerintah,” tegasnya.
Dalam audiensi, Wali Kota Balikpapan juga mendorong Kadin agar bisa berkontribusi lebih dalam sektor pangan dan mendorong anggota Kadin menjadi pelaku usaha yang aktif membangun kota.
“Kami menyambut baik arahan dari wali kota. Kami ingin semua pengurus Kadin bisa melihat peluang usaha di Balikpapan dan mengelolanya dengan baik, sehingga kami bisa menjadi tuan rumah di kota sendiri,” tambahnya.
Menanggapi banyaknya proyek pemerintah yang dikerjakan oleh pengusaha non-lokal, Noval menyayangkan hal tersebut. Ia berharap ke depan investasi yang masuk ke Balikpapan dapat lebih melibatkan pengusaha lokal yang tergabung dalam Kadin.
“Harapan kami, setelah pertemuan ini, semua investasi yang masuk ke kota bisa dikoordinasikan dengan Kadin. Sehingga anggota Kadin bisa ikut berkontribusi, dan kehadiran Kadin sebagai mitra pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan Kadin merupakan hal mutlak. “Kalau tidak bersinergi, kami bukan mitra namanya,” tutupnya.
(Sf/Rs)